Sedang Transisi, Fans Juventus Harus Bersabar Dengan Sarri

Kiper Legendaris Juventus, Gianluigi Buffon, memahami amarah para fans Bianconneri terkait kinerja tim kesayangan mereka dibawah arahan manajer Maurizio Sarri. Namun demikian, sang legenda meminta fans lebih bersabar karena saat ini Juventus sedang dalam masa transisi.

Maurizio Sarri memang ditunjuk untuk menjadi suksesor Massimiliano Allegri pada musim panas kemarin. Tentu saja, tugasnya adalah bisa memenangkan gelar Liga Champions Eropa, di samping mempertahankan gelar Serie A italia.

Torehan Sarri pada musim ini sejatinya tidak begitu buruk. Kendati mendapatkan perlawanan sengit dari dua raksasa Italia lainnya, Lazio dan juga Inter Milan, Juventus masih sanggup bertengger di puncak klasemen Serie A.

Hanya saja, Juventus sudah telan tiga kekalahan di semua ajang musim ini, dan yang lebih mengecewakan fans adalah tiga kekalahan tersebut ditelan dalam laga yang harusnya bisa dimenangkan. Contohnya saat melawan Verona awal bulan ini.

Juventus kerap kehilangan poin penting, sehingga tidak jarang kalau mereka disalip oleh Inter. Dan sekarang, mereka sedang berjarak satu poin dari Lazio yang berada di peringkat kedua. Sehingga wajar kalau publik mulai gusar.

Fans lantas menyalahkan Maurizio Sarri atas performa tak konsisten yang ditunjukkan Cristiano Ronaldo dkk. Tak ayal, spekulasi pemecatan mantan manajer Napoli dari kursi manajer mulai mengemuka. Mendengar hal ini, Buffon tidak tinggal diam.

Dia meminta fans untuk lebih bersabar karena kenyataannya klub sedang dalam masa transisi saat ini, jadi perlu waktu untuk pelatih bisa menerapkan gagasannya secara menyeluruh.

“Kami perlu mengubah kulit untuk menghadapi proses lainnya. Itu membutuhkan waktu. Adalah benar untuk mencoba sesuatu yang berbeda demi meraih target. Saya berharap Sarri bertahan, karena itu artinya kami bakalan memenangkan sesuatu,” ujar Buffon kepada Le Iene.

Inter Milan jadi pesaing kuat Juventus dalam perburuan Scudetto musim ini, akan tetapi Buffon justru memandang Lazio sebagai ancaman yang berarti.

“Jika Inter lolos di Liga Europa, saya akan berkata kalau Lazio [adalah yang paling berbahaya]. Mereka hanya bermain hari Minggu, itu yang membuat mereka jadi lebih menakutkan,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *