Jumpa Barcelona di 16 Besar Liga Champions, Ini Kata Gattuso

Napoli dipastikan berjumpa dengan lawan yang berat di dua leg babak 16 besar Liga Champions Eropa musim ini, dan lawan tersebut tiada lain adalah Barcelona. Jelas, di atas kertas Wakil La Liga Spanyol itu lebih unggul, namun pelatih anyar Napoli, Gennaro Gattuso menegaskan bahwa timnya tak takut melawan Barcelona.

Sebagaimana diketahui, UEFA menggelar drawing atau undian untuk babak 16 besar Liga Champions Eropa, pada Selasa Dinihari WIB (17/12) di Swiss. Ada beberapa pertandingan menarik yang akan tercipta di babak tersebut, termasuk diantaranya duel antara Real Madrid vs Manchester City, Atletico Madrid vs Liverpool dan Chelsea vs Bayern Munchen.

Sedangkan Napoli yang hanya finish sebagai runner up pada babak penyisihan group memang sudah diprediksi bakal berhadapan dengan lawan yang berat, alias juara group. Benar saja, mereka diundi berhadapan dengan juara bertahan La Liga Spanyol, FC Barcelona di dua leg babak 16 besar nanti. Jelas, Napoli tidak diunggulkan lolos ke babak perempat final.

Pasalnya musim ini performa Napoli sedikit menurun dibanding musim lalu, khususnya di Serie A, bahkan serangkaian hasil negatif ini membuat klub harus memecat Carlo Ancelotti dari kursi manajer beberapa waktu lalu.

Meski demikian, pelatih anyar klub, Gennaro Gattuso tetap optimis, percaya diri dan tak gentar untuk berhadapan dengan Barcelona pada dua leg babak 16 besar mendatang.

“Kami akan menghadapi tim yang hebat, tantangan besar dan dua pertandingan yang menarik. Kami akan menghadapi semua itu tanpa rasa takut,” Kata Gattuso kepada reporter.

Sebagai informasi, pertandingan melawan Barcelona nanti praktis akan menjadi pertandingan pertama Gattuso di akjang Liga Champions Eropa. Sementara itu saat menjalani debutnya bersama Napoli di Serie A, timnya kalah dari Parma dengan skor 1-2.

Adapun pertandingan leg pertama melawan Barcelona nanti akan berlangsung di Stadio San Paolo, Naples pada 25 Februari 2019 mendatang. Sedangkan leg kedua akan berlangsung di markas Barcelona, pada 18 Maret 2019. Artinya, masih ada banyak waktu bagi Partenopei untuk memperbaiki performa mereka sebelum berhadapan dengan Barcelona.

Terungkap ! Pep Larang Para Pemainnya Ikut Pesta Natal

Pep Guardiola memang salah satu sosok manajer terbaik dunia, dan hal tersebut sudah diakui banyak orang, dan juga sudah terbukti dengan prestasinya selama ini. Tapi, untuk menghasilkan sebuah tim yang sukses, Pep ternyata memberlakukan aturan yang cukup keras, termasuk melarang para pemain Manchester city untuk ikut merayakan pesta natal bersama klub.


Dikabarkan bahwa mantan manajer Bayern Munchen tersebut tidak senang dengan perayaan pesta Natal tahun lalu, lantaran melihat performa timnya malah lebih buruk setelah pesta tersebut. Sebagai informasi, Manchester city memang memiliki tradisi untuk mengadakan pesta Natal untuk semua karyawan klub dalam beberapa tahun terakhir.

Kurang lebih dalam pesta tersebut akan ada 400 orang yang terlibat, terdiri dari hampir semua elemen klub termasuk para pemain, pelatih , staff pelatih dan lainnya. Namun pesta musim lalu terjadi sebelum kekalahan 3-2 dari Crystal Palace di kandang sendiri, hal inilah yang membuat Pep guardiola menarik kesimpulan bahwa Pesta tersebut membuat performa para pemainnya menurun.

Apalagi, empat hari setelah kekalahan dari The Eagles, City juga kalah di markas Leicester City yang membuat mereka tertinggal jauh di belakang Liverpool dalam perburuan gelar. Meski pada akhirnya tetap berhasil keluar sebagai juara premier League, Pep tetap menjadikan ini sebagai catatan khusus.

Apalagi, dengan fakta bahwa saat ini timnya tertinggal 14 poin dari Liverpool yang ada di puncak klasemen, Pep jelas tak ingin kejadian serupa membuat tim asuhannya jauh lebih tertinggal. Di acara pesta 12 bulan lalu, para pemain berbaur dengan karyawan klub tapi beberapa dari mereka justru berpesta hingga malam hari di kelab Chinawhite, dan itu berlangsung sampai pagi hari.

Memang, setelah acara tersebut, para pemain Manchester City langsung bergabung dengan sesi latihan penuh seharian. Akan tetapi, pelatih City itu percaya bahwa pesta malam itu berkontribusi terhadap kekalahan mengejutkan di kandang dari Palace. Adapun Desember dan Januari merupakan periode sibuk untuk bagi Manchester City, sehingga Pep tak ingin timnya mengalami kemerosotan.

Tottenham Hotspur Disarankan Jual Christian Eriksen

Salah seorang mantan pesepakbola Inggris, Darren Fletcher memberikan saran kepada Klub London Utara, Tottenham Hotspur menyoal masa depan salah satu pemain mereka, Christian Eriksen. Gelandang Internasional Denmark tersebut menurutnya lebih baik dijual klub pada kesempatan bursa transfer musim dingin Januari mendatang.


Sebenarnya, spekulasi masa depan Christian Eriksen di Tottenham Hotspur sudah ramai diperbincangkan sejak bursa transfer musim panas kemarin. Wajar saja, Sang playmaker menolak untuk memperbaharui kontraknya yang akan berakhir di musim panas nanti. Seiring dengan munculnya spekulasi tersebut, performa Eriksen sendiri tergolong cukup menurun musim ini.

Sehingga yang bersangkutan tidak begitu berkontribusi untuk tim arahan Jose Mourinho. Alhasil, banyak yang memprediksi Eriksen memang akan meninggalkan Spurs, tapi sejauh ini klub belum memberikan konfirmasi apapun, termasuk lewat pelatih anyar mereka, Jose Mourinho. Tapi Darren Fletcher merasa bahwa Spurs memang harus melepas sang gelandang.

Mantan pemain Manchester Untied dan Fulham tersebut menilai bahwa Eriksen sudah tidak ingin membela Tottenham lagi.

“Christian Eriksen sudah tidak mencintai klubnya,” demikian kata Fletcher kepada BBC Radio 5 Live.

Lebih lanjut, Fletcher menilai bahwa Eriksen tak lagi memiliki keinginan untuk membela Tottenham Hotspur, sehingga terus memaksakan sang pemain untuk bertahan di White Hart lane adalah suatu hal yang sia-sia atau mubazir.

“Dia terlihat jelas tidak mau berada di Tottenham Hotspur lagi.” Tandasnya.

Eriksen sendiri sejauh ini digosipkan tengah menjalin komunikasi dengan beberapa klub papan atas Eropa. Di Inggris, Manchester United diberitakan tengah intens untuk mendekati sang playmaker. Mereka berencana untuk mengamankan jasa Eriksen di musim dingin nanti. Di samping itu, pemain berusia 27 tahun tersebut juga dikaitkan dengan raksasa La Liga Spanyol, Real Madrid.

Los Blancos diyakini siap menggelontorkan dana untuk sang pemain pada Januari 2020 mendatang. Laporan yang beredar di Inggris mengungkapkan bahwa Tottenham sudah bersiap untuk kehilangan Eriksen di musim dingin nanti. Mereka memilih menjualnya ketimbang kehilangannya secara gratis di akhir masa kontraknya nanti.

Selama membela Spurs, Eriksen sendiri telah mencatatk 293 penampilan dan mencetak 68 gol diantaranya di semua ajang.

Manchester City, Favorit Juara Liga Champions Musim ini

Juara bertahan Liga Primer Inggris, Manchester City dianggap sebagai favorit juara di ajang Liga Champions Eropa musim ini oleh manajer Juventus, Mauruzio Sarri. Hal tersebut diungkapkan mantan manajer Chelsea, karena dia meyakini bahwa Citizen akan lebih fokus pada ajang Liga Champions setelah melihat kondisi Liga yang tidak berjalan sesuai harapan mereka.


Sebenarnya, Manchester city hampir tak pernah masuk dalam jajaran tim favorit juara Liga Champions Eropa selama ini. Bukan tanpa sebab, bahkan manajer Pep Guardiola sendiri mengakuinya. Hal tersebut karena sejarah dan kebesaran klub itu sendiri yang membuat peluang juara di ajang Liga Champions lebih besar, sedangkan City adalah klub ‘kemarin sore’.

Selama ini, mereka memang berprestasi di pentas domestik, dan dalam dua musim terakhir menjuarai Liga primer. Tapi, Saat ini sang juara bertahan terpuruk di peringkat ketiga klasemen sementara Premier League, tertinggal 14 poin dari Liverpool yang duduk nyaman di puncak. Nah, menurut pelatih Juventus, Maurizio Sarri, situasi ini sudah tidak ideal.

Diapun yakin bahwa manajer Pep Guardiola memiliki pandangan yang sama, mengalihkan fokus ke ajang Liga Champions Eropa. Guardiola tahu selisih 14 poin di Premier League itu sangat besar, mengingat musim lalu mereka jadi juara hanya dengan keunggulan 1 poin. Di Satu sisi, Sarri juga tahu persis bagaimana kualitas Manchester city, dia pernah langsung berhadapan dengan mereka saat masih membesut Chelsea.

“Saya secara spontan menganggap Man City sebagai favorit. Kesan yang saya dapatkan dari tim ini membuat saya yakin bahwa mereka mungkin bakal lebih fokus di Liga Champions daripada di Premier League musim ini.” Demikian ujar Sarri di Sky Sports yang di rilis pijarbola

Juventus arahannya sendiri berhasil lolos ke babak 16 besar sebagai juara Group, artinya salah satu runner up akan ditemui Bianconneri di babak tersebut, tak terkecuali Tottenham Hotspur arahan Jose Mourinho.

“Saya cukup beruntung bisa mengenalnya (Mourinho) secara personal. Tentu saya menaruh respek tinggi kepadanya, dia ada di level luar biasa. Saya hanya bisa berkata bahwa sebenarnya dia berbeda dari apa yang terlihat. Ketika Anda mengenal dia secara pribadi, dia benar-benar pria yang berbeda,” tandas Eks Pelatih napoli ini.

Carlo Ancelotti Diklaim Sbobet Agenbola8 Sudah Terima Tawaran Napoli

Mantan pelatih Real Madrid dan AC Milan, Carlo Ancelotti baru saja dilaporkan telah memulai proses negosiasi dengan salah satu raksasa Serie A Italia, Napoli, terkait kemungkinan menggantikan Maurizio Sarri pada kampanye musim 2018/19 mendatang di Kursi manajer.

Carlo Ancelotti Diklaim Sbobet Agenbola8 Sudah Terima Tawaran Napoli

Sebagaimana diketahui, Napoli belakangan ini memang dipercaya tengah mencari manajer anyar seiring dengan indikasi bahwa pelatih mereka saat ini Mauruzio Sarri tak lagi tertarik melanjutkan pekerjaannya sebagai juru taktik tim utama musim depan, menyusul kegagalan Partenopei memenangkan titel Scudetto musim ini.

Sempat terdengar kabar bahwa Sarri akan tetap bertahan di Klub dengan syarat harus didatangkannya sejumlah amunisi anyar berkualitas pada kesempatan bursa transfer musim panas mendatang. Namun kabar itu diyakini tidak benar karena mantan pegawai bank tersebut dipercaya ingin mencoba tantangan baru dalam karirnya sebagai pelatih setelah selama tiga musim bekerja sebagai juru taktik Partenopei.

Sejumlah nama pelatih beken dipercaya jadi sasaran Napoli pada bursa transfer musim panas tahun ini dan menjelang piala dunia 2018, dan salah satu kandidat terkuatnya adalah mantan pelatih AC Milan, Carlo Ancelotti. Sebagaimana diketahui, pelatih berusia 58 tahun tersebut memang tengah menganggur sejak akhir tahun 2017 selepas didepak Bayern Munchen dari Kursi Manajer.

Nah, menurut Laporan terbaru terkait dengan perkembangan kabar ini, Carlo Ancelotti sejatinya tengah melakukan negosiasi dengan pihak Napoli. Menurut Ivan Zazzarroni selaku jurnalis Corriere dello Sport, Ancelotti sudah menjalin kesepakatan tersebut selepas bertemu presiden Napoli, Aurelio De Laurentiis, Selasa (23/5).

Dalam kontraknya, mantan pelatih Chelsea, Real Madrid dan Bayern Munich tersebut akan menerima gaji Ä6.5 juta per tahun yang ditambah opsi perpanjangan tahun ketiga.

Bisa saja kabar SBOBET beserta Ancelotti akan jadi jawaban yang tepat bagi kegundahan para Neapolitan yang selalu bermuram selama beberapa tahun terakhir ini lantaran tim kesayangan mereka tak pernah berhasil mematahkan Dominasi Juventus.

Gatusso Berharap bertahan di Milan

Gennaro Gattuso, legenda sekaligus manajer AC milan tersebut tampak begitu senang setelah mengantarkan Rossoneri melaju ke babak 16 besar Liga Europa musim ini. Selepas pertandingan melawan Ludogorets Razgard, Gattuso pun mengaku akan sangat senang jika diminta bertahan pada posisi tersebut.


Sebagaimana diketahui, Gattuso memang ditunjuk menggantikan Vincenzo Montella sejak paruh pertama musim ini. Sempat ada kesulitan yang ditemui legenda Rossoneri tersebut menyusul serangkaian hasil negatif yang didapat AC Milan, tapi belakangan performa Rossneri arahannya terbilang sudah membaik menurut takasibet.

Hasil-hasil bagus didapat AC Milan selama beberapa pertandingan terakhirnya, termasuk saat berhadapan dengan Ludogorets Razgard di ajang Liga Europa, Jum’at dinihari WIB (23/02) waktu setempat. Dalam pertandingan tersebut, Milan berhasil mengemas kemenangan tipis 1-0 yang sekaligus memastikan kelolosan mereka ke babak 16 besar, berkat agregat telak 4-0.

Meski demikian, masa depan Gattuso sejatinya tidak bisa diberi jaminan, atau tidak pasti, pasalnya target klub untuk finish di ZOna Liga Champions Eropa pada akhir musim nanti masih belum tentu bisa dicapai. Namun, Gattuso sendiri mengaku akan sangat senang jika memang diminta untuk bertahan pada posisinya saat ini, ketika ditanya mengenai masa depannya di Milan.

“Anda harus bertanya kepada klub soal itu. Saya selalu memberikan jawaban yang sama, karena inilah yang saya percaya. Ini sebuah kehormatan bagus saya menjadi pelatih Milan. Ada banyak tekanan dan tanggung jawab juga, tapi saya menyukainya. Saya benar-benar berterima kasih kepada Mirabelli dan Fassone yang telah memberi saya kesempatan ini dan saya harap ini berlanjut.” Demikian kata sosok berjuluk ‘The Rhino’ tersebut.

Adapun pada pertandingan leg kedua babak 32 besar kemarin, adalah Fabio Borini yang mencetak gol semata wayang AC milan, dimana kemenangan itu jadi kemenangan ke empat secara beruntun yang diraih oleh tim besutan Gattuso.

Ferdinan Yakin Kane tetap di Totenham

Kegemilangan Harry Kane di atas lapangan dalam dua musim terakhir membuat yang bersangkutan kerap kali dikaitkan dengan sejumlah raksasa Eropa, namun Kane sendiri sempat mengungkapkan komitmennya bersama Tottenham Hotspur. Akan tetapi, hal ini diragukan oleh mantan bek Manchester united, Rio Ferdinand.


Sebagaimana diketahui, Kane adalah salah satu penggawa Manchester United yang tampil apik dalam dua musim terakhir dengan menjadi Top Skorer Liga Primer Inggris secara beruntun. Yang bersangkutan juga berpeluang mengulang prestasinya tersebut musim ini setelah mengoleksi tak kurang dari 26 gol di ajang Premier League musim ini.

Tak heran jika Kane terus dikaitkan dengan sejumlah raksasa Eropa, dan sempat muncul kabar yang mengklaim bahwa penyerang Internasional Inggris tersebut sempat mendapat tawaran dari Real Madrid pada musim panas kemarin. Soal masa depannya yang terus diperbincangkan Kane sendiri justru mengaku ingin bertahan lama di Tottenham Hotspur.

Bahkan, belum lama ini, Kane mengungkapkan kekagumannya akan sosok Francesco Totti dan mengaku tertarik untuk mengikuti jejak sang legenda AS Roma tersebut. Tapi Rio Ferdinand meragukan komitmen pemain berusia 25 tahun tersebut, dengan talenta yang dia miliki dan ketertarikan dari para raksasa Eropa, Kane diyakini Ferdinand bakal tergoda dengan tawaran yang dilayangkan.

“Ketika Anda punya talenta seperti [yang dimiliki Kane] itu, tim-tim akan datang menelepon, dan mampukah Tottenham menolaknya?” dikutip dari sbobet.

“Mereka [Spurs] pindah ke stadion baru tahun depan. Saya yakin mereka ingin mempertahankan dia dan membiarkan Harry melakukan kick-off stadion tersebut, namun ini soal siapa yang akan datang menghampiri, dan dalam bentuk apa mereka datang. Itulah yang akan menentukan apakah Harry bertahan di Tottenham atau tidak.” kata Ferdinand kepada Omnisport saat menghadari London Football Awards (LFA).agenbola8.com

Mourinho di Kritik Lagi karena Bertahan.

Manajer Manchester United, Jose Mourinho, menuturkan pembelaannya terkait dengan kritik yang dilayangkan para Jurnalis tentang taktiknya yang disebut lebih bermain bertahan dalam laga kontra Sevilla kemarin. Juru taktik asal Portugal tersebut sendiri merasa taktik bertahan adalah taktik yang sangat wajar diterapkan.


Sebagaimana diketahui, Manchester United memang terlihat cenderung bermain bertahan saat bertandang ke Estadio Ramon Sanchez pizjuan pada partai leg pertama babak 16 besar Liga Champions Eropa, Kamis dinihari WIB kemarin (22/02) waktu setempat.

Para pemain Manchester United secara keseluruhan tak terkecuali Romelu Lukaku sampai mundur ke belakang membantu pertahanan dari gempuran tuan rumah Sevilla yang terlihat mendominasi sejak menit pertama. Apapun itu, yang jelas cara bermain Manchester United dan gemilangnya David De Gea di bawah mistar gawang membuat Sevilla gagal memanfaatkan sejumlah peluang yang ada dan akhirnya hanya mampu bermain imbang tanpa gol. Portal bola.

Meski hasil tersebut bisa dikatakan cukup menguntungkan bagi Manchester United, tapi tak sedikit kritik yang didapat manajer Jose Mourinho yang juga mantan Pelatih Chelsea terkait dengan taktik yang dia terapkan di markas Sevilla kemarin. Ketika ditanya tanggapannya mengenai kritik tersebut, Jose Mourinho sendiri berkilah dengan mengatakan bahwa sistem bertahan adalah hal yang wajar dalam sepakbola.

“Saya kira semua jurnalis yang ada di sini bekerja di bidang olahraga bukan? Di Liga Inggris mereka bilang penyerang tidak usah bertahan. Saya akan tanya David Beckham begitu saya bertemu dengannya untuk mengetahui apakah dia akan diam saja melihat timnya kemasukan gol atau membantu pertahanan.”

“Ketika kau menguasai bola, kau menyerang. Jika tidak, kau bertahan. Sepertinya orang-orang ingin menciptakan olah raga baru tetapi saya masih tidak mengerti. Dalam satu tim, semua saling membantu,” ujar Mou dikutip dari tribalfootball.

Dele Alli Dituding Tukang Diving, Pochettino Membela

Dele Alli Dituding Tukang Diving, Pochettino Membela

Gelandang Dele Alli kembali dituding melakukan aksi diving saat Tottenham Hotspur mendapati hadiah penalti dari wasit dalam laga kontra Crystal Palace akhir pekan kemarin. Terkait dengan tudingan tersebut, manajer Mauricio Pochettino tidak tinggal diam, pria asal Argentina tersebutpun membela Dele Alli.

Dele Alli Dituding Tukang Diving, Pochettino Membela

Sebagaimana diketahui, Tottenham Hotspur memang bertandang ke Selhust Park Stadium untuk berhadapan dengan tua rumah Crystal Palace dalam matchdays ke-28 Premier League. Sepanajng pertandingan tersebut, Tottenham Hotspur yang bermain sebagai tim tamu tampak menemui kebuntuan. Berbagai cara mereka lakukan untuk menaklukan jala The Eagles, namun tak kunjung sukses.

Bahkan salah satu usaha ‘ekstrem’ yang dilakukan gelandang Dele Alli adalah terjatuh dalam kotak penalti saat memasuki pertengahan babak kedua, ketika pemain Timnas Inggris tersebut berduel dengan Patrick Van Aanholt. Dele Alli dinilai telah melakukan aksi diving oleh wasit yang memimpin pertandingan tersebut, dan akhirnya usahanya gagal.

Untung saja, gol harry kane jelang berakhirnya pertandingan kemudian membawa Tottenham Hotspur meraih tiga poin dalam pertandingan tandang tersebut. Namun tetap saja, Aksi Diving yang dilakukan Dele Alli dalam pertandingan tersebut kemudian jadi sorotan sejumlah pihak.

Banyak yang mengkritik sikap pemain muda Inggris tersebut di atas lapangan, lantaran diving sendiri bukanlah sikap yang terpuji bahkan cenderung dianggap sebagai kecurangan di atas lapangan. Tak ayal, pemain berusia 21 tahun itu kemudian mendapat kritikan selepas laga, namun pelatih Mauricio Pochettino tidak tinggal diam mendengar pemainnya dikritik.

“Dia adalah target empuk untuk semua orang, Kita harus berhenti untuk terlalu sering membicarakan dia demi membantu orang-orang, fans, yang menciptakan reputasi ini.”

“Dia itu begitu kompetitif dan bermain sangat baik namun Dele adalah target empuk. Dele adalah pemain spesial. Dia akan bermain. Dia akan menunjukkan kualitasnya. Dia tidak mengkhawatirkan apa yang orang-orang katakan soal dia.” kata Pochettino

Franck Kessie Ungkap Perbedaan Montella dan Gattuso

Franck Kessie Ungkap Perbedaan Montella dan Gattuso

Gelandang anyar AC Milan, Franck Kessie tak ragu untuk memberikan sanjungan kepada manajer AC Milan, Gennaro Gattuso terkait dengan kinerja sang legenda klub di kursi pelatih belakangan ini. Bahkan, mantan pemain Atalanta tersebut kemudian membandingkan Kinerja Gattuso dengan Vincenzo Montella.

Franck Kessie Ungkap Perbedaan Montella dan Gattuso

Sebagaimana diketahui, Vincenzo Montella adalah pelatih AC Milan sejak awal musim ini, namun pada pertengahan November lalu, mantan pelatih Fiorentina kemudian didepak dari Kursi manajer terkait dengan serangkaian hasil mengecewakan yang didapat Rossoneri. Tak lama kemudian, AC milan kemudian remsmi menunjuk Gennaro Gattuso untuk menjadi suksesor Montella.

Muncul keraguan di benak publik terkait dengan penunjukkan Gattuso, mengingat legenda klub tersebut tak memiliki pengalaman melatih yang cukup. Benar saja, pada periode awalnya, Gattuso banyak mendapat kritik lantaran hasil-hasil yang didapat juga masih tak memuaskan.

Untungnya, periode sulit tersebut sudah terlewati, dengan belakangan AC milan mendapati serangkaian hasil bagus, bahkan tak terkalahkan dalam 12 pertandingan terakhir. Terkini, Rossoneri berhasil memetik tiga angka di Markas AS Roma dalam lanjutan Serie A Italia, dimana itu adalah kemenangan kelima secara beruntun yang diraih Milan .

Terkait dengan kinerja apik sang manajer anyar, Gelandang Franck Kessie tak ragu untuk melayangkan sanjungan, tapi terlepas dari sanjungan tersebut, pemain asal Pantai Gading juga turut melayangkan kritik terhadap Montella.

“Gattuso membuat kami bekerja lebih keras, terutama dalam hal taktik. Dengan Montella, kami bekerja sangat sedikit dalam latihan, namun sekarang berbeda dengan Gattuso dan Anda dapat melihat hasilnya di lapangan. Atmosfer ruang ganti selalu sama, perbedaannya adalah sekarang kami bekerja lebih keras. Ini seperti sebuah keluarga di sini dan hasilnya mulai datang.” ujar sang gelandang kepada Mediaset Premium.