Kategori: berita bola

Lautaro Martinez Tak Boleh Tinggalkan Inter Sebelum Raih Trofi

Lautaro Martinez belakangan ini dikaitkan dengan Barcelona, namun Ruben Sosa selaku mantan pemain Inter Milan menyarankan bintang Argentina tersebut untuk lebih dulu memenangkan trofi bersama Nerazzurri.

Musim panas 2018 menjadi perpindahan perdana bagi Lautaro Martinez, dari Racing Club menuju ke Inter Milan. Otomatis, Nerazzurri menjadi tim Eropa pertama yang dibelanya. Sayang, pada musim debut, Lautaro Martinez jarang mendapat kesempatan tampil.

Hal tersebut dikarenakan Inter Milan masih punya Mauro Icardi yang jadi andalan. Tapi sejak kepergian Icardi ke PSG pada musim panas kemarin, pemain berusia 22 tahun pun mengisi pos lini serang bersama Romelu Lukaku.

Musim ini, Lautaro Martinez tampil ciamik, mencetak 16 gol dari 31 penampilannya di semua ajang untuk Inter milan. Yang bersangkutan pun diyakini akan jadi incaran sejumlah raksasa Eropa.

Menurut laporan, Barcelona menjadikan Lautaro sebagai salah satu target transfer teratas mereka. Pemain berusia 22 tahun itu bakal diplot sebagai pengganti jangka panjang Luis Suarez. Akan tetapi, Ruben Sosa berharap agar Lautaro Martinez tetap di Inter Milan.

Bergabung dengan tim sebesar Barcelona menurutnya tak pernah mudah, setidaknya Lautaro harus membuktikan diri dulu di Inter Milan dengan meraih trofi juara.

“Saya pikir dia harus tetap di Inter, dia adalah juara dan ketika Anda bermain untuk tim-tim besar Italia Anda harus memenangkan sesuatu. Sebelum pergi, Anda harus membuat tanda,” kata Sosa kepada stasiun radio Italia Radio Musica Television.

Ruben Sosa sendiri adalah mantan striker andalan Inter Milan di masa silam. Dia sempat sering dibandingkan dengan Diego Milito. Sosa mengakui bahwa memang ada kemiripan antara dia dengan pemain asal Argentina tersebut.

“Diego adalah striker sejati. Dia mencetak gol dengan cara apa pun, tetapi saya lebih cepat dan lebih baik dalam menembak dari jarak jauh. Kami mirip. Dia memenangkan Liga Champions, saya memenangkan Piala UEFA,”

“Meninggalkan Nerazzurri dengan gelar Eropa adalah perasaan terbaik bagi saya, mengingat bahwa para pemain dikenang karena trofi yang dimenangkan dan tidak hanya untuk gol yang dicetak.” Tandasnya.

Penyerang Southampton Dukung Liverpool Juara Premier League

Andai pada akhirnya kampanye Premier League musim 2019/20 ini memang tak bisa dilanjutkan lagi, Diogo Jota menganggap bahwa Liverpool tetap layak mendapatkan trofi juara.

Sebelum pandemi COVID-19 dihentikan, Liverpool berhasil memuncakki klasemen sementara dengan keunggulan 25 angka dari rival terdekat, Manchester City. Keunggulan sebesar itu membuat The Reds hanya perlu menang dua kali lagi untuk memastikan gelar juara musim ini.

Hanya saja, Pandemi Virus Corona tak kunjung mereda, bahkan semakin mengkhawatirkan saja. Situasi tersebut membuat otoritas Premier League tidak bisa menentukan kapan kompetisi akan dilanjutkan lagi.

Nah, andai kompetisi musim ini dihentikan, apakah Liverpool tetap layak menjadi juara? Banyak yang mendukung Liverpool tetap dinobatkan sebagai juara andai liga tidak dilanjutkan. Namun, tak sedikit pula yang tak setuju.

Penyerang Southampton, Diogo Jota berada di pihak yang setuju. Menurutnya, raihan 82 poin dengan liga tersisa sembilan pekan sudah cukup untuk membuat Liverpool dinobatkan sebagai kampiun di ajang Premier League musim ini.

“Pertanyaan ini sangat membingungkan. Semisal kita tak memiliki keberuntungan dengan tak bisa menyelesaikan musim ini, saya rasa beberapa orang akan menentangnya,”

“Tent saja, selalu ada klub rival yang bisa menentang kita, tapi saya rasa 95 persen masyarakat akan sepakat. Bagi saya mereka bakal menjadi juara yang adil,” ujar Jota kepada Daily Mail.

Southampton sendiri sudah dua kali menelan kekalahan dari dua pertemuan dengan Liverpool musim ini. Menurut Jota, Pasukan Jurgen Klopp memang sangat kuat sehingga mereka bisa menjaga konsistensi dan benar-benar layak jadi juara.

“Meski kami dua kali kalah, kami tinggal selangkah lagi dari sesuatu yang berbeda di kedua laga, tapi musim ini, selain memiliki gaya bermain sangat fluid, mereka juga sangat kuat dan juga memiliki sedikit keberuntungan yang dibutuhkan untuk menjadi juara,” tutur Jota.

Menurut informasi yang terdengar, pihak operator liga primer dan FA berencana untuk menyelesaikan kampanye musim ini dalam waktu lima pekan. Artinya, dalam sepekan akan dilangsungkan dua pertandingan sekaligus.

Hanya saja, wacana tersebut masih belum pasti.

Pandemi Corona, Turnamen Internasional Pra Musim Resmi Ditiadakan

Pandemi Virus Corona tak hanya membuat kompetisi sepakbola tertunda, tapi juga ada yang sampai ditiadakan. Adalah kompetisi rutin, International Championship Cup atau ajang Ujicoba Pra musim tidak akan digelar tahun ini.

Sebagai informasi, setiap tahunnya klub-klub Eropa memang mengikuti kompetisi ujicoba pra musim bertajuk ICC atau International Champinship Cup. Dalam kompetisi tersebut, banyak raksasa Eropa yang ikut berpartisipasi sebagai ajang mereka untuk latihan jelang berlangsungnya kampanye musim baru.

Namun, seperti diketahui, Pandemi Virus Corona sejatinya memang telah berimbas besar terhadap segala bidang, tak terkecuali olahraga sepak bola. Bisa dikatakan hampir semua kompetisi Liga telah ditangguhkan sementara waktu.

Tak hanya itu, gelaran akbar mulai dari Piala Eropa, Copa America, hingga Olimpiade 2020 juga resmi ditunda selama satu tahun. Dengan mundurnya semua jadwal kompetisi tersebut, artinya bursa transfer musim panas juga berpotensi mundur.

FIFA sendiri mengakuinya, karenanya tak heran jika ICC akhirnya ditiadakan. Kabar ini dikonfirmasi langsung oleh pihak penyelenggara, Dany Sillman.

“Kami patah hati bagi ribuan orang yang menyerah terhadap penyakit Covid-19 ini, dan kami bersama semuanya yang terdampak selama masa sulit ini. Kesehatan dan keamanan para pemain, staf, fans, dan semua pihak yang terlibat dalam pertandingan kami selalu menjadi yang terpenting,” Kata Dany Sillman dalam pernyataan resmi seperti dikutip Los Angeles Times.

Tentu saja, peniadaan kompetisi sangat disayangkan, pasalnya ada banyak agenda pertandingan besar yang akan dilangsungkan. Untuk edisi 2020 ini, pihak penyelenggara sejatinya sudah menyiapkan sejumlah partai akbar, salah satunya adalah el Clasico yang mempertemukan Barca dan Madrid.

Sebagaimana rencana awal, pertemuan antara dua raksasa La Liga Spanyol tersebut akan berlangsung di SoFi Stadium, Los Angeles.

Adapun, Barcelona dan Real Madrid juga sedang menghentikan aktivitas klub sementara waktu. Kedua tim juga menerapkan kebijakan pemotongan gaji pemain di tengah-tengah Pandemi Virus Corona ini.

Para pemain Barcelona sepakat pemotongan gaji sebesar 70 persen, sedangkan para pemain Real Madrid, pemotongannya hanya mencapai 10-20 persen saja.

Ronaldo atau Messi ? Ini Pilihan Ricardo Kaka

Legenda AC Milan dan Timnas Brazil, Ricardo Kaka baru-baru ini diminta untuk memilih antara Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.

Kaka sendiri tak hanya menyandang status sebagai legenda AC Milan, tapi dia juga pernah bermain lama untuk Real Madrid bahkan terbilang cukup sukses di sana.

Mantan pemain Tim Nasional Brazil ini merapat ke Santiago Bernabeu di musim panas tahun 2009, saat yang bersamaan ketika Madrid memboyong Ronaldo dari Manchester United. Kedua pemain ini dibeli dengan harga yang sama-sama fantastis.

Bermain bersama sebagai rekan satu tim tentu saja membuat Kaka tahu persis bagaimana kualitas Cristiano Ronaldo. Dan sejak saat itu, mega bintang Portugal memang sudah sering dibandingkan dengan Lionel Messi, pemain Barcelona.

Siapa yang terbaik antara kedua pemain tersebut masih jadi perdebatan sampai saat ini. Dalam sebuah sesi tanya jawab lewat live Instagram untuk FIFA channel, Ricardo Kaka lantas diminta memilih Messi atau Ronaldo.

Menariknya, kendati pernah menjadi rekan satu tim Cristiano Ronaldo di Real Madrid, Kaka memilih Lionel Messi.

“Saya bermain dengan Cristiano, dan dia benar-benar luar biasa, tapi saya pilih Messi,” kata Kaka, seperti dikutip Marca.

Kendati demikian, terlepas dari pilihannya itu, Kaka menilai kedua pemain tersebut sama-sama memiliki kelebihan. Messi adalah pemain dengan talenta alami, sedangkan Cristiano Ronaldo adalah mesin gol dengan mentalitas yang luar biasa.

“Messi seorang genius, talenta yang alami. Caranya bermain sungguh mengagumkan.” kata Kaka.

“Cristiano seperti sebuah mesin. Dia bukan cuma kuat, bertenaga, dan cepat; dia juga punya mental yang hebat. Dia selalu ingin bermain dan menang. Untuk jadi yang terbaik. Bagi saya, itu adalah kualitasnya yang paling luar biasa.” tandasnya.

Terlepas dari itu, menurut Kaka baik Messi dan Ronaldo sama-sama merupakan dua dari lima pemain terbaik sepanjang sejarah. Harusnya orang-orang merasa bersyukur karena bisa menyaksikan performa kedua sosok tersebut secara bersamaan.

“Dalam sejarah olahraga ini, mereka [Messi dan Ronaldo] jelas masuk lima yang terbaik. Kita sangat beruntung bisa menyaksikan mereka berdua.” Tutupnya

Jika Gabung MU, Aubameyang Akan Bernasib Sama Seperti Sanchez

Legenda Arsenal, Charlie Nicolas menjadi salah satu pihak yang menolak wacana transfer Pierre-Emerick Aubameyang menuju Manchester United.

Sebagai informasi, Pierre-Emerick Aubameyang saat ini sudah berusia 31 tahun, namun performanya bersama Arsenal justru semakin apik. Sayangnya, menurut laporan yang terdengar, pemain asal Gabon tersebut berencana untuk meninggalkan The Gunners pada musim panas mendatang.

Spekulasi ini semakin mencuat seiring dengan fakta bahwa sampai sekarang mantan pemain Borussia Dortmund tersebut tak kunjung menyepakati kontrak baru dari Arsenal. Padahal, di satu sisi kontraknya akan segera kadaluwarsa sampai tahun 2021 nanti.

Memang, sisa kontrak satu tahun itu bisa saja digunakan Arsenal untuk mempertahankan sang pemain, tapi tentu saja mereka tak mau kehilangan Aubameyang secara Cuma-Cuma pada musim panas tahun 2021 mendatang.

Sejauh ini, ada beberapa raksasa Eropa yang dikaitkan dengan mantan pemain Saint-Etienne tersebut, termasuk klub rival, Manchester United. Wacana kepindahannya ke Old Trafford pun bukan suatu hal yang tidak mungkin.

Pasalnya, dalam sejarah Arsenal sempat melepas beberapa pemain ke Manchester United, seperti Robin Van Persie dan Alexis Sanchez.

Tapi, andai Aubameyang bergabung dengan Manchester United, Charlie Nicolas yakin bahwa pemain Gabon itu akan senasib dengan Alexis Sanchez yang tampak kurang sukses.

“Jika Aubameyang ingin pergi, idealnya anda ingin dia keluar dari Premier League. Namun, dia berada di usia yang bisa terlihat ancamannya serta paham perbandingan antara dia dengan Van Persie. Namun, saya pikir dia hakan memikirkan soal apa yang terjadi kepada Alexis Sanchez ketimbang dengan apa yang terjadi ke Van Persie,” ujarnya ke Sky Sports.

Bukan tanpa alasan, karena menurut Charlie Nicolas, Manchester United sekarang jauh berbeda dengan era Sir Alex Ferguson, dimana saat itu Robin Van Persie bergabung dengan klub rival dan meraih sukses.

“Akankah dia ingin menjadi bagian dari bintang daur ulang di Manchester United? Apa menariknya? Kalau Liverpool atau Manchester City saya akan paham, tapi Manchester United masih berada jauh dari dua klub itu. Saya tidak melihat kepindahannya ke Old Trafford menarik,” pungkasnya.

Ingin Jadi Pelatih, Ibra Mungkin Pensiun Akhir Musim Ini

 

Sebuah kabar yang cukup mengejutkan datang dari Striker kondang Swedia, Zlatan Ibrahimovic. Pemain AC Milan tersebut diyakini bakal gantung sepatu di akhir musim ini karena ketertarikannya terjun ke dunia manajerial.

Ibra sendiri sejatinya baru merapat ke AC Milan pada bursa transfer musim dingin kemarin. Sosok berusia 38 tahun itu didapat dengan status bebas transfer alias Gratis. Pasalnya, kontrak bersama dengan LA Galaxy terakhi berakhir di penghujung bulan Desember 2019.

Meski terbilang sudah cukup uzur, tapi kehadiran Ibra di tengah-tengah skuat arahan Stefano Pioli bisa dibilang memberikan dampak positif. Tiga gol penting ia persembahkan dari delapan pertandingan yang membuat Milan bisa merangsek naik secara perlahan di klasemen Serie A musim ini.

Akan tetapi, masa kebersamaan Rossoneri dengan Ibra mungkin tak bisa bertahan lama, karena kontrak yang ada hanya membuat sang pemain bertahan sampai akhir musim ini. Meski begitu, Milan memiliki klausul yang membolehkan mereka menggunakan jasa Ibra untuk semusim lagi.

Gol-gol yang lahir dari pria berumur 38 tahun itu jelas sangat dibutuhkan oleh AC Milan. Itulah mengapa pihak klub sedang berupaya keras agar sang pemain mau untuk membubuhkan tanda tangannya di kontrak anyar.

Belum lama ini, sempat muncul laporan yang mengklaim bahwa Ibra mungkin akan bertahan di AC milan musim depan. Akan tetapi, muncul laporan terbaru dari Sportmediset yang cukup mengejutkan publik.

Disebutkan bahwa Ibrahimovic bakalan menggantung sepatunya pada akhir musim ini. Dan usai melakukannya, ia ingin menimba ilmu guna melanjutkan karirnya sebagai pelatih.

Keputusan sang pemain ini bukan tanpa sebab. Ibra diklaim tak senang dengan konflik Internal yang sempat terjadi di kubu Rossoneri, dimana konflik tersebut juga yang membuat Zvonimir Boban harus terdepak dari posisinya sebagai CEO Klub.

Seperti yang diketahui, Boban secara terbuka menyatakan keberatan atas tindakan Ivan Gazidis selaku CEO Milan. Ia merasa tugas dan wewenangnya diambil alih secara diam-diam.

Padahal, Boban sendiri adalah sosok yang berperan dalam keberhasilan AC Milan mendatangkan Ibrahimovic pada januari kemarin.

Liga Champions Eropa Ditunda Sampai Waktu Yang Belum Ditentukan

Serangkaian keputusan diambil UEFA setelah menggelar pertemuan jarak jauh. Salah satunya adalah keputusan terkait jadwal ulang Liga Champions Eropa. Kompetisi tersebut akan ditunda sampai waktu yang belum ditentukan.

Tidak lain, keputusan tersebut diambil seiring dengan pandemi Virus Corona atau COVID-19 yang tak kunjung mereda. Banyak Sektor yang berdampak karena wabah tersebut, tak terkecuali sepakbola yang begitu didambakan publik Eropa.

Tercatat, Italia adalah negara yang paling berdampak, dimana hal tersebut membuat Serie A akhirnya ditangguhkan sampai awal bulan April 2020 mendatang. Hal serupa kemudian dilakukan oleh Liga Primer Inggris, La Liga Spanyol dan Bundesliga Jerman.

Sedangkan UEFA sendiri sebelumnya memutuskan untuk tidak menggelar pertandingan Liga Champions Eropa dan Liga Europa yang harusnya digelar pekan ini. Di Liga Champions sendiri, hanya ada sisa empat pertandingan leg kedua babak 16 besar yang belum bergulir.

Pada hari Selasa (17/03), UEFA menggelar rapat jarak jauh untuk menentukan nasib Liga Champions. Sebagai informasi, laga pamungkas kompetisi tersebut harusnya digelar pada akhir bulan Mei nanti.

Asosiasi Sepakbola Tertinggi di Eropa tersebut akhirnya memutuskan untuk tidak menggelar Liga Champions Eropa sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

“Semua kompetisi dan pertandingan klub dan timnas baik untuk pria dan wanita ditunda sampai pengumuman yang lebih lanjut,” bunyi pernyataan UEFA dikutip dari Daily Mail.

Sebelumnya, UEFA juga sudah memutuskan untuk tidak menggelar ajang akbar, Piala Eropa atau Euro 2020 pada musim panas nanti. Kompetisi tersebut baru akan digelar 12 bulan setelahnya, atau pada Juni tahun 2021 mendatang.

Perihal Liga Champions sendiri, Marca mengklaim telah mengetahui tanggal pasti kapan laga finalnya bakalan digelar. Media asal Spanyol itu mengatakan bahwa laga final bakalan digelar pada tanggal 27 Juni.

Adapun, pertandingan babak 16 besar Liga Champions Eropa terakhir kali digelar pada pekan lalu. Empat tim telah memastikan tiket ke babak 16 besar setelah melakoni leg kedua, yang sebagian diantaranya digelar tanpa kehadiran penonton.

Adapun, empat tim tersebut antara lain adalah RB Leipzig, Atalanta, Paris Saint-Germain dan Atletico Madrid.

Emre Can Ungkap Alasan Tinggalkan Juventus

Gelandang Jerman, Emre Can akhirnya angkat bicara mengenai alasan dibalik keputusannya hengkang dari Juventus pada bursa transfer musim dingin kemarin.

Sebagai informasi, Emre Can bergabung dengan Juventus pada bursa transfer musim panas tahun 2018 lalu. Saat itu, kontraknya dengan Liverpool berakhir, sehingga dia merapat ke Turin dengan status bebas transfer alias gratis.

Pada kampanye musim 2018/19, atau musim debutnya di Serie A Italia, gelandang Internasional Jerman ini mendapat jatah bermain yang cukup. Dia kerap diandalkan pelatih Max Allegri.

Namun, situasinya berbeda sejak memasuki musim 2019/20 ini. Kehadiran pelatih Maurizio Sarri membuat sang pemain harus rela lebih sering duduk di bangku cadangan.

Mantan pelatih Napoli itu lebih senang memainkan Miralem Pjanic, Sami Khedira dan Rodrigo Bentancur di lini tengah. Akhirnya, Can terabaikan.

Kemudian, mantan pemain Bayer Leverkusen ini memanfaatkan bursa transfeer musim dingin Januari 2020 kemarin untuk pindah klub. Akhirnya, dia bergabung dengan Borussia Dortmund.

Berbicara mengenai alasan dibalik keputusannya pindah, Can pun tak memungkiri bahwa dia ingin bermain lebih banyak. Pasalnya, dengan tampil lebih banyak peluangnya menembus timnas Jerman untuk ajang Euro 2020 lebih besar.

“Alasan utama saya meninggalkan Juventus adalah karena saya ingin bermain sepak bola lagi. Jelas kemungkinan berpartisipasi dalam Kejuaraan Eropa juga berdampak. Saya ingin menjadi bagian dari tim nasional Jerman,” kata Can kepada surat kabar Jerman, Kicker.

Lebih lanjut, Emre Can kecewa lantaran Juventus menolak banyak tawaran untuknya pada musim panas kemarin, tapi justru dia tidak sering diandalkan oleh manajer Maurizio Sarri.

“Kemudian, setelah klub menolak tawaran untuk saya dan membawa saya keluar dari bursa transfer, ia (sarri) menelepon saya dan dengan panggilan telepon 20 detik mengumumkan bahwa saya tidak ada dalam daftar pemain di Liga Champions.”

“Setelah panggilan itu, saya tidak diberi kesempatan. Saya pikir itu tidak adil dan itulah sebabnya saya memutuskan untuk pindah pada bulan Januari. Tapi keputusan itu tidak ada hubungannya dengan klub, juga para penggemar,” tegasnya.

Kini di Dortmund, Can jadi andalan utama di lini tengah. Hanya saja, dia gagal membantu wakil Jerman itu lolos ke perempat final Liga Champions usai kekalahan 0-2 di kandang PSG Dinihari tadi.

Erling Haaland Buka Pintu Gabung Real Madrid

Penyerang buas Norwegia, Erling Braut Haaland memberikan sinyal positif kepada raksasa La Liga Spanyol, Real Madrid terkait dengan peluang bergabung ke Bernabeu di masa mendatang.

Sebagai informasi, Erling Haaland merupakan salah satu pemain muda yang sangat bersinar pada kampamye musim ini. Setelah bermain apik bersama RB Salzburg, yang bersangkutan lantas dibeli Borussia Dortmund pada bursa transfer musim dingin kemarin.

Performanya saat membela Norwegia di ajang Piala Dunia U-20 tahun kemarin memang sudah menarik minat sejumlah raksasa Eropa. Bagaimana tidak ? Dia berhasil mencetak sembilan gol sekaligus dalam satu pertandingan pada kompetisi tersebut.

Manchester United sangat serius ingin membeli Erling Haaland pada Januari 2020 lalu. Akan tetapi, jalan terjal dihadapi. Mino Raiola, agen Erling Haaland, tidak bersedia berhubungan dengan United dan akhirnya memilih pindah ke Dortmund.

Sebelum memutuskan bergabung dengan klub Jerman, Haaland sudah diminati sejumlah raksasa Eropa seperti Real Madrid misalnya.

Meski saat ini dia sudah terikat kontrak jangka panjang dengan Dortmund, namun yang bersangkutan tak menutup peluang merapat ke Santiago Bernabeu.

“Selalu menyenangkan ketika mendengar klub-klub besar tertarik pada Anda. Itu artinya, Anda telah melakukan sesuatu dengan benar,” ucap Erling Haaland kepada Four Four Two Magazine.

Perlu diketahui, Dortmund sendiri membeli Erling Haaland senilai 20 Juta Euro dari RB Salzburg, tapi tentu saja angka tersebut berpotensi melambung. Bahkan, saat ini nilai jual Haaland mencapai angka 60 Juta Euro.

Sejak dibeli dari RB Salzburg, Haaland langsung tancap gas bersama Dortmund. Sejauh ini dia bahkan mengemas sembilan gol hanya dalam 7 pertandingan Bundesliga Jerman. Tak hanya itu, sang pemain juga tampil apik di panggung Eropa.

Tercatat, Haaland mengemas dua gol saat Dortmund menang atas PSG pada partai leg pertama babak 16 besar Liga Champions Eropa. Sedangkan jika digabung dengan statsitiknya saat bermain bagi Klub Austria, Haaland sudah mencetak 10 gol di ajang Liga Champions.

Total, Haaland sudah mencetak 40 gol di level klub. Baik itu bersama Dortmund maupun FC Salzburg.

Menang di Santiago Bernabeu, Pep Disanjung Legenda City

Kemenangan atas Real Madrid di Santiago Bernabeu dinihari tadi tak lepas dari ramuan ‘baru’ dari pelatih Pep Guardiola. Tak heran jika banyak yang kemudian menyanjung tangan dingin pelatih asal Spanyol, termasuk salah satunya legenda klub, Micah Richards.

Sebenarnya, para pemain Manchester City juga ikut terkejut dengan perubahan formasi yang dilakukan Pep Guardiola. Mantan pelatih Barcelona itu mengubah pakem 4-3-3 yang biasa dia gunakan menjadi 4-4-1-1.

Tak hanya formasi, Pep bahkan tidak menyertakan nama-nama seperti Sergio Aguero, Fernandinho dan Raheem Sterling sebagai starter dalam laga tersebut. Lalu beberapa pemain juga tidak dimainkan pada posisi yang seharusnya.

Misalnya Gabriel Jesus, jika pemain Brazil biasanya bermain sebagai penyerang tengah, dalam laga tersebut dia tampil sebagai gelandang kiri. Bernardo Silva yang biasanya menghuni posisi tersebut justru bermain sebagai penyerang tunggal.

Meski cukup kontroversial dan membuat kaget banyak pihak, racikan pep Guardiola ini terbukti efektif untuk membungkam publik Santiago Bernabeu. Pasukan Zinedine Zidane akhirnya takluk dengan skor 1-2, meski sempat unggul lebih dulu lewat gol Isco.

Tak ayal, tangan dingin sang manajer lantas mendapat sanjungan dari banyak pihak, termasuk legenda klub Micah Richards.

“Ini adalah masterclass. Beberapa kali, orang-orang mempertanyakan Pep – tidak memainkan David Silva, Sterling, Aguero, Fernandinho – dia pantas mendapatkan pujian yang besar. Malam ini ia menunjukkan bahwa bila dia bukan pelatih terbaik di dunia, dia adalah salah satu dari tiga besar,” katanya kepada Radio BBC 5.

Pelatih Pep Guardiola sendiri mengaku puas dengan kinerja para pemainnya sepanjang pertandingan tadi. Hanya saja, sang juru taktik enggan jemawa karena masih ada pertandingan leg kedua yang mungkin akan lebih berat.

“Saya senang dan puas dengan kemenangan dan performa anak-anak. Tapi, semuanya belum usai. Hanya akan ada satu klub yang akan tampil sebagai juara. Manchester City belum memenangi banyak gelar, tapi bisa menang di Santiago Bernabeu adalah kepuasan tersendiri,” kata Pep.

Adapun, pertandingan leg kedua antara kedua tim baru akan dilangsungkan pada 19 Maret 2020 mendatang di Etihad Stadium.