Author: admin

Gatusso Berharap bertahan di Milan

Gennaro Gattuso, legenda sekaligus manajer AC milan tersebut tampak begitu senang setelah mengantarkan Rossoneri melaju ke babak 16 besar Liga Europa musim ini. Selepas pertandingan melawan Ludogorets Razgard, Gattuso pun mengaku akan sangat senang jika diminta bertahan pada posisi tersebut.


Sebagaimana diketahui, Gattuso memang ditunjuk menggantikan Vincenzo Montella sejak paruh pertama musim ini. Sempat ada kesulitan yang ditemui legenda Rossoneri tersebut menyusul serangkaian hasil negatif yang didapat AC Milan, tapi belakangan performa Rossneri arahannya terbilang sudah membaik menurut takasibet.

Hasil-hasil bagus didapat AC Milan selama beberapa pertandingan terakhirnya, termasuk saat berhadapan dengan Ludogorets Razgard di ajang Liga Europa, Jum’at dinihari WIB (23/02) waktu setempat. Dalam pertandingan tersebut, Milan berhasil mengemas kemenangan tipis 1-0 yang sekaligus memastikan kelolosan mereka ke babak 16 besar, berkat agregat telak 4-0.

Meski demikian, masa depan Gattuso sejatinya tidak bisa diberi jaminan, atau tidak pasti, pasalnya target klub untuk finish di ZOna Liga Champions Eropa pada akhir musim nanti masih belum tentu bisa dicapai. Namun, Gattuso sendiri mengaku akan sangat senang jika memang diminta untuk bertahan pada posisinya saat ini, ketika ditanya mengenai masa depannya di Milan.

“Anda harus bertanya kepada klub soal itu. Saya selalu memberikan jawaban yang sama, karena inilah yang saya percaya. Ini sebuah kehormatan bagus saya menjadi pelatih Milan. Ada banyak tekanan dan tanggung jawab juga, tapi saya menyukainya. Saya benar-benar berterima kasih kepada Mirabelli dan Fassone yang telah memberi saya kesempatan ini dan saya harap ini berlanjut.” Demikian kata sosok berjuluk ‘The Rhino’ tersebut.

Adapun pada pertandingan leg kedua babak 32 besar kemarin, adalah Fabio Borini yang mencetak gol semata wayang AC milan, dimana kemenangan itu jadi kemenangan ke empat secara beruntun yang diraih oleh tim besutan Gattuso.

Ferdinan Yakin Kane tetap di Totenham

Kegemilangan Harry Kane di atas lapangan dalam dua musim terakhir membuat yang bersangkutan kerap kali dikaitkan dengan sejumlah raksasa Eropa, namun Kane sendiri sempat mengungkapkan komitmennya bersama Tottenham Hotspur. Akan tetapi, hal ini diragukan oleh mantan bek Manchester united, Rio Ferdinand.


Sebagaimana diketahui, Kane adalah salah satu penggawa Manchester United yang tampil apik dalam dua musim terakhir dengan menjadi Top Skorer Liga Primer Inggris secara beruntun. Yang bersangkutan juga berpeluang mengulang prestasinya tersebut musim ini setelah mengoleksi tak kurang dari 26 gol di ajang Premier League musim ini.

Tak heran jika Kane terus dikaitkan dengan sejumlah raksasa Eropa, dan sempat muncul kabar yang mengklaim bahwa penyerang Internasional Inggris tersebut sempat mendapat tawaran dari Real Madrid pada musim panas kemarin. Soal masa depannya yang terus diperbincangkan Kane sendiri justru mengaku ingin bertahan lama di Tottenham Hotspur.

Bahkan, belum lama ini, Kane mengungkapkan kekagumannya akan sosok Francesco Totti dan mengaku tertarik untuk mengikuti jejak sang legenda AS Roma tersebut. Tapi Rio Ferdinand meragukan komitmen pemain berusia 25 tahun tersebut, dengan talenta yang dia miliki dan ketertarikan dari para raksasa Eropa, Kane diyakini Ferdinand bakal tergoda dengan tawaran yang dilayangkan.

“Ketika Anda punya talenta seperti [yang dimiliki Kane] itu, tim-tim akan datang menelepon, dan mampukah Tottenham menolaknya?” dikutip dari sbobet.

“Mereka [Spurs] pindah ke stadion baru tahun depan. Saya yakin mereka ingin mempertahankan dia dan membiarkan Harry melakukan kick-off stadion tersebut, namun ini soal siapa yang akan datang menghampiri, dan dalam bentuk apa mereka datang. Itulah yang akan menentukan apakah Harry bertahan di Tottenham atau tidak.” kata Ferdinand kepada Omnisport saat menghadari London Football Awards (LFA).agenbola8.com

Mourinho di Kritik Lagi karena Bertahan.

Manajer Manchester United, Jose Mourinho, menuturkan pembelaannya terkait dengan kritik yang dilayangkan para Jurnalis tentang taktiknya yang disebut lebih bermain bertahan dalam laga kontra Sevilla kemarin. Juru taktik asal Portugal tersebut sendiri merasa taktik bertahan adalah taktik yang sangat wajar diterapkan.


Sebagaimana diketahui, Manchester United memang terlihat cenderung bermain bertahan saat bertandang ke Estadio Ramon Sanchez pizjuan pada partai leg pertama babak 16 besar Liga Champions Eropa, Kamis dinihari WIB kemarin (22/02) waktu setempat.

Para pemain Manchester United secara keseluruhan tak terkecuali Romelu Lukaku sampai mundur ke belakang membantu pertahanan dari gempuran tuan rumah Sevilla yang terlihat mendominasi sejak menit pertama. Apapun itu, yang jelas cara bermain Manchester United dan gemilangnya David De Gea di bawah mistar gawang membuat Sevilla gagal memanfaatkan sejumlah peluang yang ada dan akhirnya hanya mampu bermain imbang tanpa gol. Portal bola.

Meski hasil tersebut bisa dikatakan cukup menguntungkan bagi Manchester United, tapi tak sedikit kritik yang didapat manajer Jose Mourinho yang juga mantan Pelatih Chelsea terkait dengan taktik yang dia terapkan di markas Sevilla kemarin. Ketika ditanya tanggapannya mengenai kritik tersebut, Jose Mourinho sendiri berkilah dengan mengatakan bahwa sistem bertahan adalah hal yang wajar dalam sepakbola.

“Saya kira semua jurnalis yang ada di sini bekerja di bidang olahraga bukan? Di Liga Inggris mereka bilang penyerang tidak usah bertahan. Saya akan tanya David Beckham begitu saya bertemu dengannya untuk mengetahui apakah dia akan diam saja melihat timnya kemasukan gol atau membantu pertahanan.”

“Ketika kau menguasai bola, kau menyerang. Jika tidak, kau bertahan. Sepertinya orang-orang ingin menciptakan olah raga baru tetapi saya masih tidak mengerti. Dalam satu tim, semua saling membantu,” ujar Mou dikutip dari tribalfootball.

Dele Alli Dituding Tukang Diving, Pochettino Membela

Dele Alli Dituding Tukang Diving, Pochettino Membela

Gelandang Dele Alli kembali dituding melakukan aksi diving saat Tottenham Hotspur mendapati hadiah penalti dari wasit dalam laga kontra Crystal Palace akhir pekan kemarin. Terkait dengan tudingan tersebut, manajer Mauricio Pochettino tidak tinggal diam, pria asal Argentina tersebutpun membela Dele Alli.

Dele Alli Dituding Tukang Diving, Pochettino Membela

Sebagaimana diketahui, Tottenham Hotspur memang bertandang ke Selhust Park Stadium untuk berhadapan dengan tua rumah Crystal Palace dalam matchdays ke-28 Premier League. Sepanajng pertandingan tersebut, Tottenham Hotspur yang bermain sebagai tim tamu tampak menemui kebuntuan. Berbagai cara mereka lakukan untuk menaklukan jala The Eagles, namun tak kunjung sukses.

Bahkan salah satu usaha ‘ekstrem’ yang dilakukan gelandang Dele Alli adalah terjatuh dalam kotak penalti saat memasuki pertengahan babak kedua, ketika pemain Timnas Inggris tersebut berduel dengan Patrick Van Aanholt. Dele Alli dinilai telah melakukan aksi diving oleh wasit yang memimpin pertandingan tersebut, dan akhirnya usahanya gagal.

Untung saja, gol harry kane jelang berakhirnya pertandingan kemudian membawa Tottenham Hotspur meraih tiga poin dalam pertandingan tandang tersebut. Namun tetap saja, Aksi Diving yang dilakukan Dele Alli dalam pertandingan tersebut kemudian jadi sorotan sejumlah pihak.

Banyak yang mengkritik sikap pemain muda Inggris tersebut di atas lapangan, lantaran diving sendiri bukanlah sikap yang terpuji bahkan cenderung dianggap sebagai kecurangan di atas lapangan. Tak ayal, pemain berusia 21 tahun itu kemudian mendapat kritikan selepas laga, namun pelatih Mauricio Pochettino tidak tinggal diam mendengar pemainnya dikritik.

“Dia adalah target empuk untuk semua orang, Kita harus berhenti untuk terlalu sering membicarakan dia demi membantu orang-orang, fans, yang menciptakan reputasi ini.”

“Dia itu begitu kompetitif dan bermain sangat baik namun Dele adalah target empuk. Dele adalah pemain spesial. Dia akan bermain. Dia akan menunjukkan kualitasnya. Dia tidak mengkhawatirkan apa yang orang-orang katakan soal dia.” kata Pochettino

Franck Kessie Ungkap Perbedaan Montella dan Gattuso

Franck Kessie Ungkap Perbedaan Montella dan Gattuso

Gelandang anyar AC Milan, Franck Kessie tak ragu untuk memberikan sanjungan kepada manajer AC Milan, Gennaro Gattuso terkait dengan kinerja sang legenda klub di kursi pelatih belakangan ini. Bahkan, mantan pemain Atalanta tersebut kemudian membandingkan Kinerja Gattuso dengan Vincenzo Montella.

Franck Kessie Ungkap Perbedaan Montella dan Gattuso

Sebagaimana diketahui, Vincenzo Montella adalah pelatih AC Milan sejak awal musim ini, namun pada pertengahan November lalu, mantan pelatih Fiorentina kemudian didepak dari Kursi manajer terkait dengan serangkaian hasil mengecewakan yang didapat Rossoneri. Tak lama kemudian, AC milan kemudian remsmi menunjuk Gennaro Gattuso untuk menjadi suksesor Montella.

Muncul keraguan di benak publik terkait dengan penunjukkan Gattuso, mengingat legenda klub tersebut tak memiliki pengalaman melatih yang cukup. Benar saja, pada periode awalnya, Gattuso banyak mendapat kritik lantaran hasil-hasil yang didapat juga masih tak memuaskan.

Untungnya, periode sulit tersebut sudah terlewati, dengan belakangan AC milan mendapati serangkaian hasil bagus, bahkan tak terkalahkan dalam 12 pertandingan terakhir. Terkini, Rossoneri berhasil memetik tiga angka di Markas AS Roma dalam lanjutan Serie A Italia, dimana itu adalah kemenangan kelima secara beruntun yang diraih Milan .

Terkait dengan kinerja apik sang manajer anyar, Gelandang Franck Kessie tak ragu untuk melayangkan sanjungan, tapi terlepas dari sanjungan tersebut, pemain asal Pantai Gading juga turut melayangkan kritik terhadap Montella.

“Gattuso membuat kami bekerja lebih keras, terutama dalam hal taktik. Dengan Montella, kami bekerja sangat sedikit dalam latihan, namun sekarang berbeda dengan Gattuso dan Anda dapat melihat hasilnya di lapangan. Atmosfer ruang ganti selalu sama, perbedaannya adalah sekarang kami bekerja lebih keras. Ini seperti sebuah keluarga di sini dan hasilnya mulai datang.” ujar sang gelandang kepada Mediaset Premium.

Garry Neville Kecam Habis Performa Arsenal Kontra City

Garry Neville Kecam Habis Performa Arsenal Kontra City

Salah seorang legenda Manchester United, Garry Neville melayangkan kritik yang cukup pedas terhadap Tim Arahan Arsene Wenger, Arsenal. Kritik tersebut tak lain berkaitan dengan kekalahan yang ditelan The Gunners dalam pertandingan melawan Manchester City di Final Piala Liga kemarin.

Garry Neville Kecam Habis Performa Arsenal Kontra City

Sebagaimana diketahui, Manchester City dan Arsenal memang saling berhadapan dalam partai final Piala Liga Inggris, minggu malam WIB Kemarin (25/02) waktu setempat. Dalam pertandingan tersebut sendiri Manchester city memang terlihat tampil lebih mendominasi sejak pekan pertama, dan akhirnya mereka berhasil meraih kemenangan telak 3-0 atas Arsenal.

Dalam pertandingan tersebut, Gary Neville yang merupakan mantan penggawa andalan Manchester united memang bertugas menjadi komentator di sebuah stasiun televisi, kemudian selepas pertandingan Neville lantas mengecam habis performa Arsenal dalam pertandingan tersebut.

Dalam pandangannya, The Gunners tampil sangat mengecewakan, dibawah rata-rata, sampai-sampai kekalahan tersebut membuat salah seorang suporter mereka menangis.

“Di menit sebelum gol itu, saya sempat menggarisbawahi para pemain Arsenal yang jalan-jalan, dan kemudian langkah mundur Aaron Ramsey serta Granit Xhaka, joging – mereka benar-benar memalukan, sangat-sangat memalukan,”

“Berjalan di lapangan Wembley, menyerah, tak tahu malu. Dan lihat itu [ada anak kecil yang menangis ketika kamera mengarahkan ke tribun penonton], itulah yang mereka sebabkan. Semua suporter ingin melihat para pemain berlari, secepat yang dia bisa, sekeras mungkin, namun mereka malah berjalan-jalan di lapangan.” Demikian ujar Neville kepada reporter.

Manchester City sendiri berhasil meraih gelar juara pertamanya musim ini berkat gol-gol yang dicetak oleh Sergio Aguero, Vincent Kompany dan David Silva.

Arsene Wenger Merasa Kasihan dengan Mesut Ozil

Arsene Wenger Merasa Kasihan dengan Mesut Ozil

Pelatih Arsenal, Arsene Wenger merasa kasihan dengan salah seorang penggawa andalannya di lini tengah, Mesut Ozil, dimana menurut pelatih asal Prancis tersebut sejak klub resmi ditinggalkan Alexis Sanchez pada akhir januari kemarin, maka Praktis gelandang Internasional Jerman akan menanggung beban yang lebih berat.

Arsene Wenger Merasa Kasihan dengan Mesut Ozil

Sebagaimana diketahui, saat didatangkan dari Real Madrid pada bursa transfer musim panas tahun 2013 silam, Praktis Ozil langsung menjadi bintang utama Arsenal. Dia langsung jadi sorotan dan performanya selalu mendapat sanjungan saat Arsenal berhasil meraih kemenangan, dan justru sebaliknya dia selalu dikritik kala The Gunners telan kekalahan.

Namun, sejak Arsenal mendatangkan Alexis Sanchez, terlihat jelas bahwa beban di pundak Ozil sedikit berkurang, karena sejak saat itu, Sanchez dan Ozil sudah terlihat seperti Arsenal di mata publik. Sayangnya, Sanchez sendiri kemudian memutuskan untuk meninggalkan klub London Utara pada musim dingin Januari kemarin untuk merapat ke Old Trafford.

Dengan demikian, maka situasinya bagi Ozil bisa kembali seperti sebelumnya ‘menanggung’ Arsenal seorang diri. Hal inilah yang membuat manajer Arsene Wenger merasa kasihan dengan gelandang Internasional Jerman tersebut. Menurut wenger, partai final Piala Liga melawan Manchester City minggu besok bakal jadi ajang bagi Ozil untuk menampilkan performa terbaiknya.

“Ini juga pertandingan yang penting untuk Mesut Ozil. Sekarang dia punya tanggung jawab lebih besar sejak kepergian Alexis Sanchez, namun jangan berharap dia akan mengubah caranya bermain. Dia akan bermain di kecepatan yang sama, sayangnya untuk dia, hal ini menciptakan kritik karena dia terlihat begitu santai.”

“Saya sebenarnya kasihan padanya karena dia bisa melakukan banyak hal yang tidak bisa dilakukan kebanyakan pemain, namun orang-orang justru fokus pada hal-hal yang tidak bisa dia lakukan. Dia punya kemampuan luar biasa. Jika dia mendapat banyak waktu dengan bola, dia bisa menciptakan banyak masalah untuk City. Itulah yang harus dilakukan Arsenal. Mereka harus memberinya bola di area berbahaya ” Demikkian ujar manajer Prancis kepada Sportsmole.

Gianfranco Zola Abaikan Rumor Tangani Chelsea

Gianfranco Zola Abaikan Rumor Tangani Chelsea

Posisi Antonio Conte di kursi manajer Chelsea bisa dikatakan sedang tidak aman, dan dengan alasan tersebutpun banyak isu yang terdengar di media-media Inggris terkait dengan sejumlah nama yang diyakini berpeluang menggantikan peran Conte di Stamford bridge, termasuk diantaranya legenda klub, Gianfranco Zola. Namun, legenda asal Italia tersebut sendiri tak tertarik untuk berkomentar mengenai isu tangani Chelsea.

Gianfranco Zola Abaikan Rumor Tangani Chelsea

Setelah musim lalu berhasil mengantarkan Chelsea meraih trofi Premier League lewat catatan 30 kemenangan, Antonio Conte pun panen akan pujian dari sejumlah pihak. Namun, situasinya tidak berpihak kepada sang manajer maupun Chelsea sejak awal musim ini. Jangankan untuk merebut puncak klasemen dari tangan Manchester city bahkan untuk bertahan di Zona Liga champions Eropa saja Chelsea cukup jatuh bangun.

Karena alasan tersebut, Conte sendiri dipercaya tidak akan kembali tangani Chelsea musim depan jika memang pada akhir musim nanti tim arahannya gagal meraih gelar juara, atau yang paling buruk gagal mendapatkan tiket ke ajang Liga champions Eropa musim depan. Belum lagi, pada musim dingin kemarin terdengar kabar adanya konflik antara eks pelatih Juventus tersebut dengan jajaran manajemen Klub.

Chelsea diyakini sudah mempersiapkan sejumlah nama untuk mereka pertimbangkan jadi manajer utama Fabregas Cs musim depan, dan Zola dipercaya adalah salah satunya. Namun, sosok yang membela Chelsea pada periode 1996 sampai tahun 2003 tersebut tak tertarik membahas rumor ini.

“Dalam satu pekan ada satu kabar lalu dalam satu pekan lainnya tidak ada kabar apa pun, yang menghubungkan saya dengan Chelsea, Namun, saya tidak tahu apa pun mengenai hipotesis satu ini. Lagipula, setelah menangani Birmingham, saya menghabiskan waktu setahun di luar sepakbola [istirahat].” Demikian kata Zpola sebagaimana dilansir media setempat.

Klub terakhir yang ditangani Zola adalah Birmingham pada musim 2016/17. Sayangnya, di klub itu dia terbilang gagal, dengan dia hanya bertahan empat bulan.

Zola bukanlah sosok asing bagi Chelsea. Dalam kurun 1996-2003, pria berusia 51 tahun itu menjadi figur integral bagi si London Biru, di mana dia mampu mempersembahkan tujuh trofi – tanpa gelar Liga Primer Inggris.

Jose Mourinho Peringatkan Paul Pogba

Jose Mourinho Peringatkan Paul Pogba

Dengan label sebagai salah satu gelandang terbaik dunia dan pemain termahal yang didatangkan Manchester United sepanjang sejarah klub, tidak lantas membuat gelandang Paul Pogba selalu mendapatkan tempatnya di tim utama Setan merah, demikian peringatan dari manajer Jose Mourinho.

Jose Mourinho Peringatkan Paul Pogba

Seperti diketahui, gelandang Internasional Prancis tersebut memang sudah sering kali duduk di bangku cadangan sejak bergulirnya paruh kedua musim ini. Bahkan yang bersangkutan sendiri hanya tampil dua kali sebagai starter dari empat pertandingan terakhir Manchester United di semua ajang.

Tentu saja situasi tersebut tidak bagus bagi Pogba yang faktanya tengah berusaha untuk tampil lebih baik jelang digulirkannya turnamen Piala Dunia 2018 pada Juni mendatang. Namun, Manajer Jose Mourinho merasa bahwa keputusannya adalah keputusan yang tepat ketika memang seorang pemain tak berada dalam performa terbaiknya.

“Saya kira saya tak memberikan kepercayaan secara gratis, Saya kira justru sebaliknya. Saya tidak berpikir ini soal manajer mempercayai pemain, pemain yang harus membuat manajer percaya padanya, sesederhana itu.” tutur Mourinho menurut Sportsmole.

Lebih lanjut, pelatih asal Portugal tersebut mengaku sedikit kecewa, lantaran terkadang dirinya memberikan segalanya untuk seorang pemain tapi justru tidak ada timbal balik akan hal tersebut.

“Kadang sepertinya kita harus memberikan segalanya untuk para pemain dan mereka tidak memberikan apapun. Saya tidak berpikir seperti itu. Saya sendiri menunjukkannya pada Scott (McTominay). Dia layak mendapatkannya.” Tandasnya.

Kendati demikian, Jose Mourinho mengaku sudah melihat perbaikan performa dalam diri Pogba saat yang bersangkutan diturunkan sebagai pemain pengganti dalam pertandingan melawan Sevilla akhir pekan kemarin.

“Ketika menjadi starter, seorang pemain akan mempersiapkan diri dengan cara yang berbeda. Sementara di bangku cadangan, dia harus melakukan pemanasan dan kemudian menyesuaikan diri dengan tempo permainan. Itu tidak mudah dan saya rasa dia sudah melakukan yang terbaik.” tandasnya.

Wanda Nara akui Ada Tawaran Untuk Icardi

Wanda Nara akui Ada Tawaran Untuk Icardi

Istri yang sekaligus menjabat sebagai agen resmi Mauro Icardi, Wanda Nara, mengakui adanya tawaran yang menghampiri klien dan suaminya sepanjang bursa transfer musim panas lalu dan Januari kemarin. Meski belum menerima satupun dari tawaran tersebut, tapi Wanda mengaku tetap mengevaluasinya.

Wanda Nara akui Ada Tawaran Untuk Icardi

Isu tentang ketertarikan Real madrid, Barcelona, Napoli dan sejumlah raksasa Eropa lainnya terhadap Icardi sebenarnya sudah terdengar sejak beberapa musim belakangan. Namun pada faktanya pemain berusia 24 tahun tersebut tak kunjung meninggalkan Inter Milan.

Pada musim panas lalu, Icardi dipercaya ada dalam bidikan Barcelona, Chelsea, Manchester United dan Paris Saint-Germain. Sedangkan pada musim dingin kemarin, pemain berusia 24 tahun dipercaya diinginkan oleh Napoli dan Real Madrid. Namun tetap saja, yang bersangkutan tetap bertahan di San Siro.

Diungkapkan Agen Transfer yang sekaligus adalah istrinya, Wanda Nara, bahwa memang terdapat sejumlah tawaran untuk sang suami pada musim dingin kemarin. Wanda mengakui tetap mendengar tawaran demi tawaran tersebut untuk kemudian mengevaluasinya dengan situasi terkini kliennya di Inter Milan.

Sedangkan pihak Inter Milan sendiri belum mengajukan tawaran perpanjangan kontrak anyar, kendati beberapa kali perwakilan mereka sudah mengindikasikan kontrak baru belakangan ini.

“Pada akhir bursa transfer, beberapa nama penting datang untuk menunjukan mintanya pada Icardi. Saya mengurus masa depannya dan setidaknya saya juga harus dengarkan mereka, Saya akan segera mengevaluasi tawaran mereka dan juga situasi saat ini,”

“Saya belum pernah bertemu dengan Piero [Ausilio, direktur olahraga Inter], tapi kami sering tersambung lewat telepon. Saya tahu apa yang saya pikirkan dan saya juga tahu apa yang dia dan klub pikirkan,” Demikian kata wanda Nara kepada reporter.

Musim ini, Pemain asal Argentina sudah mencetak 18 gol dari 22 laga di Serie A. Karena itu, ada banyak klub yang tertarik memakai jasanya.