Paul Pogba Tercatat Sebagai Pemain Terkaya Premier League Musim Ini

Premier League atau Liga Primer Inggris adalah salah satu liga top Eropa dalam dua dekade terakhir ini. Bahkan, beberapa mengklaim bahwa Premier League adalah liga terbaik di Benua Biru. Tak herna jika bayaran para pemain di sana terbilang sangat tinggi.

Yang jadi pertanyaan menarik, siapa pemain yang memiliki kekayaan paling banyak di ajang Liga Primer Inggris musim ini?

Sebagaimana dilansir oleh The Times, gelandang andalan Manchester United, Paul Pogba menjadi pemain dengan kekayaan tertinggi di Premier League musim ini. Pemain Prancis ini digaji 290 ribu pounds per minggu.

Selain itu, Pogba juga mendapatkan tambahan 31 juta pounds untuk kontrak 10 tahun dengan sponsor sejak 2016.

Sedangkan di urutan kedua masih ditempati oleh pemain Manchester United, sosok tersebut adalah penjaga gawang David De Gea. Pemain Spanyol ini menerima gaji sebesar 375 Ribu Poundsterling per pekan dari Setan Merah.

Sedangkan di urutan ke-3 ada bintang andalan Manchester City, Kevin De Bruyne. Sebagai satu di antara pemain terbaik Eropa, de Bruyne memiliki kekuatan finasial tak hanya dari gaji.

Pemain Timnas Belgia ini dikabarkan mendapatkan gaji 350 ribu pounds dari gaji dan menghasilkan 18,2 juta pounds dari sponsor. Jadi wajar jika yang bersangkutan berada di urutan ketiga dalam daftar pemain terkaya Premier League musim ini.

Begitupun dengan urutan ke-4, ada bintang Manchester City lainnya Raheem Sterling. Pemain Timnas Inggris tersebut mendapatkan gaji sebesar 300 Ribu Poundsterling per pekannya dari Citizen, jumlah gajinya bahkan lebih tinggi dari pemain senior sekelas Sergio Aguero.

Sedangkan bintang Chelsea, N’Golo Kante menduduki posisi kelima. The Time Melaporkan bahwa pemain Tim Nasional Prancis itu mendapatkan penghasilan sebesar 150 Ribu Poundsterling per pekannya dari Chelsea.

Menariknya, di urutan terbawah dalam daftar pemain terkaya Premier League yang dirilis The Times, justru ditempati Mohamed Salah. Bintang Mesir dikabarkan memiliki gaji sebesar 90 ribu pounds per pekan bersama Liverpool.

Jumlah tersebut dianggap kontras dengan kontribusi yang dia berikan kepada The Reds selama ini.

Serie A Italia Bisa Digelar Lagi Mulai 13 Juni 2020

Nasib liga-liga top Eropa sudah mulai menemui titik terang. Setelah Bundesliga Jerman dipastikan bergulir lagi pada 16 Mei besok, kini giliran Serie A Italia yang kemungkinan besar dilanjutkan mulai tanggal 13 Juni 2020 mendatang.

Sebagaimana laporan yang diturunkan goal Internasional, kemungkinan tersebut muncul setelah 20 Tim Serie A Italia menggelar pertemuan pada Rabu kemarin (13/05). Ada dua opsi tanggal kembalinya kompetisi, antara 13 Juni atau 20 Juni.

Laporan yang sama menyebut bahwa mayoritas klub lebih memilih tanggal 13 Juni, karena lebih cepat lebih baik.

Kendati sudah ada kesepakatan dari para kontestan, saat ini penyelenggara liga masih menunggu izin dari pemerintah sebelum benar-benar mengeluarkan pengumuman resmi tentang tanggal pasti kapan Liga bergulir lagi.

Namun yang jelas, kabar ini adalah kabar baik, terutama di tengah-tengah pandemi Covid-19 yang membuat masyarakat mulai jenuh.

“Mengenai kelanjutan aktivitas keolahragaan, tanggal 13 juni dipilih untuk melanjutkan kompetisi, sesuai dengan keputusan pemerintah dan sesuai dengan protokol medis untuk melindungi para pemain serta seluruh profesional.” Demikian rilis resmi Serie A.

Vincenzo Spadafora selaku Menteri Olahraga Italia juga mengaku telah menerima surat dari Federasi sepakbola Italia atau FIGC terkait dengan rencana pengguliran latihan mulai 18 Mei besok. Tentu, akan ada protokol medis yang ketat bakal diterapkan.

“Beberapa menit lalu saya menerima surat dari presiden FIGC, Gabriele Gravina, yang mengumumkan bahwa FIGC sudah menerima setiap saran Scientific Technical Comitee, menyesuaikan kembali protokol untuk mengizinkan latihan kembali per 18 Mei,” kata spadafora.

Sedangkan untuk masalah hak siar, mereka yang memiliki hak siar Serie A italia untuk periode 2018 sampai 2021 harus tetap membayarkan kewajiban mereka sesuai kesepakatan.

“Majelis Serie A hari ini bertemu dengan semua perusahaan yang berkepentingan melalui panggilan konferensi video. Serie A menegaskan kembali, mengenai lisensi hak siar tahun 2018 sampai 2021, mereka tetap akan mematuhi tenggat pembayaran sesuai kontrak.” Bunyi pernyataan Serie A.

Sebelum dihentikan, Serie A italia sudah memainkan 26 pertandingan. Artinya, masih ada 12 laga tersisa, dan kemungkinan besar akan digelar tanpa penonton.

Klopp Akui Belum Bisa Move On dari Momen Juara UCL

Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp mengakui bahwa momen juara Liga Champions Eropa yang dirayakan timnya musim kemarin adalah sebuah momen yang tidak terlupakan.

Sebagaimana diketahui, Liverpool memang berhasil menjadi juara Liga Champions Eropa pada kampanye musim 2018/19 kemarin. Mereka mengalahkan Tottenham Hotspur pada partai final dengan skor akhir 2-0.

Kemenangan The Reds tercipta berkat gol penalti Mohamed Salah dan gol Divock Origi pada menit-menit terakhir.

Dengan begitu, Jurgen Klopp berhasil meraih trofi pertamanya di Liverpool sejak dipercaya menangani Tim Marseyside pada 2015 lalu. Selain itu, Klopp juga akhirnya meraih gelar Liga Champions Eropa pertama dalam karirnya.

Diapun menyanjung momen gol penentu kemenangan yang dicetak oleh Divock Origi, karena gol tersebut memastikan kemenangan timnya.

“Gol luar biasa Divock Origi,” kata Klopp, seperti dilansir Mirror.

Wajar saja Klopp sangat terkesan dengan kemenangan tersebut, apalagi dia sudah pernah melalui dua final Liga Champions sebelumnya dan gagal menang. Salah satu bersama dengan Borussia Dortmund di tahun 2013 silam.

“Laga itu bukan permainan terbaik kami. Tapi, juga bukan permainan terbaik Tottenham. Ketika Divock mencetak gol, saya tahu itu sudah cukup dan kami menang. Itu adalah kenangan terbesar. Tugas terselesaikan dan saya sangat menyukainya,” imbuh Jurgen Klopp.

Selain itu, Klopp juga pernah membawa Liverpool melangkah sampai ke babak final Liga Europa, namun gagal juara lagi. Jadi wajar saja jika manajer asal Jerman masih belum bisa move on dengan momen tersebut.

Setelah laga mengesankan tersebut, Liverpool terus melaju dan terus unjuk gigi, terutama di liga domestik. Sadio Mane dan kawan-kawan tampil sangat perkasa pada Premier League 2019/20. Mereka unggul 25 poin atas Manchester City yang berada di peringkat ke-2.

Dengan begitu, tinggal dua kemenangan lagi untuk mengunci gelar Premier League musim ini. Sayangnya saja kompetisi Premier League sedang dihentikan karena pandemi Virus Corona.

Namun, sisa 9 pertandingan berpeluang besar digelar lagi dalam waktu dekat ini. Hanya saja, besar kemungkinan juga tidak ada penonton yang menyaksikan sisa laga tersebut.

Harry Kane Bisa Jadi Pemain Kunci MU untuk Rebut Gelar Liga

Eks Pelatih MU, Ron Atkinson mendesak mantan klubnya untuk merekrut striker Inggris, Harry Kane. Pemain Tottenham itu dianggap sebagai kepingan terakhir dalam skuat Ole Gunnar Solskjaer untuk merebut kembali gelar Premier League.

Manchester United memang terpuruk, setidaknya dalam beberapa tahun terakhir ini. Namun sejak kedatangan pelatih anyar Ole Gunnar Solksjaer, performa Setan Merah tampak membaik dan mengalami peningkatan secara perlahan.

Buktinya, sebelum kompetisi ditangguhkan karena pandemi Corona, Manchester United sudah meraih 11 laga tanpa kekalahan dengan catatan 29 gol dan kebobolan dua gol saja. Berkatnya, mereka berada di posisi ke-5 pada klasemen, hanya terpaut tiga poin dari empat besar.

Namun, MU tentu saja membutuhkan amunisi lagi jika memang ingin menjadi penantang serius dalam perburuan gelar juara musim-musim selanjunya. Ron Atkinson menilai mantan tim asuhannya butuh seorang striker top.

“Saya rasa mereka saat ini membutuhkan seorang striker yang top,” ujar Atkinson kepada beIN Sports.

Sebenarnya, skuat Manchester United saat ini sudah cukup bagus menurut atkinson, hanya saja mereka tidak punya penyerang ganas seperti Van Nistelrooy di Era Sir Alex dulu. Marcus Rashford sudah bagus, tapi dia butuh ‘teman’ di lini depan.

“Saya melihat tim ini kekurangan striker tipikal Ruud van Nistelrooy atau Robin van Persie, seorang striker yang mampu memberikan jaminan banyak gol di akhir musim. Mereka butuh penyerang yang bisa menjalin kerjasama dengan Marcus Rashford.” Tandasnya.

Lantas, bagaimana dengan Anthony Martial? Menurutnya juga bagus, tapi Harry kane adalah striker yang bisa menjamin 25 gol di akhir musim bagi Setan Merah.

“Mereka saat ini memiliki Anthony Martial dan ia sebenarnya sudah cukup bagus, namun saya rasa mereka tetap butuh striker top, dan belakangan mereka dikaitkan dengan Harry Kane.”

“Saya akan terkejut jika mereka bisa mendapatkan dia, namun jika ia jadi bergabung, ia bisa memberikan jaminan 25 gol di akhir musim bagi United.” ujarnya.

Harry Kane sendiri sempat mengisyaratkan rencananya untuk pindah klub pada musim panas mendatang. Ini bisa jadi kesempatan emas bagi Manchester United.

Lautaro Martinez Tak Boleh Tinggalkan Inter Sebelum Raih Trofi

Lautaro Martinez belakangan ini dikaitkan dengan Barcelona, namun Ruben Sosa selaku mantan pemain Inter Milan menyarankan bintang Argentina tersebut untuk lebih dulu memenangkan trofi bersama Nerazzurri.

Musim panas 2018 menjadi perpindahan perdana bagi Lautaro Martinez, dari Racing Club menuju ke Inter Milan. Otomatis, Nerazzurri menjadi tim Eropa pertama yang dibelanya. Sayang, pada musim debut, Lautaro Martinez jarang mendapat kesempatan tampil.

Hal tersebut dikarenakan Inter Milan masih punya Mauro Icardi yang jadi andalan. Tapi sejak kepergian Icardi ke PSG pada musim panas kemarin, pemain berusia 22 tahun pun mengisi pos lini serang bersama Romelu Lukaku.

Musim ini, Lautaro Martinez tampil ciamik, mencetak 16 gol dari 31 penampilannya di semua ajang untuk Inter milan. Yang bersangkutan pun diyakini akan jadi incaran sejumlah raksasa Eropa.

Menurut laporan, Barcelona menjadikan Lautaro sebagai salah satu target transfer teratas mereka. Pemain berusia 22 tahun itu bakal diplot sebagai pengganti jangka panjang Luis Suarez. Akan tetapi, Ruben Sosa berharap agar Lautaro Martinez tetap di Inter Milan.

Bergabung dengan tim sebesar Barcelona menurutnya tak pernah mudah, setidaknya Lautaro harus membuktikan diri dulu di Inter Milan dengan meraih trofi juara.

“Saya pikir dia harus tetap di Inter, dia adalah juara dan ketika Anda bermain untuk tim-tim besar Italia Anda harus memenangkan sesuatu. Sebelum pergi, Anda harus membuat tanda,” kata Sosa kepada stasiun radio Italia Radio Musica Television.

Ruben Sosa sendiri adalah mantan striker andalan Inter Milan di masa silam. Dia sempat sering dibandingkan dengan Diego Milito. Sosa mengakui bahwa memang ada kemiripan antara dia dengan pemain asal Argentina tersebut.

“Diego adalah striker sejati. Dia mencetak gol dengan cara apa pun, tetapi saya lebih cepat dan lebih baik dalam menembak dari jarak jauh. Kami mirip. Dia memenangkan Liga Champions, saya memenangkan Piala UEFA,”

“Meninggalkan Nerazzurri dengan gelar Eropa adalah perasaan terbaik bagi saya, mengingat bahwa para pemain dikenang karena trofi yang dimenangkan dan tidak hanya untuk gol yang dicetak.” Tandasnya.

Penyerang Southampton Dukung Liverpool Juara Premier League

Andai pada akhirnya kampanye Premier League musim 2019/20 ini memang tak bisa dilanjutkan lagi, Diogo Jota menganggap bahwa Liverpool tetap layak mendapatkan trofi juara.

Sebelum pandemi COVID-19 dihentikan, Liverpool berhasil memuncakki klasemen sementara dengan keunggulan 25 angka dari rival terdekat, Manchester City. Keunggulan sebesar itu membuat The Reds hanya perlu menang dua kali lagi untuk memastikan gelar juara musim ini.

Hanya saja, Pandemi Virus Corona tak kunjung mereda, bahkan semakin mengkhawatirkan saja. Situasi tersebut membuat otoritas Premier League tidak bisa menentukan kapan kompetisi akan dilanjutkan lagi.

Nah, andai kompetisi musim ini dihentikan, apakah Liverpool tetap layak menjadi juara? Banyak yang mendukung Liverpool tetap dinobatkan sebagai juara andai liga tidak dilanjutkan. Namun, tak sedikit pula yang tak setuju.

Penyerang Southampton, Diogo Jota berada di pihak yang setuju. Menurutnya, raihan 82 poin dengan liga tersisa sembilan pekan sudah cukup untuk membuat Liverpool dinobatkan sebagai kampiun di ajang Premier League musim ini.

“Pertanyaan ini sangat membingungkan. Semisal kita tak memiliki keberuntungan dengan tak bisa menyelesaikan musim ini, saya rasa beberapa orang akan menentangnya,”

“Tent saja, selalu ada klub rival yang bisa menentang kita, tapi saya rasa 95 persen masyarakat akan sepakat. Bagi saya mereka bakal menjadi juara yang adil,” ujar Jota kepada Daily Mail.

Southampton sendiri sudah dua kali menelan kekalahan dari dua pertemuan dengan Liverpool musim ini. Menurut Jota, Pasukan Jurgen Klopp memang sangat kuat sehingga mereka bisa menjaga konsistensi dan benar-benar layak jadi juara.

“Meski kami dua kali kalah, kami tinggal selangkah lagi dari sesuatu yang berbeda di kedua laga, tapi musim ini, selain memiliki gaya bermain sangat fluid, mereka juga sangat kuat dan juga memiliki sedikit keberuntungan yang dibutuhkan untuk menjadi juara,” tutur Jota.

Menurut informasi yang terdengar, pihak operator liga primer dan FA berencana untuk menyelesaikan kampanye musim ini dalam waktu lima pekan. Artinya, dalam sepekan akan dilangsungkan dua pertandingan sekaligus.

Hanya saja, wacana tersebut masih belum pasti.

Pandemi Corona, Turnamen Internasional Pra Musim Resmi Ditiadakan

Pandemi Virus Corona tak hanya membuat kompetisi sepakbola tertunda, tapi juga ada yang sampai ditiadakan. Adalah kompetisi rutin, International Championship Cup atau ajang Ujicoba Pra musim tidak akan digelar tahun ini.

Sebagai informasi, setiap tahunnya klub-klub Eropa memang mengikuti kompetisi ujicoba pra musim bertajuk ICC atau International Champinship Cup. Dalam kompetisi tersebut, banyak raksasa Eropa yang ikut berpartisipasi sebagai ajang mereka untuk latihan jelang berlangsungnya kampanye musim baru.

Namun, seperti diketahui, Pandemi Virus Corona sejatinya memang telah berimbas besar terhadap segala bidang, tak terkecuali olahraga sepak bola. Bisa dikatakan hampir semua kompetisi Liga telah ditangguhkan sementara waktu.

Tak hanya itu, gelaran akbar mulai dari Piala Eropa, Copa America, hingga Olimpiade 2020 juga resmi ditunda selama satu tahun. Dengan mundurnya semua jadwal kompetisi tersebut, artinya bursa transfer musim panas juga berpotensi mundur.

FIFA sendiri mengakuinya, karenanya tak heran jika ICC akhirnya ditiadakan. Kabar ini dikonfirmasi langsung oleh pihak penyelenggara, Dany Sillman.

“Kami patah hati bagi ribuan orang yang menyerah terhadap penyakit Covid-19 ini, dan kami bersama semuanya yang terdampak selama masa sulit ini. Kesehatan dan keamanan para pemain, staf, fans, dan semua pihak yang terlibat dalam pertandingan kami selalu menjadi yang terpenting,” Kata Dany Sillman dalam pernyataan resmi seperti dikutip Los Angeles Times.

Tentu saja, peniadaan kompetisi sangat disayangkan, pasalnya ada banyak agenda pertandingan besar yang akan dilangsungkan. Untuk edisi 2020 ini, pihak penyelenggara sejatinya sudah menyiapkan sejumlah partai akbar, salah satunya adalah el Clasico yang mempertemukan Barca dan Madrid.

Sebagaimana rencana awal, pertemuan antara dua raksasa La Liga Spanyol tersebut akan berlangsung di SoFi Stadium, Los Angeles.

Adapun, Barcelona dan Real Madrid juga sedang menghentikan aktivitas klub sementara waktu. Kedua tim juga menerapkan kebijakan pemotongan gaji pemain di tengah-tengah Pandemi Virus Corona ini.

Para pemain Barcelona sepakat pemotongan gaji sebesar 70 persen, sedangkan para pemain Real Madrid, pemotongannya hanya mencapai 10-20 persen saja.

Ronaldo atau Messi ? Ini Pilihan Ricardo Kaka

Legenda AC Milan dan Timnas Brazil, Ricardo Kaka baru-baru ini diminta untuk memilih antara Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.

Kaka sendiri tak hanya menyandang status sebagai legenda AC Milan, tapi dia juga pernah bermain lama untuk Real Madrid bahkan terbilang cukup sukses di sana.

Mantan pemain Tim Nasional Brazil ini merapat ke Santiago Bernabeu di musim panas tahun 2009, saat yang bersamaan ketika Madrid memboyong Ronaldo dari Manchester United. Kedua pemain ini dibeli dengan harga yang sama-sama fantastis.

Bermain bersama sebagai rekan satu tim tentu saja membuat Kaka tahu persis bagaimana kualitas Cristiano Ronaldo. Dan sejak saat itu, mega bintang Portugal memang sudah sering dibandingkan dengan Lionel Messi, pemain Barcelona.

Siapa yang terbaik antara kedua pemain tersebut masih jadi perdebatan sampai saat ini. Dalam sebuah sesi tanya jawab lewat live Instagram untuk FIFA channel, Ricardo Kaka lantas diminta memilih Messi atau Ronaldo.

Menariknya, kendati pernah menjadi rekan satu tim Cristiano Ronaldo di Real Madrid, Kaka memilih Lionel Messi.

“Saya bermain dengan Cristiano, dan dia benar-benar luar biasa, tapi saya pilih Messi,” kata Kaka, seperti dikutip Marca.

Kendati demikian, terlepas dari pilihannya itu, Kaka menilai kedua pemain tersebut sama-sama memiliki kelebihan. Messi adalah pemain dengan talenta alami, sedangkan Cristiano Ronaldo adalah mesin gol dengan mentalitas yang luar biasa.

“Messi seorang genius, talenta yang alami. Caranya bermain sungguh mengagumkan.” kata Kaka.

“Cristiano seperti sebuah mesin. Dia bukan cuma kuat, bertenaga, dan cepat; dia juga punya mental yang hebat. Dia selalu ingin bermain dan menang. Untuk jadi yang terbaik. Bagi saya, itu adalah kualitasnya yang paling luar biasa.” tandasnya.

Terlepas dari itu, menurut Kaka baik Messi dan Ronaldo sama-sama merupakan dua dari lima pemain terbaik sepanjang sejarah. Harusnya orang-orang merasa bersyukur karena bisa menyaksikan performa kedua sosok tersebut secara bersamaan.

“Dalam sejarah olahraga ini, mereka [Messi dan Ronaldo] jelas masuk lima yang terbaik. Kita sangat beruntung bisa menyaksikan mereka berdua.” Tutupnya

Jika Gabung MU, Aubameyang Akan Bernasib Sama Seperti Sanchez

Legenda Arsenal, Charlie Nicolas menjadi salah satu pihak yang menolak wacana transfer Pierre-Emerick Aubameyang menuju Manchester United.

Sebagai informasi, Pierre-Emerick Aubameyang saat ini sudah berusia 31 tahun, namun performanya bersama Arsenal justru semakin apik. Sayangnya, menurut laporan yang terdengar, pemain asal Gabon tersebut berencana untuk meninggalkan The Gunners pada musim panas mendatang.

Spekulasi ini semakin mencuat seiring dengan fakta bahwa sampai sekarang mantan pemain Borussia Dortmund tersebut tak kunjung menyepakati kontrak baru dari Arsenal. Padahal, di satu sisi kontraknya akan segera kadaluwarsa sampai tahun 2021 nanti.

Memang, sisa kontrak satu tahun itu bisa saja digunakan Arsenal untuk mempertahankan sang pemain, tapi tentu saja mereka tak mau kehilangan Aubameyang secara Cuma-Cuma pada musim panas tahun 2021 mendatang.

Sejauh ini, ada beberapa raksasa Eropa yang dikaitkan dengan mantan pemain Saint-Etienne tersebut, termasuk klub rival, Manchester United. Wacana kepindahannya ke Old Trafford pun bukan suatu hal yang tidak mungkin.

Pasalnya, dalam sejarah Arsenal sempat melepas beberapa pemain ke Manchester United, seperti Robin Van Persie dan Alexis Sanchez.

Tapi, andai Aubameyang bergabung dengan Manchester United, Charlie Nicolas yakin bahwa pemain Gabon itu akan senasib dengan Alexis Sanchez yang tampak kurang sukses.

“Jika Aubameyang ingin pergi, idealnya anda ingin dia keluar dari Premier League. Namun, dia berada di usia yang bisa terlihat ancamannya serta paham perbandingan antara dia dengan Van Persie. Namun, saya pikir dia hakan memikirkan soal apa yang terjadi kepada Alexis Sanchez ketimbang dengan apa yang terjadi ke Van Persie,” ujarnya ke Sky Sports.

Bukan tanpa alasan, karena menurut Charlie Nicolas, Manchester United sekarang jauh berbeda dengan era Sir Alex Ferguson, dimana saat itu Robin Van Persie bergabung dengan klub rival dan meraih sukses.

“Akankah dia ingin menjadi bagian dari bintang daur ulang di Manchester United? Apa menariknya? Kalau Liverpool atau Manchester City saya akan paham, tapi Manchester United masih berada jauh dari dua klub itu. Saya tidak melihat kepindahannya ke Old Trafford menarik,” pungkasnya.

Ingin Jadi Pelatih, Ibra Mungkin Pensiun Akhir Musim Ini

 

Sebuah kabar yang cukup mengejutkan datang dari Striker kondang Swedia, Zlatan Ibrahimovic. Pemain AC Milan tersebut diyakini bakal gantung sepatu di akhir musim ini karena ketertarikannya terjun ke dunia manajerial.

Ibra sendiri sejatinya baru merapat ke AC Milan pada bursa transfer musim dingin kemarin. Sosok berusia 38 tahun itu didapat dengan status bebas transfer alias Gratis. Pasalnya, kontrak bersama dengan LA Galaxy terakhi berakhir di penghujung bulan Desember 2019.

Meski terbilang sudah cukup uzur, tapi kehadiran Ibra di tengah-tengah skuat arahan Stefano Pioli bisa dibilang memberikan dampak positif. Tiga gol penting ia persembahkan dari delapan pertandingan yang membuat Milan bisa merangsek naik secara perlahan di klasemen Serie A musim ini.

Akan tetapi, masa kebersamaan Rossoneri dengan Ibra mungkin tak bisa bertahan lama, karena kontrak yang ada hanya membuat sang pemain bertahan sampai akhir musim ini. Meski begitu, Milan memiliki klausul yang membolehkan mereka menggunakan jasa Ibra untuk semusim lagi.

Gol-gol yang lahir dari pria berumur 38 tahun itu jelas sangat dibutuhkan oleh AC Milan. Itulah mengapa pihak klub sedang berupaya keras agar sang pemain mau untuk membubuhkan tanda tangannya di kontrak anyar.

Belum lama ini, sempat muncul laporan yang mengklaim bahwa Ibra mungkin akan bertahan di AC milan musim depan. Akan tetapi, muncul laporan terbaru dari Sportmediset yang cukup mengejutkan publik.

Disebutkan bahwa Ibrahimovic bakalan menggantung sepatunya pada akhir musim ini. Dan usai melakukannya, ia ingin menimba ilmu guna melanjutkan karirnya sebagai pelatih.

Keputusan sang pemain ini bukan tanpa sebab. Ibra diklaim tak senang dengan konflik Internal yang sempat terjadi di kubu Rossoneri, dimana konflik tersebut juga yang membuat Zvonimir Boban harus terdepak dari posisinya sebagai CEO Klub.

Seperti yang diketahui, Boban secara terbuka menyatakan keberatan atas tindakan Ivan Gazidis selaku CEO Milan. Ia merasa tugas dan wewenangnya diambil alih secara diam-diam.

Padahal, Boban sendiri adalah sosok yang berperan dalam keberhasilan AC Milan mendatangkan Ibrahimovic pada januari kemarin.