Liverpool Tidak Bisa Jor-Joran Seperti Chelsea

Chelsea bergerak cepat pada bursa transfer musim panas ini dengan merekrut beberapa pemain anyar. Mengenai hal tersebut, Jurgen Klopp selaku pelatih Liverpool bisa memastikan bahwa timnya tidak akan mengikuti jejak sang rival.

Juara Premeir League musim 2019/20 tersebut memang tergolong pasif belanja pemain di bursa transfer musim panas ini. Mereka hanya mendatangkan bek baru, Kostas Tsimikas yang ditebus seharga 20 juta Poundsterling dari Olympiakos.

Sedangkan di sisi lain, Chelsea sudah menghabiskan hampir 150 Juta Poundsterling untuk merekrut tiga pemain baru, diantaranya Timo Werner, Hakim Ziyech dan terbaru Ben Chilwell yang dibeli dari Leicester City.

Dikatakan pelatih Jurgen Klopp bahwa saat ini kondisi keuangan Liverpool sedang tidak lancar terlebih untuk mendatangkan beberapa pemain di bursa transfer.

Hal ini disebabkan pandemi Virus Corona yang masih berlangsung, dimana situasi tersebut membuat klub kehilangan pemasukan dari penjualan tiket pertandingan.

“Sekarang kita berada di pandemi corona, dan kami harus berpikir lima kali sebelum membuat transfer,” beber Klopp kepada Servus TV.

Apa yang dilakukan Liverpool hanyalah tindakan preventif, mengingat tidak ada yang tahu kapan Pandemi ini akan berakhir.

“Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi setelah pandemi ini selesai. Jadi kami harus memperhatikan aspek finansial kami.” Tukasnya.

Pelatih asal Jerman bahkan mengaku tidak tahu berapa besaran dana yang bisa dia belanjakan di musim panas ini.

“Sejujurnya kami tidak tahu berapa banyak dana yang bisa kami belanjakan saat ini. Tidak seperti klub lain, misalnya Chelsea yang belanja dengan positif saat ini.” Tambah eks pelatih Dortmund tersebut.

Belakangan, Liverpool dikaitkan dengan beberapa pemain termasuk diantaranya Thiago Alcantara. Klopp mengakui dia menginginkan beberapa nama untuk dibeli manajemen klub, tapi secara keseluruhan dia sudah puas dengan komposisi tim sekarang.

“Saat ini ada banyak pemain yang menarik di bursa transfer, namun saya tidak bisa mengatakan siapa pemain yang menarik di mata kami. Saya pribadi sangat menyukai tim saya saat ini. Kami harus menunggu terlebih dahulu sebelum kami melakukan transfer.” ujarnya.

David Luiz turut Berperan Kepindahan Willian ke Arsenal

Willian Borges da Silva akhirnya resmi pindah ke klub rival Arsenal. Diungkapkan winger asal Brazil tersebut bahwa kepindahannya tak lepas dari peranan rekan senegaranya, david Luiz.

Spekulasi masa depan Willian di Arsenal memang sempat menggema di berbagai media Inggris dengan beberapa klub yang dikaitkan dengan sang pemain Brazil.

Hal itu bisa terjadi karena sang pemain memutuskan untuk tidak memperpanjang kontraknya di Chelsea. Dengan kata lain, Winger Brazil memutuskan untuk akhiri perjalanan karirnya di Chelsea yang telah berlangsung selama 7 tahun terakhir.

Seiring dengannya, ada beberapa raksasa Eropa yang dikaitkan dengan Willian. Tapi pada akhirnya mantan pemain Shakhtar Donetsk lebih memilih untuk pindah ke Arsenal di musim panas ini.

Nah, diungkapkan Pemain Brazil bahwa kepindahannya menuju Chelsea tak terlepas dari peranan David Luiz.

“Dia [Luiz] sangat senang saya pindah ke sini,” ujar Willian di laman resmi Arsenal.

Dengan kata lain, sang bek telah membujuknya untuk bergabung dengan Arsenal pada musim panas ini. Dia senang bisa menjadi rekan satu tim David Luiz di level klub.

“Kami bermain bersama di Tim Nasional, kami juga bermain bersama di Chelsea dan sekarang kami bermain bersama di Arsenal. Saya rasa kami bisa mencapai banyak hal hebat bersama.”

“Saya sangat senang bisa bermain dengannya lagi. Dia berkata ‘Ayo datang ke Arsenal. Saya ingin kami ke Arsenal’ dan itulah pembicaraan kami.” Tandasnya.

Sebelumnya, David Luiz dan Willian memang rekan satu tim, tepatnya saat sang bek masih membela Chelsea dulu. Bahkan saat itu, Willian juga mendapat banyak bantuan dari eks pemain Paris Saint-Germain tersebut.

“Dia adalah pria yang sangat baik dan juga pemain top dan saya antusias bermain dengannya. Dia sudah banyak membantu saya di masa lalu, di mana ia banyak membantu saya ketika saya mengalami masa sulit di Chelsea.” Tandasnya.

Di Arsenal nanti, Willian dipastikan menggunakan nomor punggung 12, berbeda dengan nomor punggung 10 yang dia kenakan di Chelsea.

Eks Pelatih Madrid: Messi Adalah Pemain Terbaik Sepanjang Masa

Meski menyandang status sebagai mantan pelatih Real Madrid, Vicente del Bosque, tak segan memuji Lionel Messi sebagai pesepak bola terbaik sepanjang sejarah sepakbola.

Selama kurang lebih dua dekade terakhir ini, memang harus diakui bahwa La Pulga merupakan satu di antara pesepak bola terbaik. Berbagai trofi juara berhasil direngkuhnya, termasuk trofi individu seperti 6 Ballon d’Or.

Selama kurang lebih 16 tahun membela Barca, Lionel Messi sukses mencetak 634 gol dan 286 assist dari 730 penampilan di seluruh ajang. 33 trofi juara juga dipersembahkan untuk Raksasa Catalan.

Raihan individunya juga mentereng, dia berhasil mengoleksi enam penghargaan FIFA Ballon d’Or/Ballon d’Or, serta enam trofi Sepatu Emas Eropa.

Sayang sekali, Messi memang belum mampu mengantarkan Tim Nasional Argentina jadi juara di panggung Internasional. Pencapaian terbaiknya adalah final Piala dunia 2014, saat itu Tim Tango kalah 0-1 dari Jerman di babak final.

Meski demikian, fakta tersebut tak lantas membuat orang-orang meragukan predikat Messi sebagai salah satu yang terbaik. Termasuk salah satu diantaranya adalah Vicente Del Bosque.

Mantan pelatih Real Madrid dan Tim Nasional Spanyol tetap memuji kualitas mengolah bola yang dimiliki Lionel Messi. Bahkan menurut dia, Messi adalah pemain terbaik sepanjang masa.

Bahkan, Del Bosque tak ragu untuk menyebut bahwa kemampuan Messi saat ini sudah melebihi kemampuan seniornya, Diego Maradona.

“Messi adalah pesepak bola dari lingkungan sekitar, dari jalan. Dia memiliki visi bermain, dominan dan dribel yang tidak lagi terlihat di dunia. Messi melakukan dominasi dan dribel di mana dia perlu melakukannya, di dekat atau di area kotak penalti lawan.”

“Dia saat ini adalah pemain terbaik di dunia. Messi adalah pewaris Maradona, dan saya merasa dia sudah melampaui sang master. Messi adalah pemain terbaik sepanjang masa. Mungkin seseorang dapat membantahnya,” ujar Del Bosque.

Selama ini, Messi memang tak hanya dibandingkan dengan Cristiano Ronaldo, tapi juga dengan para legenda besar sepakbola seperti Pele dan Diego Maradona.

Jelang Lawan Barca, Gattuso Puji Messi Lagi

Jelang pertemuan leg kedua babak 16 besar Liga Champions Eropa melawan Barcelona, pelatih Napoli Gennaro Gattuso melayangkan sanjungan kepada kapten Klub Catalan Lionel Messi.

Napoli sendiri berhasil menyudahi kampanye musim ini dengan kemenangan atas Lazio. Pertandingan yang berlangsung Minggu (2/8) dini hari WIB tadi, berakhir dengan skor telak 1-3.

Tentu saja itu adalah hasil yang memuaskan, namun Napoli mereka harus melupakannya dan kini harus langsung mengalihkan fokus menuju partai versus Barcelona.

Pertandingan tersebut sangat vital bagi Partenopei, karena itu adalah cara mereka untuk mencapai delapan besar Liga Champions Eropa.

Pada leg pertama di San Paolo tiga bulan yang lalu, pasukan Gattuso berhasil menahan imbang Barcelona dengan skor akhir 1-1.

Namun tentu saja tidak mudah bagi Napoli untuk menang pada leg kedua di camp Nou akhir pekan nanti. Mengingat, Raksasa Catalan juga begitu berambisi memenangkan gelar Liga Champions Eropa musim ini.

Nah, terkait pertandingan tersebut, pelatih Gennaro Gattuso melayangkan sanjungan kepada bintang utama sekaligus kapten Barelona, Lionel Messi.

Menurut dia, kapten Timnas Argentina itu adalah pemain yang sangat sulit untuk dikawal.

“Saya hanya bisa menjaga Messi di dalam mimpi saya. Atau jika saya mengatur laga Napoli vs Barcelona di PlayStation anak saya, mencoba mengejar dia ketika saya bermain untuk Milan dengan berat badan lebih rendah 10-15 kilogram dari saat ini,” ujar Gattuso dengan nada bercanda seperti dikutip Goal International.

Meski demikian, legenda Milan ini tetap percaya diri dengan peluang timnya untuk menang di Camp Nou. Apalagi setelah menyasikan performa Koulibaly cs saat mengalahkan Lazio kemarin.

“Saya rasa mereka dua tim yang sangat berbeda. Lazio mencampurkan skill teknik dan fisik. Barcelona semuanya tentang kualitas. Saya rasa akan menjadi aga yang berbeda. Kami tak harus berpikir soal skor atau tidak,”

“Kami harus bermain sebagai tim, percaya bahwa kami bisa memiliki peluang. Kami tahu bahwa itu akan menjadi sebuah usaha. Pikiran kami harus bebas untuk mengeluarkan kualitas kami,” tutur Gattuso.

Liverpool Kecewa Banyak Fans Yang Rayakan Gelar EPL Di Luar Anfield

Liverpool menuliskan pernyataan resmi terkait sikap sejumlah fans mereka yang tidak mengindahkan protokol kesehatan hanya demi merayakan gelar juara Premier League di Luar Stadion Anfield.

Seperti diketahui, Tim Marseyside memang telah resmi menerima trofi juara Liga Primer Inggris setelah pertandingan melawan Chelsea di pekan ke-37 Kamis dinihari WIB kemarin (23/07).

Sebenarnya, gelar juara sudah diamankan tim Marseyside sejak beberapa waktu lalu, tepatnya ketika Manchester City selaku rival terdekat takluk di tangan Chelsea dengan skor akhir 1-2. Dengan hasil tersebut, Liverpool tak terkejar lagi di puncak klasemen.

Meski trofi juara sudah diberikan, tapi para fans memang tidak diperbolehkan hadir di stadion atau berkumpul untuk merayakan gelar juara ini. Pasalnya, menjaga jarak antara satu dengan yang lain jadi salah satu protokol kesehatan di tengah pandemi Virus Corona.

Bahkan untuk mengantisipasi hal tersebut, pelatih Jurgen Klopp beserta pihak klub sudah menghimbau fans sejak jauh-jauh hari untuk tidak melanggar regulasi social distancing. Tapi, himbauan tersebut tampak tidak diindahkan oleh sejumlah suporter Tim Marseyside.

Mereka justru berkerumun merayakan gelar juara Premier League di luar stadion Anfield. Bahkan, mereka juga menyalakan flare berwarna merah sebagai simbol selebrasi tersebut.

Liverpool lantas mengeluarkan pernyataan resmi mengenai sikap para fans mereka tersebut. The Reds tentu saja menyayangkan sikap tersebut.

“Liverpool Football Club ingin berterima kasih kepada suporter yang tinggal di rumah untuk ikut merayakan pengangkatan piala tim pada malam kemarin,”

“Namun, kami kecewa dengan pemandangan di luar Anfield pada malam kemarin di mana lebih banyak fans yang tidak mengindahkan nasihat untuk tetap di rumah.” Demikian pernyataan resmi Liverpool.

Adapun pada saat perayaan gelar tersebut, pihak berwajib mengamankan sembilan orang yang diyakini sebagai dalang dibalik insiden itu. Dalam pernyataan yang sama, Liverpool juga mengulangi pernyataan Jurgen Klopp usai pertandingan melawan the Blues.

Pelatih asal Jerman menjanjikan konferensi pers dan perayaan gelar juara bersama para fans saat pandemi ini benar-benar berakhir.

Adapun di Inggris sendiri, kasus Virus Corona cenderung sudah menurun sejak bulan Mei lalu.

Lagi, Suarez Ajak Lautaro Martinez Gabung Barcelona

Luis Suarez mengaku sama sekali tak terganggu dengan isu kedatangan rumor kedatangan Lautaro Martinez. Sebaliknya, penyerang Uruguay tersebut justru mengajak pemain muda Argentina itu untuk bergabung ke Barcelona.

Sudah satu tahun terakhir ini Barcelona terus dikaitkan dengan beberapa nama untuk mengisi pos di lini depan mereka. Wajar saja, raksasa Catalan memang butuh penyerang anyar, mengingat Luis Suarez sudah semakin menua.

Memang, pemain Uruguay masih bisa diandalkan, tapi di satu sisi dia begitu rentan terhadap cedera, dan mungkin disebabkan oleh faktor usia.

Sejauh ini ada beberapa nama yang dikaitkan dengan Barcelona, tapi yang paling santer adalah penyerang muda Argentina, Lautaro Martinez. Striker 22 tahun itu tampil gemilang bersama Inter Milan musim ini, bahkan Luis Suarez bahkan mengakuinya.

“Dia adalah pemain yang hebat,” beber Suarez kepada Sport.

Menurut mantan pemain Liverpool, sangat wajar jika Barcelona berminat terhadap Lautaro Martinez, karena tampil gemilang di liga yang rumit seperti Serie A bukan perkara yang mudah.

“Dia sudah bermain di level yang hebat di Inter. Saya rasa tidak mudah bermain di Italia setelah ia pindah dari Argentina. Ia sudah menunjukkan kemampuannya di Liga yang rumit seperti Liga Italia.” Tandas sang pemain.

Lebih lanjut, Suarez mengaku sama sekali tidak terganggu dengan spekulasi-spekulasi transer yang belakangan ini terus mengaitkan timnya dengan Lautaro Martinez. Namun sebaliknya, El Pistolero justru siap membantu Lautaro untuk beradaptasi di Barcelona.

“Dia masih muda dan jika ia datang ke Barca, kami akan membantunya untuk beradaptasi dan membantunya agar ia bisa merasa nyaman di sini.” ujarnya.

Adapun, sampai saat ini, spekulasi yang mengaitkan Barcelona dengan Luis Suarez memang terus terdengar. Namun, masih belum menunjukkan progress yang positif. Pasalnya Inter Milan tidak akan mudahnya melepas sang pemain andalan.

Menurut kabar yang terdengar, Inter Milan hanya bersedia melepas Lautaro Martinez di angka 111 Juta Euro. Angka tersebut seharusnya terjangkau bagi Barcelona, namun faktanya kondisi keuangan klub sedang kacau karena pandemi Virus Corona.

Soal Masa Depannya, Ibrahimovic Akhirnya Buka Suara

Pemain Veteran Swedia, Zlatan Ibrahimovic akhirnya angkat bicara mengenai masa depannya di AC Milan yang belakangan ramai diperbincangkan. Mantan pemain Barcelona itu mengakui bahwa bisa saja musim ini jadi musim terakhirnya sebagai pemain.

Sebagia informasi, Zlatan Ibrahimovic saat ini memang sudah berusia 38 tahun, tidak muda lagi. Tapi dia masih diminati banyak klub, bahkan AC Milan saja merekrutnya pada Bursa transfer musim dingin Januari kemarin

Pada Periode keduanya bersama Rossoneri, Ibrahimovic telah mencetak lima gol dalam 11 laga Serie A Italia. Gol terbarunya dicetak ke gawang Juventus dinihari WIB tadi turut membantu Milan meraih kemenangan dengan skor akhir 4-2.

Tentu saja selepas pertandingan tersebut, mantan pemain Paris Saint-Germain sesumbar. Tapi lepas dari hasil akhir pertandingan, yang jadi pertanyaan para jurnalis adalah masa depan sang pemain.

Sebagai informasi, Ibra hanya terikat kontrak sampai akhir musim ini, dengan opsi perpanjangan satu musim ke depan.

Ibra mengaku bahwa dia belum mengambil keputusan, tapi bisa saja ini akan jadi musim terakhirnya sebagai pemain sepakbola.

“Kita akan melihat, kita akan melihat. Masih ada satu bulan untuk menikmati diriku sendiri, tetapi ada situasi aneh yang sedang terjadi dan kita tidak bisa mengendalikannya,”

“Saya tidak tahu apakah fans akan melihat saya secara langsung untuk terakhir kalinya. Bisa jadi, ya ini musim terakhir saya. Mengapa? Baca yang tersirat. Sungguh aneh bermain di balik pintu,” kata Ibrahimovic kepada DAZN, seperti dilansir Football Italia.

Lebih lanjut, sosok yang juga pernah membela Inter Milan dan Juventus ini mengaku sangat menikmati periode keduanya bersama dengan AC Milan.

“Saya benar-benar menikmati diri saya di Milan, ketika saya pergi ke Amerika, saya cedera, saya ingin merasa hidup. Saya berusia 38 tahun, saya tidak memiliki fisik yang saya miliki, tetapi saya pintar tentang hal itu. “

“Jika saya tidak membuat perbedaan, maka saya tidak menyukainya. Saya di sini bukan untuk menjadi maskot. Saya di sini untuk membantu rekan tim, klub, dan penggemar saya,” tutup Ibrahimovic.

Sempat Diincar MU, Leroy Sane Dilepas ke Bayern Munchen

Manchester City diklaim telah sepakat untuk melego Leroy Sane menuju Bayern Munchen pada bursa transfer musim panas ini. Disebutkan bahwa juara bertahan Bundesliga tersebut membayar 54,8 juta pounds demi mendapatkan servis pemain 24 tahun.

Musim ini bisa dikatakan jadi musim yang sulit bagi Winger Jerman, Dia mengalami cedera ACL pada Agustus 2019 lalu. Pada akhir bulan Februari 2020 kemarin, Leroy Sane pulih sepenuhnya, tapi tak lama berselang kompetisi ditangguhkan karena pandemi Covid-19.

Alhasil, Sane baru mencicipi pertandingan lagi saat City berhadapan dengan Burnley pada 23 Juni lalu. Itupun pemain Jerman hanya bermain sebagai pengganti selama kurang lebih 11 menit saja.

Masa depannya bersama dengan klub juga dipastikan tidak berlanjut lagi. Beberapa waktu lalu Guardiola mengkonfirmasi jika Leroy Sane sudah menolak tawaran kontrak baru dari klub.

Dipercaya bahwa hal tersebut tak lain karena Sane tergoda untuk pindah ke Bayern Munchen yang sudah menginginkan servisnya pada musim panas kemarin. Dikutip dari BBC Sport, Man City dan Bayern Munchen sudah sepakat untuk transfer Leroy Sane.

Kesepakatan tersebut bernilai sebesar 54,8 Juta Poundsterling, sudah termasuk bonus sebesar 10 Juta Poundsterling. Leroy Sane bakal segera bertolak ke Jerman. Dia akan menjalani tes medis dan merampungkan transfernya ke Bayern Munchen.

Dengan tercapainya kesepakatan ini, Leroy Sane dipastikan tak lagi jadi bagian dari Manchester City pada sisa kompetisi Liga Champions Eropa musim ini.

Adapun, performa gemilang sang Winger membuatnya sempat masuk dalam daftar bidikan Manchester United. Andai gagal mendaratkan Jadon Sancho yang harganya terlalu mahal, Setan Merah berencana merekrut mantan pemain Schalke tersebut.

Wacana tersebut juga sempat didukung oleh legenda klub, Dwight Yorke, karena menurutnya Sane akan sangat cocok dengan tim arahan Ole Gunnar Solskjaer.

“Selain Sancho, saya sangat menyukai Sane. Jika saya bisa mendatangkan siapa pun, maka saya akan mengambil Sane yang saat ini bermain di City.”

“Tim ini tidak memiliki winger berkaki kiri. Memang ada anak itu, si Greenwood yang tengah jadi pembicaraan belakangan ini, namun saya pribadi sangat menyukai Sane,” kata Dwight Yorke.

Barcelona Hanya Garang Di Kandang, Setien Pun Bingung

 

Jawaban yang cukup aneh diberikan pelatih Barcelona, Quique Setien terkait dengan fakta bahwa skuat asuhannya yang selalu tampil garang di markas sendiri, tapi memble saat bermain di kandang lawan.

Di musim 2019/20 ini, Barcelona memang sangat tangguh saat memainkan pertandingan di Camp Nou. Mereka bahkan mampu meraih kemenangan besar, tapi yang terjadi justru sebaliknya saat bermain di kandang lawan.

Contoh terbarunya adalah saat berhadapan dengan Sevilla akhir pekan kemarin. Bertandang ke Estadio Ramon Sanchez Pizjuan, raksasa Catalan gagal memetik poin penuh setelah hanya bermain imbang tanpa gol.

Sebenarnya, satu poin tak terlalu mengecewakan, tapi jelas terasa seperti kekalahan pada tahapan krusial musim seperti sekarang. Terlebih akibat dari hasil imbang tersebut, mereka kini tergusur dari puncak klasemen sementara.

Marca bahkan melansir fakta bahwa Barca belum menelan kekalahan pada lima pertandingan terakhir di kandang, tapi mereka tidak bisa konsisten saat bermain tandang. Tercatat Messi dkk hanya mencetak 22 gol dari 15 pertandingan tandang musim ini di ajang La Liga.

Menariknya, pelatih Quique Setien justru tidak bisa menjelaskan tentang hal tersebut, dia sendiri juga merasa kebinungungan.

“Itu sulit dijelaskan, saya tidak tahu mengapa. Pendekatan kami sama saja seperti saat bermain kandang. Mungkin lawan yang datang ke sini merasa lebih takut dan jadi lebih lemah.”

“Mungkin saat bermain tandang Anda tidak terlalu percaya diri seperti bermain di kandang,” Setien dikutip dari Marca.

Barcelona kini berada di peringkat ke-2 pada klasemen sementara La Liga Spanyol. Tapi Quique Setien masih yakin, dengan raihan poin yang sama dengan Real Madrid dan sisa 8 pertandingan musim ini, setidaknya masih ada harapan.

“Saya kira tidak ada perbedaan besar dengan Real Madrid perihal jadwal. Mereka harus melawan tim-tim sulit dan tangguh, seperti kami,”

“Kemarin mereka menang ketika bisa saja imbang, seperti yang kami lakukan di kandang Sevilla. Pada setiap pertandingan, segalanya mungkin. Selalu ada momen di mana lawan bisa melukai Anda. Kami semua bisa menjalani masa-masa sulit. Tidak ada yang pasti,” tandasnya.

Scott McTominay Akui Terinspirasi dari Cristiano Ronaldo

Belakangan ini, publik terlalu menantikan duet antara Bruno Fernandes dan Paul Pogba, padahal Manchester United memiliki beberapa pemain lain yang layak dinantikan aksi-aksinya. Sebut saja salah satunya, Scott McTominay.

Manchester United akan segera beraksi, Sabtu mendatang 20 Juni 2020, Pasukan Arahan Ole Gunnar Solskjaer akan berhadapan dengan Tottenham Hotspur. Laga bertajuk Matchdays ke-30 Premier League tersebut tentu tidak akan mudah bagi Setan Merah.

Tapi bagaimanapun, mereka membutuhkan kemenangan agar bisa mendapatkan tempat di empat besar pada akhir musim ini. Di samping itu, klub juga harus mempertahankan tren 11 kemenangan beruntun sebelum penangguhan Premier League pada Maret lalu.

Pogba telah kembali dari cedera dan yang bersangkutan bisa bertandem dengan bruno Fernandes di lini tengah Setan Merah. Tandem kedua pemain ini memang dinanti-nantikan banyak pihak, tapi tentu saja Tottenham Hotspur arahan Jose Mourinho akan sangat mengantisipasinya.

Tapi, Manchester United tak perlu khawatir karena mereka punya Scott McTominay. Gelandang Timnas Skotlandia tersebut mungkin bisa menjadi senjata rahasia Manchester United kala melawan Tottenham. Sejak musim kemarin, yang bersangkutan tampil cukup konsisten.

Selain karena statistik, Scott McTominay juga dianggap memiliki kondisi fisik seperti mantan bintang Manchester United, Cristiano Ronaldo. Bahkan, bek Luke Shaw juga mengakui bahwa gelandang 23 tahun tersebut juga memiliki kondisi fisik yang luar biasa.

Beberapa waktu yang lalu, Scott McTominay bahkan mengakui bahwa dirinya memang terinspirasi dari mega bintang Portugal.

“Anda melihat Ronaldo dan orang seperti ini – dan mental mereka ada di puncak tertatas. Anda tak bisa mendapatkan yang lebih baik dari itu. Bagi saya, melihat orang seperti itu, fisik yang ia punya, caranya mengaplikasikan sesuatu pada diri sendiri.”

“Saya melihat fotonya, dua hari lalu, membaca dan merevisi hal berbeda yang dia coba pelajari dalam hidupnya di luar lapangan. Orang-orang terlalu cepat merasa nyaman dengan hidup mereka,” ucap McTominay seperti yang dikutip dari Express.

Cristiano Ronaldo sendiri saat ini berkarir di Italia, bersama dengan raksasa Serie A, Juventus.