Sempat Diincar MU, Leroy Sane Dilepas ke Bayern Munchen

Manchester City diklaim telah sepakat untuk melego Leroy Sane menuju Bayern Munchen pada bursa transfer musim panas ini. Disebutkan bahwa juara bertahan Bundesliga tersebut membayar 54,8 juta pounds demi mendapatkan servis pemain 24 tahun.

Musim ini bisa dikatakan jadi musim yang sulit bagi Winger Jerman, Dia mengalami cedera ACL pada Agustus 2019 lalu. Pada akhir bulan Februari 2020 kemarin, Leroy Sane pulih sepenuhnya, tapi tak lama berselang kompetisi ditangguhkan karena pandemi Covid-19.

Alhasil, Sane baru mencicipi pertandingan lagi saat City berhadapan dengan Burnley pada 23 Juni lalu. Itupun pemain Jerman hanya bermain sebagai pengganti selama kurang lebih 11 menit saja.

Masa depannya bersama dengan klub juga dipastikan tidak berlanjut lagi. Beberapa waktu lalu Guardiola mengkonfirmasi jika Leroy Sane sudah menolak tawaran kontrak baru dari klub.

Dipercaya bahwa hal tersebut tak lain karena Sane tergoda untuk pindah ke Bayern Munchen yang sudah menginginkan servisnya pada musim panas kemarin. Dikutip dari BBC Sport, Man City dan Bayern Munchen sudah sepakat untuk transfer Leroy Sane.

Kesepakatan tersebut bernilai sebesar 54,8 Juta Poundsterling, sudah termasuk bonus sebesar 10 Juta Poundsterling. Leroy Sane bakal segera bertolak ke Jerman. Dia akan menjalani tes medis dan merampungkan transfernya ke Bayern Munchen.

Dengan tercapainya kesepakatan ini, Leroy Sane dipastikan tak lagi jadi bagian dari Manchester City pada sisa kompetisi Liga Champions Eropa musim ini.

Adapun, performa gemilang sang Winger membuatnya sempat masuk dalam daftar bidikan Manchester United. Andai gagal mendaratkan Jadon Sancho yang harganya terlalu mahal, Setan Merah berencana merekrut mantan pemain Schalke tersebut.

Wacana tersebut juga sempat didukung oleh legenda klub, Dwight Yorke, karena menurutnya Sane akan sangat cocok dengan tim arahan Ole Gunnar Solskjaer.

“Selain Sancho, saya sangat menyukai Sane. Jika saya bisa mendatangkan siapa pun, maka saya akan mengambil Sane yang saat ini bermain di City.”

“Tim ini tidak memiliki winger berkaki kiri. Memang ada anak itu, si Greenwood yang tengah jadi pembicaraan belakangan ini, namun saya pribadi sangat menyukai Sane,” kata Dwight Yorke.

Barcelona Hanya Garang Di Kandang, Setien Pun Bingung

 

Jawaban yang cukup aneh diberikan pelatih Barcelona, Quique Setien terkait dengan fakta bahwa skuat asuhannya yang selalu tampil garang di markas sendiri, tapi memble saat bermain di kandang lawan.

Di musim 2019/20 ini, Barcelona memang sangat tangguh saat memainkan pertandingan di Camp Nou. Mereka bahkan mampu meraih kemenangan besar, tapi yang terjadi justru sebaliknya saat bermain di kandang lawan.

Contoh terbarunya adalah saat berhadapan dengan Sevilla akhir pekan kemarin. Bertandang ke Estadio Ramon Sanchez Pizjuan, raksasa Catalan gagal memetik poin penuh setelah hanya bermain imbang tanpa gol.

Sebenarnya, satu poin tak terlalu mengecewakan, tapi jelas terasa seperti kekalahan pada tahapan krusial musim seperti sekarang. Terlebih akibat dari hasil imbang tersebut, mereka kini tergusur dari puncak klasemen sementara.

Marca bahkan melansir fakta bahwa Barca belum menelan kekalahan pada lima pertandingan terakhir di kandang, tapi mereka tidak bisa konsisten saat bermain tandang. Tercatat Messi dkk hanya mencetak 22 gol dari 15 pertandingan tandang musim ini di ajang La Liga.

Menariknya, pelatih Quique Setien justru tidak bisa menjelaskan tentang hal tersebut, dia sendiri juga merasa kebinungungan.

“Itu sulit dijelaskan, saya tidak tahu mengapa. Pendekatan kami sama saja seperti saat bermain kandang. Mungkin lawan yang datang ke sini merasa lebih takut dan jadi lebih lemah.”

“Mungkin saat bermain tandang Anda tidak terlalu percaya diri seperti bermain di kandang,” Setien dikutip dari Marca.

Barcelona kini berada di peringkat ke-2 pada klasemen sementara La Liga Spanyol. Tapi Quique Setien masih yakin, dengan raihan poin yang sama dengan Real Madrid dan sisa 8 pertandingan musim ini, setidaknya masih ada harapan.

“Saya kira tidak ada perbedaan besar dengan Real Madrid perihal jadwal. Mereka harus melawan tim-tim sulit dan tangguh, seperti kami,”

“Kemarin mereka menang ketika bisa saja imbang, seperti yang kami lakukan di kandang Sevilla. Pada setiap pertandingan, segalanya mungkin. Selalu ada momen di mana lawan bisa melukai Anda. Kami semua bisa menjalani masa-masa sulit. Tidak ada yang pasti,” tandasnya.

Scott McTominay Akui Terinspirasi dari Cristiano Ronaldo

Belakangan ini, publik terlalu menantikan duet antara Bruno Fernandes dan Paul Pogba, padahal Manchester United memiliki beberapa pemain lain yang layak dinantikan aksi-aksinya. Sebut saja salah satunya, Scott McTominay.

Manchester United akan segera beraksi, Sabtu mendatang 20 Juni 2020, Pasukan Arahan Ole Gunnar Solskjaer akan berhadapan dengan Tottenham Hotspur. Laga bertajuk Matchdays ke-30 Premier League tersebut tentu tidak akan mudah bagi Setan Merah.

Tapi bagaimanapun, mereka membutuhkan kemenangan agar bisa mendapatkan tempat di empat besar pada akhir musim ini. Di samping itu, klub juga harus mempertahankan tren 11 kemenangan beruntun sebelum penangguhan Premier League pada Maret lalu.

Pogba telah kembali dari cedera dan yang bersangkutan bisa bertandem dengan bruno Fernandes di lini tengah Setan Merah. Tandem kedua pemain ini memang dinanti-nantikan banyak pihak, tapi tentu saja Tottenham Hotspur arahan Jose Mourinho akan sangat mengantisipasinya.

Tapi, Manchester United tak perlu khawatir karena mereka punya Scott McTominay. Gelandang Timnas Skotlandia tersebut mungkin bisa menjadi senjata rahasia Manchester United kala melawan Tottenham. Sejak musim kemarin, yang bersangkutan tampil cukup konsisten.

Selain karena statistik, Scott McTominay juga dianggap memiliki kondisi fisik seperti mantan bintang Manchester United, Cristiano Ronaldo. Bahkan, bek Luke Shaw juga mengakui bahwa gelandang 23 tahun tersebut juga memiliki kondisi fisik yang luar biasa.

Beberapa waktu yang lalu, Scott McTominay bahkan mengakui bahwa dirinya memang terinspirasi dari mega bintang Portugal.

“Anda melihat Ronaldo dan orang seperti ini – dan mental mereka ada di puncak tertatas. Anda tak bisa mendapatkan yang lebih baik dari itu. Bagi saya, melihat orang seperti itu, fisik yang ia punya, caranya mengaplikasikan sesuatu pada diri sendiri.”

“Saya melihat fotonya, dua hari lalu, membaca dan merevisi hal berbeda yang dia coba pelajari dalam hidupnya di luar lapangan. Orang-orang terlalu cepat merasa nyaman dengan hidup mereka,” ucap McTominay seperti yang dikutip dari Express.

Cristiano Ronaldo sendiri saat ini berkarir di Italia, bersama dengan raksasa Serie A, Juventus.

Bayern Munchen Percaya Diri Bisa Gaet Kai Havertz

Di tengah-tengah kencangnya rumor kepindahan Kai Havertz menuju Manchester United, muncul Bayern Munchen selaku peminat sang gelandang dan yakin bisa memenangkan perburuan tersebut.

Performa Kai Havertz bersama dengan Bayer Leverkusen dalam dua musim terakhir ini memang mengesankan. Bahkan, pada musim 2019/20 saja dia berhasil mencetak 20 gol di semua ajang, padahal yang bersangkutan bermain sebagai seorang gelandang.

Jadi, rasanya sangat wajar ketika spekulasi tentang masa depan Havertz muncul makin intensif di berbagia media belakangan ini. Beberapa raksasa Eropa mulai dikaitkan dengan pemain berusia 20 tahun tersebut.

Mulai dari Real Madrid, Liverpool, Chelsea dan Manchester United belakangan terus dikaitkan dengan sang gelandang. Bahkan, kencang beredar rumor yang mengklaim bahwa nama terakhir adalah tim yang paling dekat untuk mendapatkan servis Kai Havertz.

Di satu sisi, pihak Bayer Leverkusen mengakui bahwa mereka tidak akan bisa menahan kepergian Kai Havertz di bursa transfer mendatang. Bahkan menurut penuturan direkturnya, Rudi Voller, sang gelandang serba bisa itu akan segera gabung salah satu klub top dunia.

“Jika saya boleh jujur, saya punya harapan kecil bahwa ia bisa bertahan di klub kami setidaknya satu tahun lagi,” beber Voller kepada Sky Sports beberapa waktu lalu.

Namun memang tidak disebutkan kemana lebih condong sang pemain akan melanjutkan karirnya musim depan. Ada klaim yang menyebut bahwa Havertz tertarik bermain di Premier League, dan klub tujuannya adalah Manchester United.

Tapi, sebagaimana dilansir oleh The Independent, Bayern Munchen juga berminat akan jasa Kay Havertz pada musim panas mendatang.

Media Inggris tersebut juga mengklaim bahwa Bayern pede akan bisa membujuk Havertz agar tidak meninggalkan Bundesliga. Mereka juga disebut siap mengeluarkan dana besar untuk memboyongnya di akhir musim ini.

Di samping Kai Havertz, Die Roten bahkan diyakini juga menginginkan jasa Leroy Sane, dengan rencananya klub akan membeli kedua pemain tersebut secara bersamaan.

Media yang sama meyakini bahwa Bayern Munchen sangat percaya diri bisa mendapatkan jasa Kai Havertz, memenangkan persaingan dengan Manchester United.

Neville Sempat Ragu Premier League Bergulir Lagi, Begini Sebabnya

Kepastian bahwa Liga Primer Inggris akan digulirkan lagi mulai 17 Juni 2020 mendatang membuat legenda Manchester United, Gary Neville mengaku kaget. Pasalnya, dia sempat ragu bahwa kompetisi tersebut akan bergulir lagi.

Wabah Virus Corona memang telah mencapai Inggris, bahkan daratan Britania Raya cukup terdampak dengan kehadiran Virus Covid-19 ini. Tak ayal, pemerintah pun menghentikan segala aktvitas yang berpotensi menciptakan kerumunan, termasuk pertandingan sepakbola.

Alhasil, sejak 13 Maret 2020 lalu, Premier League resmi ditangguhkan sementara waktu. Sempat ada desakan agar liga dihentikan karena pandemi yang berkepanjangan. Namun di sisi lain ada juga pihak yang berharap sisa kompetisi musim ini tetap bisa dilanjutkan, karena menyisakan 8 laga saja.

Para pemangku kepentingan pun beberapa kali menggelar rapat Virtual terkait dengan kejelasan kelanjutan kompetisi Premier League. Rapat terakhir digelar pada Kamis lalu (28/05) waktu setempat. Dalam pertemuan tersebut, disepakati bahwa Liga akan digelar lagi mulai 17 Juni 2020.

Banyak yang tak menduga dengan keputusan ini, termasuk Legenda Manchester United Gary Neville. Dia sempat pesimis liga primer Inggris akan dilanjutkan lagi karena kurangnya komunikasi antara para pemimpin Negara mengenai pandemi yang sedang berlangsung.

“Pada fase awal, saya pikir Premier League akan kembali – saya 100 persen yakin.”

“Kemudian sekitar empat atau lima minggu lalu, kurangnya komunikasi dan kurangnya kepemimpinan saya merasa meragukan segalanya. Negara ini berada di puncaknya pada waktu itu,” ujarnya pada The Football Show.

Kemudian, setelah keputusan tersebut resmi diambil, Neville merasa bahwa para pemangku kepentingan telah berkaca pada bundesliga jerman.

“Saya masih, di benak saya, berharap dan berdoa segala sesuatunya berjalan dengan aman melalui proses. Kita belum keluar dari masa-masa sulit, tapi ini adalah momen besar.”

“Bundesliga telah membantu dalam hal memberikan kepercayaan kepada para pemain, manajer dan Premier League,” tuturnya.

Sebagai informasi, Bundesliga Jerman memang telah menggulirkan lagi kompetisi mereka sejak 16 Mei 2020 kemarin. Sejauh ini, liga jerman berlangsung lancar meski tanpa kehadiran penonton dan protokol kesehatan yang ketat.

Paul Pogba Tercatat Sebagai Pemain Terkaya Premier League Musim Ini

Premier League atau Liga Primer Inggris adalah salah satu liga top Eropa dalam dua dekade terakhir ini. Bahkan, beberapa mengklaim bahwa Premier League adalah liga terbaik di Benua Biru. Tak herna jika bayaran para pemain di sana terbilang sangat tinggi.

Yang jadi pertanyaan menarik, siapa pemain yang memiliki kekayaan paling banyak di ajang Liga Primer Inggris musim ini?

Sebagaimana dilansir oleh The Times, gelandang andalan Manchester United, Paul Pogba menjadi pemain dengan kekayaan tertinggi di Premier League musim ini. Pemain Prancis ini digaji 290 ribu pounds per minggu.

Selain itu, Pogba juga mendapatkan tambahan 31 juta pounds untuk kontrak 10 tahun dengan sponsor sejak 2016.

Sedangkan di urutan kedua masih ditempati oleh pemain Manchester United, sosok tersebut adalah penjaga gawang David De Gea. Pemain Spanyol ini menerima gaji sebesar 375 Ribu Poundsterling per pekan dari Setan Merah.

Sedangkan di urutan ke-3 ada bintang andalan Manchester City, Kevin De Bruyne. Sebagai satu di antara pemain terbaik Eropa, de Bruyne memiliki kekuatan finasial tak hanya dari gaji.

Pemain Timnas Belgia ini dikabarkan mendapatkan gaji 350 ribu pounds dari gaji dan menghasilkan 18,2 juta pounds dari sponsor. Jadi wajar jika yang bersangkutan berada di urutan ketiga dalam daftar pemain terkaya Premier League musim ini.

Begitupun dengan urutan ke-4, ada bintang Manchester City lainnya Raheem Sterling. Pemain Timnas Inggris tersebut mendapatkan gaji sebesar 300 Ribu Poundsterling per pekannya dari Citizen, jumlah gajinya bahkan lebih tinggi dari pemain senior sekelas Sergio Aguero.

Sedangkan bintang Chelsea, N’Golo Kante menduduki posisi kelima. The Time Melaporkan bahwa pemain Tim Nasional Prancis itu mendapatkan penghasilan sebesar 150 Ribu Poundsterling per pekannya dari Chelsea.

Menariknya, di urutan terbawah dalam daftar pemain terkaya Premier League yang dirilis The Times, justru ditempati Mohamed Salah. Bintang Mesir dikabarkan memiliki gaji sebesar 90 ribu pounds per pekan bersama Liverpool.

Jumlah tersebut dianggap kontras dengan kontribusi yang dia berikan kepada The Reds selama ini.

Serie A Italia Bisa Digelar Lagi Mulai 13 Juni 2020

Nasib liga-liga top Eropa sudah mulai menemui titik terang. Setelah Bundesliga Jerman dipastikan bergulir lagi pada 16 Mei besok, kini giliran Serie A Italia yang kemungkinan besar dilanjutkan mulai tanggal 13 Juni 2020 mendatang.

Sebagaimana laporan yang diturunkan goal Internasional, kemungkinan tersebut muncul setelah 20 Tim Serie A Italia menggelar pertemuan pada Rabu kemarin (13/05). Ada dua opsi tanggal kembalinya kompetisi, antara 13 Juni atau 20 Juni.

Laporan yang sama menyebut bahwa mayoritas klub lebih memilih tanggal 13 Juni, karena lebih cepat lebih baik.

Kendati sudah ada kesepakatan dari para kontestan, saat ini penyelenggara liga masih menunggu izin dari pemerintah sebelum benar-benar mengeluarkan pengumuman resmi tentang tanggal pasti kapan Liga bergulir lagi.

Namun yang jelas, kabar ini adalah kabar baik, terutama di tengah-tengah pandemi Covid-19 yang membuat masyarakat mulai jenuh.

“Mengenai kelanjutan aktivitas keolahragaan, tanggal 13 juni dipilih untuk melanjutkan kompetisi, sesuai dengan keputusan pemerintah dan sesuai dengan protokol medis untuk melindungi para pemain serta seluruh profesional.” Demikian rilis resmi Serie A.

Vincenzo Spadafora selaku Menteri Olahraga Italia juga mengaku telah menerima surat dari Federasi sepakbola Italia atau FIGC terkait dengan rencana pengguliran latihan mulai 18 Mei besok. Tentu, akan ada protokol medis yang ketat bakal diterapkan.

“Beberapa menit lalu saya menerima surat dari presiden FIGC, Gabriele Gravina, yang mengumumkan bahwa FIGC sudah menerima setiap saran Scientific Technical Comitee, menyesuaikan kembali protokol untuk mengizinkan latihan kembali per 18 Mei,” kata spadafora.

Sedangkan untuk masalah hak siar, mereka yang memiliki hak siar Serie A italia untuk periode 2018 sampai 2021 harus tetap membayarkan kewajiban mereka sesuai kesepakatan.

“Majelis Serie A hari ini bertemu dengan semua perusahaan yang berkepentingan melalui panggilan konferensi video. Serie A menegaskan kembali, mengenai lisensi hak siar tahun 2018 sampai 2021, mereka tetap akan mematuhi tenggat pembayaran sesuai kontrak.” Bunyi pernyataan Serie A.

Sebelum dihentikan, Serie A italia sudah memainkan 26 pertandingan. Artinya, masih ada 12 laga tersisa, dan kemungkinan besar akan digelar tanpa penonton.

Klopp Akui Belum Bisa Move On dari Momen Juara UCL

Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp mengakui bahwa momen juara Liga Champions Eropa yang dirayakan timnya musim kemarin adalah sebuah momen yang tidak terlupakan.

Sebagaimana diketahui, Liverpool memang berhasil menjadi juara Liga Champions Eropa pada kampanye musim 2018/19 kemarin. Mereka mengalahkan Tottenham Hotspur pada partai final dengan skor akhir 2-0.

Kemenangan The Reds tercipta berkat gol penalti Mohamed Salah dan gol Divock Origi pada menit-menit terakhir.

Dengan begitu, Jurgen Klopp berhasil meraih trofi pertamanya di Liverpool sejak dipercaya menangani Tim Marseyside pada 2015 lalu. Selain itu, Klopp juga akhirnya meraih gelar Liga Champions Eropa pertama dalam karirnya.

Diapun menyanjung momen gol penentu kemenangan yang dicetak oleh Divock Origi, karena gol tersebut memastikan kemenangan timnya.

“Gol luar biasa Divock Origi,” kata Klopp, seperti dilansir Mirror.

Wajar saja Klopp sangat terkesan dengan kemenangan tersebut, apalagi dia sudah pernah melalui dua final Liga Champions sebelumnya dan gagal menang. Salah satu bersama dengan Borussia Dortmund di tahun 2013 silam.

“Laga itu bukan permainan terbaik kami. Tapi, juga bukan permainan terbaik Tottenham. Ketika Divock mencetak gol, saya tahu itu sudah cukup dan kami menang. Itu adalah kenangan terbesar. Tugas terselesaikan dan saya sangat menyukainya,” imbuh Jurgen Klopp.

Selain itu, Klopp juga pernah membawa Liverpool melangkah sampai ke babak final Liga Europa, namun gagal juara lagi. Jadi wajar saja jika manajer asal Jerman masih belum bisa move on dengan momen tersebut.

Setelah laga mengesankan tersebut, Liverpool terus melaju dan terus unjuk gigi, terutama di liga domestik. Sadio Mane dan kawan-kawan tampil sangat perkasa pada Premier League 2019/20. Mereka unggul 25 poin atas Manchester City yang berada di peringkat ke-2.

Dengan begitu, tinggal dua kemenangan lagi untuk mengunci gelar Premier League musim ini. Sayangnya saja kompetisi Premier League sedang dihentikan karena pandemi Virus Corona.

Namun, sisa 9 pertandingan berpeluang besar digelar lagi dalam waktu dekat ini. Hanya saja, besar kemungkinan juga tidak ada penonton yang menyaksikan sisa laga tersebut.

Harry Kane Bisa Jadi Pemain Kunci MU untuk Rebut Gelar Liga

Eks Pelatih MU, Ron Atkinson mendesak mantan klubnya untuk merekrut striker Inggris, Harry Kane. Pemain Tottenham itu dianggap sebagai kepingan terakhir dalam skuat Ole Gunnar Solskjaer untuk merebut kembali gelar Premier League.

Manchester United memang terpuruk, setidaknya dalam beberapa tahun terakhir ini. Namun sejak kedatangan pelatih anyar Ole Gunnar Solksjaer, performa Setan Merah tampak membaik dan mengalami peningkatan secara perlahan.

Buktinya, sebelum kompetisi ditangguhkan karena pandemi Corona, Manchester United sudah meraih 11 laga tanpa kekalahan dengan catatan 29 gol dan kebobolan dua gol saja. Berkatnya, mereka berada di posisi ke-5 pada klasemen, hanya terpaut tiga poin dari empat besar.

Namun, MU tentu saja membutuhkan amunisi lagi jika memang ingin menjadi penantang serius dalam perburuan gelar juara musim-musim selanjunya. Ron Atkinson menilai mantan tim asuhannya butuh seorang striker top.

“Saya rasa mereka saat ini membutuhkan seorang striker yang top,” ujar Atkinson kepada beIN Sports.

Sebenarnya, skuat Manchester United saat ini sudah cukup bagus menurut atkinson, hanya saja mereka tidak punya penyerang ganas seperti Van Nistelrooy di Era Sir Alex dulu. Marcus Rashford sudah bagus, tapi dia butuh ‘teman’ di lini depan.

“Saya melihat tim ini kekurangan striker tipikal Ruud van Nistelrooy atau Robin van Persie, seorang striker yang mampu memberikan jaminan banyak gol di akhir musim. Mereka butuh penyerang yang bisa menjalin kerjasama dengan Marcus Rashford.” Tandasnya.

Lantas, bagaimana dengan Anthony Martial? Menurutnya juga bagus, tapi Harry kane adalah striker yang bisa menjamin 25 gol di akhir musim bagi Setan Merah.

“Mereka saat ini memiliki Anthony Martial dan ia sebenarnya sudah cukup bagus, namun saya rasa mereka tetap butuh striker top, dan belakangan mereka dikaitkan dengan Harry Kane.”

“Saya akan terkejut jika mereka bisa mendapatkan dia, namun jika ia jadi bergabung, ia bisa memberikan jaminan 25 gol di akhir musim bagi United.” ujarnya.

Harry Kane sendiri sempat mengisyaratkan rencananya untuk pindah klub pada musim panas mendatang. Ini bisa jadi kesempatan emas bagi Manchester United.

Lautaro Martinez Tak Boleh Tinggalkan Inter Sebelum Raih Trofi

Lautaro Martinez belakangan ini dikaitkan dengan Barcelona, namun Ruben Sosa selaku mantan pemain Inter Milan menyarankan bintang Argentina tersebut untuk lebih dulu memenangkan trofi bersama Nerazzurri.

Musim panas 2018 menjadi perpindahan perdana bagi Lautaro Martinez, dari Racing Club menuju ke Inter Milan. Otomatis, Nerazzurri menjadi tim Eropa pertama yang dibelanya. Sayang, pada musim debut, Lautaro Martinez jarang mendapat kesempatan tampil.

Hal tersebut dikarenakan Inter Milan masih punya Mauro Icardi yang jadi andalan. Tapi sejak kepergian Icardi ke PSG pada musim panas kemarin, pemain berusia 22 tahun pun mengisi pos lini serang bersama Romelu Lukaku.

Musim ini, Lautaro Martinez tampil ciamik, mencetak 16 gol dari 31 penampilannya di semua ajang untuk Inter milan. Yang bersangkutan pun diyakini akan jadi incaran sejumlah raksasa Eropa.

Menurut laporan, Barcelona menjadikan Lautaro sebagai salah satu target transfer teratas mereka. Pemain berusia 22 tahun itu bakal diplot sebagai pengganti jangka panjang Luis Suarez. Akan tetapi, Ruben Sosa berharap agar Lautaro Martinez tetap di Inter Milan.

Bergabung dengan tim sebesar Barcelona menurutnya tak pernah mudah, setidaknya Lautaro harus membuktikan diri dulu di Inter Milan dengan meraih trofi juara.

“Saya pikir dia harus tetap di Inter, dia adalah juara dan ketika Anda bermain untuk tim-tim besar Italia Anda harus memenangkan sesuatu. Sebelum pergi, Anda harus membuat tanda,” kata Sosa kepada stasiun radio Italia Radio Musica Television.

Ruben Sosa sendiri adalah mantan striker andalan Inter Milan di masa silam. Dia sempat sering dibandingkan dengan Diego Milito. Sosa mengakui bahwa memang ada kemiripan antara dia dengan pemain asal Argentina tersebut.

“Diego adalah striker sejati. Dia mencetak gol dengan cara apa pun, tetapi saya lebih cepat dan lebih baik dalam menembak dari jarak jauh. Kami mirip. Dia memenangkan Liga Champions, saya memenangkan Piala UEFA,”

“Meninggalkan Nerazzurri dengan gelar Eropa adalah perasaan terbaik bagi saya, mengingat bahwa para pemain dikenang karena trofi yang dimenangkan dan tidak hanya untuk gol yang dicetak.” Tandasnya.