Dianggap Suksesor Lampard, Henderson Sempat Merasa Tertekan

Jordan Henderson kini jadi salah satu gelandang terbaik Eropa, dia bahkan memenangkan penghargaan sebagai pemain Inggris terbaik tahun 2019 kemarin. Namun keberhasilan ini tidak diraih dengan mudah. Sebelumnya, Hendo sempat mendapat tekanan yang berat, terutama saat dirinya dicap sebagai suksesor legenda Liverpool, Steven Gerrard.

Henderon sendiri bergabung dengan Liverpool pada bursa transfer musim panas tahun 2011 silam. Awalnya, dia kesulitan menembus tim utama, terlebih Steven Gerrard masih jadi pemain The reds saat itu. Kondisi tersebut tentu membuat Henderson tertekan, sulit berkembang. Biar begitu, dia tetap dipercaya menjadi kapten The Reds setelah Gerrard memutuskan pergi di tahun 2015.

 

Tapi siapa yang menyangka, kepergian sang kapten justru membuat Hendo semakin tertekan. Bagaimana tidak ? Publik kerap membandingkannya dengan legenda Inggris tersebut.  Pemain mana pun yang berada di posisi Henderson tentu kesulitan, untung dia tidak hancur di bawah tekanan. Namun secara perlahan tapi pasti performanya membaik.

 

Adalah Danny Murphy, yang ternyata diam-diam mengamati Henderson dan menilai bahwa sang gelandang timnas Inggris sempat merasakan tekanan.

 

“Segalanya tidak selalu berjalan mudah untuk Henderson di Anfield, dan saya kira dia sudah menderita sejak awal karena dibandingkan dengan Steven Gerrad, yang jelas tidak adil. Mudah mengatakan itu ketika dia bergabung di usia 20 tahun pada 2011 lalu, sebab dia merupakan gelandang muda Inggris. Tapi dia tidak seperti Gerrard, sebab tidak ada yang seperti itu.” ungkap Murphy kepada BBC Sport.

 

“Tentu saja bermain di samping seorang Steven Gerrard akan membuat kesulitan, hal tersebut karena Anda berada di sekitar salah satu gelandang terbaik di dunia, Anda tidak akan pernah terlihat lebih baik dari dia.  Barulah sejak Gerrard pergi pada tahun 2015 dan tim mulai berevolusi di bawah Jurgen Klopp, publik mulai terbiasa dengan performanya” tandasnya.

 

Sekarang, menurut Murphy, Jordan Henderson sudah berkembang menjadi sosok gelandang yang fantastis, terlebih usianya masih sangat muda, 29 tahun.

 

“Di usia 29 tahun, dia sudah berkembang menjadi sosok gelandang yang hebat dan merupakan contoh fantastis untuk pemain yang memaksimalkan kemampuannya,” tutup Murphy.

Daniele De Rossi Akhirnya Resmi Gantung Sepatu

Salah seorang legenda besar AS Roma dan Tim Nasional Italia, Daniele De Rossi akhirnya benar-benar memutuskan gantung sepatu alias pensiun. Keputusan tersebut diambil De Rossi pada Senin waktu setempat, atau Selasa dinihari WIB (07/01), sang legenda resmi pensiun di usianya yang sudah menginjak 36 tahun.

Sebenarnya, selama dua tahun terakhir ini, De Rossi memang mengalami masalah cedera kambuhan yang mengganggu performanya di atas lapangan. Alih-alih memutuskan gantung sepatu pada musim panas kemarin, sang gelandang justru memutuskan untuk hijrah ke Argentina untuk membela Boca Juniors, mengakhiri 18 tahun karirnya bersama Gialorossi.

Setelah hanya bermain enam kali bagi Boca Juniors, De Rossi kembali cedera, dan akhirnya dia memutuskan pensiun. Namun, keputusan ini bisa dipastikan bukan karena faktor cedera tersebut, atau karena faktor Usia. De Rossi menjelaskan bahwa keputusan ini murni karena dia ingin menghabiskan waktu lebih banyak bersama keluarganya.

“Ini bukan karena masalah cedera serius atau masalah besar lainnya, sungguh. Saya hanya merasa perlu kembali bersama keluarga saya. Secara khusus saya merindukan putri saya dan dia juga merindukan saya. Saya sudah membuat keputusan, sudah dipastikan. Semua orang sudah mencoba meyakinkan saya untuk melakukan sebaliknya, mereka menawarkan saya waktu lebih banyak, tapi keputusan sudah dibuat dan tak ada yang aneh dengannya,” ujar De Rossi seperti dikutip Football Italia.

Bisa dikatakan, Daniele De Rossi adalah salah satu legenda sepanjang masa bagi AS Roma. Bagaimana tidak ? Dia menghabiskan hampir sepanjang karirnya bersama dengan AS Roma, mulai dari menimba ilmu di tim akademi, kemudian menembus tim utama, menjadi kapten, menggantikan Francesco Totti sebagai ikon klub.

Selama berseragam Roma, De Rossi total bermain sebanyak 616 kali dengan menyumbang 63 gol di semua kompetisi. Ia mempersembahkan dua trofi Coppa Italia serta satu gelar Piala Super Italia bagi Giallorossi. Sedangkan di ajang Internasional, Daniele De Rossi tampil cemerlang, mencatat 117 caps untuk Tim Nasional Italia, dan masuk dalam skuat yang memenangkan Piala Dunia di tahun 2006 silam.

De Ligt Tepis Rumor Ingin Tinggalkan Juventus

Bek Muda Belanda, Matthijs De Ligt baru beberapa bulan berkostum Juventus, namun sudah diterpa isu hengkang. Rekan setimnya di Belanda, Frenkie De Jong mengklaim bahwa De Ligt akan menyusulnya bergabung dengan Barcelona dalam waktu dekat. Tapi De Ligt membantah klaim rekannya tersebut, bahkan mengikrarkan janji setia pada Bianconneri.

Sebagaimana diketahui, Matthijs De Ligt bergabung dengan Juventus pada bursa transfer musim panas kemarin dari Ajax Amsterdam. Performa apik yang ditunjukkan sang pemain bersama klub belanda di musim lalu memaksa Juventus harus merogoh kocek sebesar 75 Juta Euro demi mendapatkan servis Bek berusia 19 tahun tersebut.

Diharapkan bisa jadi bagian dari peremajaan skuat Juventus, faktanya performa De Ligt sejauh ini dinilai masih belum sesuai ekspektasi. Terutama pada awal musim, di mana ia melakukan serangkaian blunder yang membuat Juventus kebobolan. Dalam dua laga terakhir, De Ligt juga tidak diturunkan manajer Maurizio Sarri.

Tak heran jika De Ligt diklaim telah mengambil keputusan yang salah dengan bergabung ke Juventus, gelandang Belanda, Frenkie De Jong pun mengklaim rekannya itu akan segera bergabung dengan Barcelona dalam waktu dekat. Tapi De Ligt membantahnya, dia mengaku masih sangat bahagia di Turin dan ingin bertahan di Juventus dalam waktu lama.

“Saya sangat senang di Turin, saya harap bisa bertahan di sini untuk waktu yang lama. Tentu saya sangat bangga [bergabung dengan Juventus], saat sebuah klub seperti Juve menginginkan anda, itu adalah sebuah kehormatan. Saya selalu menyukai Juventus sebagai sebuah klub dan sekarang saya senang serta bangga bisa mengenakan seragam ini,” Demikian ungkap De Ligt saat diwawancarai oleh Juventus TV

Lebih lanjut, De Ligt mengaku mendapat banyak ilmu sejak bergabung dengan Juventus, tentu saja datang dari dua pemain senior Bianconneri, Leonardo Bonucci dan Giorgio Chiellini.

“Di sini saya berlatih dan bermain dengan para pemain terbaik dunia. Dengan Bonucci, kami saling paham satu sama lain dengan sangat baik dan saling memuji. Saya tahu apa yang ia bisa dan sebaliknya. Saat ini, kami sedang berusaha untuk bermain padu di atas lapangan,” tutupnya.

Jumpa Barcelona di 16 Besar Liga Champions, Ini Kata Gattuso

Napoli dipastikan berjumpa dengan lawan yang berat di dua leg babak 16 besar Liga Champions Eropa musim ini, dan lawan tersebut tiada lain adalah Barcelona. Jelas, di atas kertas Wakil La Liga Spanyol itu lebih unggul, namun pelatih anyar Napoli, Gennaro Gattuso menegaskan bahwa timnya tak takut melawan Barcelona.

Sebagaimana diketahui, UEFA menggelar drawing atau undian untuk babak 16 besar Liga Champions Eropa, pada Selasa Dinihari WIB (17/12) di Swiss. Ada beberapa pertandingan menarik yang akan tercipta di babak tersebut, termasuk diantaranya duel antara Real Madrid vs Manchester City, Atletico Madrid vs Liverpool dan Chelsea vs Bayern Munchen.

Sedangkan Napoli yang hanya finish sebagai runner up pada babak penyisihan group memang sudah diprediksi bakal berhadapan dengan lawan yang berat, alias juara group. Benar saja, mereka diundi berhadapan dengan juara bertahan La Liga Spanyol, FC Barcelona di dua leg babak 16 besar nanti. Jelas, Napoli tidak diunggulkan lolos ke babak perempat final.

Pasalnya musim ini performa Napoli sedikit menurun dibanding musim lalu, khususnya di Serie A, bahkan serangkaian hasil negatif ini membuat klub harus memecat Carlo Ancelotti dari kursi manajer beberapa waktu lalu.

Meski demikian, pelatih anyar klub, Gennaro Gattuso tetap optimis, percaya diri dan tak gentar untuk berhadapan dengan Barcelona pada dua leg babak 16 besar mendatang.

“Kami akan menghadapi tim yang hebat, tantangan besar dan dua pertandingan yang menarik. Kami akan menghadapi semua itu tanpa rasa takut,” Kata Gattuso kepada reporter.

Sebagai informasi, pertandingan melawan Barcelona nanti praktis akan menjadi pertandingan pertama Gattuso di akjang Liga Champions Eropa. Sementara itu saat menjalani debutnya bersama Napoli di Serie A, timnya kalah dari Parma dengan skor 1-2.

Adapun pertandingan leg pertama melawan Barcelona nanti akan berlangsung di Stadio San Paolo, Naples pada 25 Februari 2019 mendatang. Sedangkan leg kedua akan berlangsung di markas Barcelona, pada 18 Maret 2019. Artinya, masih ada banyak waktu bagi Partenopei untuk memperbaiki performa mereka sebelum berhadapan dengan Barcelona.

Terungkap ! Pep Larang Para Pemainnya Ikut Pesta Natal

Pep Guardiola memang salah satu sosok manajer terbaik dunia, dan hal tersebut sudah diakui banyak orang, dan juga sudah terbukti dengan prestasinya selama ini. Tapi, untuk menghasilkan sebuah tim yang sukses, Pep ternyata memberlakukan aturan yang cukup keras, termasuk melarang para pemain Manchester city untuk ikut merayakan pesta natal bersama klub.


Dikabarkan bahwa mantan manajer Bayern Munchen tersebut tidak senang dengan perayaan pesta Natal tahun lalu, lantaran melihat performa timnya malah lebih buruk setelah pesta tersebut. Sebagai informasi, Manchester city memang memiliki tradisi untuk mengadakan pesta Natal untuk semua karyawan klub dalam beberapa tahun terakhir.

Kurang lebih dalam pesta tersebut akan ada 400 orang yang terlibat, terdiri dari hampir semua elemen klub termasuk para pemain, pelatih , staff pelatih dan lainnya. Namun pesta musim lalu terjadi sebelum kekalahan 3-2 dari Crystal Palace di kandang sendiri, hal inilah yang membuat Pep guardiola menarik kesimpulan bahwa Pesta tersebut membuat performa para pemainnya menurun.

Apalagi, empat hari setelah kekalahan dari The Eagles, City juga kalah di markas Leicester City yang membuat mereka tertinggal jauh di belakang Liverpool dalam perburuan gelar. Meski pada akhirnya tetap berhasil keluar sebagai juara premier League, Pep tetap menjadikan ini sebagai catatan khusus.

Apalagi, dengan fakta bahwa saat ini timnya tertinggal 14 poin dari Liverpool yang ada di puncak klasemen, Pep jelas tak ingin kejadian serupa membuat tim asuhannya jauh lebih tertinggal. Di acara pesta 12 bulan lalu, para pemain berbaur dengan karyawan klub tapi beberapa dari mereka justru berpesta hingga malam hari di kelab Chinawhite, dan itu berlangsung sampai pagi hari.

Memang, setelah acara tersebut, para pemain Manchester City langsung bergabung dengan sesi latihan penuh seharian. Akan tetapi, pelatih City itu percaya bahwa pesta malam itu berkontribusi terhadap kekalahan mengejutkan di kandang dari Palace. Adapun Desember dan Januari merupakan periode sibuk untuk bagi Manchester City, sehingga Pep tak ingin timnya mengalami kemerosotan.

Tottenham Hotspur Disarankan Jual Christian Eriksen

Salah seorang mantan pesepakbola Inggris, Darren Fletcher memberikan saran kepada Klub London Utara, Tottenham Hotspur menyoal masa depan salah satu pemain mereka, Christian Eriksen. Gelandang Internasional Denmark tersebut menurutnya lebih baik dijual klub pada kesempatan bursa transfer musim dingin Januari mendatang.


Sebenarnya, spekulasi masa depan Christian Eriksen di Tottenham Hotspur sudah ramai diperbincangkan sejak bursa transfer musim panas kemarin. Wajar saja, Sang playmaker menolak untuk memperbaharui kontraknya yang akan berakhir di musim panas nanti. Seiring dengan munculnya spekulasi tersebut, performa Eriksen sendiri tergolong cukup menurun musim ini.

Sehingga yang bersangkutan tidak begitu berkontribusi untuk tim arahan Jose Mourinho. Alhasil, banyak yang memprediksi Eriksen memang akan meninggalkan Spurs, tapi sejauh ini klub belum memberikan konfirmasi apapun, termasuk lewat pelatih anyar mereka, Jose Mourinho. Tapi Darren Fletcher merasa bahwa Spurs memang harus melepas sang gelandang.

Mantan pemain Manchester Untied dan Fulham tersebut menilai bahwa Eriksen sudah tidak ingin membela Tottenham lagi.

“Christian Eriksen sudah tidak mencintai klubnya,” demikian kata Fletcher kepada BBC Radio 5 Live.

Lebih lanjut, Fletcher menilai bahwa Eriksen tak lagi memiliki keinginan untuk membela Tottenham Hotspur, sehingga terus memaksakan sang pemain untuk bertahan di White Hart lane adalah suatu hal yang sia-sia atau mubazir.

“Dia terlihat jelas tidak mau berada di Tottenham Hotspur lagi.” Tandasnya.

Eriksen sendiri sejauh ini digosipkan tengah menjalin komunikasi dengan beberapa klub papan atas Eropa. Di Inggris, Manchester United diberitakan tengah intens untuk mendekati sang playmaker. Mereka berencana untuk mengamankan jasa Eriksen di musim dingin nanti. Di samping itu, pemain berusia 27 tahun tersebut juga dikaitkan dengan raksasa La Liga Spanyol, Real Madrid.

Los Blancos diyakini siap menggelontorkan dana untuk sang pemain pada Januari 2020 mendatang. Laporan yang beredar di Inggris mengungkapkan bahwa Tottenham sudah bersiap untuk kehilangan Eriksen di musim dingin nanti. Mereka memilih menjualnya ketimbang kehilangannya secara gratis di akhir masa kontraknya nanti.

Selama membela Spurs, Eriksen sendiri telah mencatatk 293 penampilan dan mencetak 68 gol diantaranya di semua ajang.

Manchester City, Favorit Juara Liga Champions Musim ini

Juara bertahan Liga Primer Inggris, Manchester City dianggap sebagai favorit juara di ajang Liga Champions Eropa musim ini oleh manajer Juventus, Mauruzio Sarri. Hal tersebut diungkapkan mantan manajer Chelsea, karena dia meyakini bahwa Citizen akan lebih fokus pada ajang Liga Champions setelah melihat kondisi Liga yang tidak berjalan sesuai harapan mereka.


Sebenarnya, Manchester city hampir tak pernah masuk dalam jajaran tim favorit juara Liga Champions Eropa selama ini. Bukan tanpa sebab, bahkan manajer Pep Guardiola sendiri mengakuinya. Hal tersebut karena sejarah dan kebesaran klub itu sendiri yang membuat peluang juara di ajang Liga Champions lebih besar, sedangkan City adalah klub ‘kemarin sore’.

Selama ini, mereka memang berprestasi di pentas domestik, dan dalam dua musim terakhir menjuarai Liga primer. Tapi, Saat ini sang juara bertahan terpuruk di peringkat ketiga klasemen sementara Premier League, tertinggal 14 poin dari Liverpool yang duduk nyaman di puncak. Nah, menurut pelatih Juventus, Maurizio Sarri, situasi ini sudah tidak ideal.

Diapun yakin bahwa manajer Pep Guardiola memiliki pandangan yang sama, mengalihkan fokus ke ajang Liga Champions Eropa. Guardiola tahu selisih 14 poin di Premier League itu sangat besar, mengingat musim lalu mereka jadi juara hanya dengan keunggulan 1 poin. Di Satu sisi, Sarri juga tahu persis bagaimana kualitas Manchester city, dia pernah langsung berhadapan dengan mereka saat masih membesut Chelsea.

“Saya secara spontan menganggap Man City sebagai favorit. Kesan yang saya dapatkan dari tim ini membuat saya yakin bahwa mereka mungkin bakal lebih fokus di Liga Champions daripada di Premier League musim ini.” Demikian ujar Sarri di Sky Sports yang di rilis pijarbola

Juventus arahannya sendiri berhasil lolos ke babak 16 besar sebagai juara Group, artinya salah satu runner up akan ditemui Bianconneri di babak tersebut, tak terkecuali Tottenham Hotspur arahan Jose Mourinho.

“Saya cukup beruntung bisa mengenalnya (Mourinho) secara personal. Tentu saya menaruh respek tinggi kepadanya, dia ada di level luar biasa. Saya hanya bisa berkata bahwa sebenarnya dia berbeda dari apa yang terlihat. Ketika Anda mengenal dia secara pribadi, dia benar-benar pria yang berbeda,” tandas Eks Pelatih napoli ini.

Carlo Ancelotti Diklaim Sbobet Agenbola8 Sudah Terima Tawaran Napoli

Mantan pelatih Real Madrid dan AC Milan, Carlo Ancelotti baru saja dilaporkan telah memulai proses negosiasi dengan salah satu raksasa Serie A Italia, Napoli, terkait kemungkinan menggantikan Maurizio Sarri pada kampanye musim 2018/19 mendatang di Kursi manajer.

Carlo Ancelotti Diklaim Sbobet Agenbola8 Sudah Terima Tawaran Napoli

Sebagaimana diketahui, Napoli belakangan ini memang dipercaya tengah mencari manajer anyar seiring dengan indikasi bahwa pelatih mereka saat ini Mauruzio Sarri tak lagi tertarik melanjutkan pekerjaannya sebagai juru taktik tim utama musim depan, menyusul kegagalan Partenopei memenangkan titel Scudetto musim ini.

Sempat terdengar kabar bahwa Sarri akan tetap bertahan di Klub dengan syarat harus didatangkannya sejumlah amunisi anyar berkualitas pada kesempatan bursa transfer musim panas mendatang. Namun kabar itu diyakini tidak benar karena mantan pegawai bank tersebut dipercaya ingin mencoba tantangan baru dalam karirnya sebagai pelatih setelah selama tiga musim bekerja sebagai juru taktik Partenopei.

Sejumlah nama pelatih beken dipercaya jadi sasaran Napoli pada bursa transfer musim panas tahun ini dan menjelang piala dunia 2018, dan salah satu kandidat terkuatnya adalah mantan pelatih AC Milan, Carlo Ancelotti. Sebagaimana diketahui, pelatih berusia 58 tahun tersebut memang tengah menganggur sejak akhir tahun 2017 selepas didepak Bayern Munchen dari Kursi Manajer.

Nah, menurut Laporan terbaru terkait dengan perkembangan kabar ini, Carlo Ancelotti sejatinya tengah melakukan negosiasi dengan pihak Napoli. Menurut Ivan Zazzarroni selaku jurnalis Corriere dello Sport, Ancelotti sudah menjalin kesepakatan tersebut selepas bertemu presiden Napoli, Aurelio De Laurentiis, Selasa (23/5).

Dalam kontraknya, mantan pelatih Chelsea, Real Madrid dan Bayern Munich tersebut akan menerima gaji Ä6.5 juta per tahun yang ditambah opsi perpanjangan tahun ketiga.

Bisa saja kabar SBOBET beserta Ancelotti akan jadi jawaban yang tepat bagi kegundahan para Neapolitan yang selalu bermuram selama beberapa tahun terakhir ini lantaran tim kesayangan mereka tak pernah berhasil mematahkan Dominasi Juventus.

Gatusso Berharap bertahan di Milan

Gennaro Gattuso, legenda sekaligus manajer AC milan tersebut tampak begitu senang setelah mengantarkan Rossoneri melaju ke babak 16 besar Liga Europa musim ini. Selepas pertandingan melawan Ludogorets Razgard, Gattuso pun mengaku akan sangat senang jika diminta bertahan pada posisi tersebut.


Sebagaimana diketahui, Gattuso memang ditunjuk menggantikan Vincenzo Montella sejak paruh pertama musim ini. Sempat ada kesulitan yang ditemui legenda Rossoneri tersebut menyusul serangkaian hasil negatif yang didapat AC Milan, tapi belakangan performa Rossneri arahannya terbilang sudah membaik menurut takasibet.

Hasil-hasil bagus didapat AC Milan selama beberapa pertandingan terakhirnya, termasuk saat berhadapan dengan Ludogorets Razgard di ajang Liga Europa, Jum’at dinihari WIB (23/02) waktu setempat. Dalam pertandingan tersebut, Milan berhasil mengemas kemenangan tipis 1-0 yang sekaligus memastikan kelolosan mereka ke babak 16 besar, berkat agregat telak 4-0.

Meski demikian, masa depan Gattuso sejatinya tidak bisa diberi jaminan, atau tidak pasti, pasalnya target klub untuk finish di ZOna Liga Champions Eropa pada akhir musim nanti masih belum tentu bisa dicapai. Namun, Gattuso sendiri mengaku akan sangat senang jika memang diminta untuk bertahan pada posisinya saat ini, ketika ditanya mengenai masa depannya di Milan.

“Anda harus bertanya kepada klub soal itu. Saya selalu memberikan jawaban yang sama, karena inilah yang saya percaya. Ini sebuah kehormatan bagus saya menjadi pelatih Milan. Ada banyak tekanan dan tanggung jawab juga, tapi saya menyukainya. Saya benar-benar berterima kasih kepada Mirabelli dan Fassone yang telah memberi saya kesempatan ini dan saya harap ini berlanjut.” Demikian kata sosok berjuluk ‘The Rhino’ tersebut.

Adapun pada pertandingan leg kedua babak 32 besar kemarin, adalah Fabio Borini yang mencetak gol semata wayang AC milan, dimana kemenangan itu jadi kemenangan ke empat secara beruntun yang diraih oleh tim besutan Gattuso.

Ferdinan Yakin Kane tetap di Totenham

Kegemilangan Harry Kane di atas lapangan dalam dua musim terakhir membuat yang bersangkutan kerap kali dikaitkan dengan sejumlah raksasa Eropa, namun Kane sendiri sempat mengungkapkan komitmennya bersama Tottenham Hotspur. Akan tetapi, hal ini diragukan oleh mantan bek Manchester united, Rio Ferdinand.


Sebagaimana diketahui, Kane adalah salah satu penggawa Manchester United yang tampil apik dalam dua musim terakhir dengan menjadi Top Skorer Liga Primer Inggris secara beruntun. Yang bersangkutan juga berpeluang mengulang prestasinya tersebut musim ini setelah mengoleksi tak kurang dari 26 gol di ajang Premier League musim ini.

Tak heran jika Kane terus dikaitkan dengan sejumlah raksasa Eropa, dan sempat muncul kabar yang mengklaim bahwa penyerang Internasional Inggris tersebut sempat mendapat tawaran dari Real Madrid pada musim panas kemarin. Soal masa depannya yang terus diperbincangkan Kane sendiri justru mengaku ingin bertahan lama di Tottenham Hotspur.

Bahkan, belum lama ini, Kane mengungkapkan kekagumannya akan sosok Francesco Totti dan mengaku tertarik untuk mengikuti jejak sang legenda AS Roma tersebut. Tapi Rio Ferdinand meragukan komitmen pemain berusia 25 tahun tersebut, dengan talenta yang dia miliki dan ketertarikan dari para raksasa Eropa, Kane diyakini Ferdinand bakal tergoda dengan tawaran yang dilayangkan.

“Ketika Anda punya talenta seperti [yang dimiliki Kane] itu, tim-tim akan datang menelepon, dan mampukah Tottenham menolaknya?” dikutip dari sbobet.

“Mereka [Spurs] pindah ke stadion baru tahun depan. Saya yakin mereka ingin mempertahankan dia dan membiarkan Harry melakukan kick-off stadion tersebut, namun ini soal siapa yang akan datang menghampiri, dan dalam bentuk apa mereka datang. Itulah yang akan menentukan apakah Harry bertahan di Tottenham atau tidak.” kata Ferdinand kepada Omnisport saat menghadari London Football Awards (LFA).agenbola8.com