Jelang Lawan Barca, Gattuso Puji Messi Lagi

Jelang pertemuan leg kedua babak 16 besar Liga Champions Eropa melawan Barcelona, pelatih Napoli Gennaro Gattuso melayangkan sanjungan kepada kapten Klub Catalan Lionel Messi.

Napoli sendiri berhasil menyudahi kampanye musim ini dengan kemenangan atas Lazio. Pertandingan yang berlangsung Minggu (2/8) dini hari WIB tadi, berakhir dengan skor telak 1-3.

Tentu saja itu adalah hasil yang memuaskan, namun Napoli mereka harus melupakannya dan kini harus langsung mengalihkan fokus menuju partai versus Barcelona.

Pertandingan tersebut sangat vital bagi Partenopei, karena itu adalah cara mereka untuk mencapai delapan besar Liga Champions Eropa.

Pada leg pertama di San Paolo tiga bulan yang lalu, pasukan Gattuso berhasil menahan imbang Barcelona dengan skor akhir 1-1.

Namun tentu saja tidak mudah bagi Napoli untuk menang pada leg kedua di camp Nou akhir pekan nanti. Mengingat, Raksasa Catalan juga begitu berambisi memenangkan gelar Liga Champions Eropa musim ini.

Nah, terkait pertandingan tersebut, pelatih Gennaro Gattuso melayangkan sanjungan kepada bintang utama sekaligus kapten Barelona, Lionel Messi.

Menurut dia, kapten Timnas Argentina itu adalah pemain yang sangat sulit untuk dikawal.

“Saya hanya bisa menjaga Messi di dalam mimpi saya. Atau jika saya mengatur laga Napoli vs Barcelona di PlayStation anak saya, mencoba mengejar dia ketika saya bermain untuk Milan dengan berat badan lebih rendah 10-15 kilogram dari saat ini,” ujar Gattuso dengan nada bercanda seperti dikutip Goal International.

Meski demikian, legenda Milan ini tetap percaya diri dengan peluang timnya untuk menang di Camp Nou. Apalagi setelah menyasikan performa Koulibaly cs saat mengalahkan Lazio kemarin.

“Saya rasa mereka dua tim yang sangat berbeda. Lazio mencampurkan skill teknik dan fisik. Barcelona semuanya tentang kualitas. Saya rasa akan menjadi aga yang berbeda. Kami tak harus berpikir soal skor atau tidak,”

“Kami harus bermain sebagai tim, percaya bahwa kami bisa memiliki peluang. Kami tahu bahwa itu akan menjadi sebuah usaha. Pikiran kami harus bebas untuk mengeluarkan kualitas kami,” tutur Gattuso.

Liverpool Kecewa Banyak Fans Yang Rayakan Gelar EPL Di Luar Anfield

Liverpool menuliskan pernyataan resmi terkait sikap sejumlah fans mereka yang tidak mengindahkan protokol kesehatan hanya demi merayakan gelar juara Premier League di Luar Stadion Anfield.

Seperti diketahui, Tim Marseyside memang telah resmi menerima trofi juara Liga Primer Inggris setelah pertandingan melawan Chelsea di pekan ke-37 Kamis dinihari WIB kemarin (23/07).

Sebenarnya, gelar juara sudah diamankan tim Marseyside sejak beberapa waktu lalu, tepatnya ketika Manchester City selaku rival terdekat takluk di tangan Chelsea dengan skor akhir 1-2. Dengan hasil tersebut, Liverpool tak terkejar lagi di puncak klasemen.

Meski trofi juara sudah diberikan, tapi para fans memang tidak diperbolehkan hadir di stadion atau berkumpul untuk merayakan gelar juara ini. Pasalnya, menjaga jarak antara satu dengan yang lain jadi salah satu protokol kesehatan di tengah pandemi Virus Corona.

Bahkan untuk mengantisipasi hal tersebut, pelatih Jurgen Klopp beserta pihak klub sudah menghimbau fans sejak jauh-jauh hari untuk tidak melanggar regulasi social distancing. Tapi, himbauan tersebut tampak tidak diindahkan oleh sejumlah suporter Tim Marseyside.

Mereka justru berkerumun merayakan gelar juara Premier League di luar stadion Anfield. Bahkan, mereka juga menyalakan flare berwarna merah sebagai simbol selebrasi tersebut.

Liverpool lantas mengeluarkan pernyataan resmi mengenai sikap para fans mereka tersebut. The Reds tentu saja menyayangkan sikap tersebut.

“Liverpool Football Club ingin berterima kasih kepada suporter yang tinggal di rumah untuk ikut merayakan pengangkatan piala tim pada malam kemarin,”

“Namun, kami kecewa dengan pemandangan di luar Anfield pada malam kemarin di mana lebih banyak fans yang tidak mengindahkan nasihat untuk tetap di rumah.” Demikian pernyataan resmi Liverpool.

Adapun pada saat perayaan gelar tersebut, pihak berwajib mengamankan sembilan orang yang diyakini sebagai dalang dibalik insiden itu. Dalam pernyataan yang sama, Liverpool juga mengulangi pernyataan Jurgen Klopp usai pertandingan melawan the Blues.

Pelatih asal Jerman menjanjikan konferensi pers dan perayaan gelar juara bersama para fans saat pandemi ini benar-benar berakhir.

Adapun di Inggris sendiri, kasus Virus Corona cenderung sudah menurun sejak bulan Mei lalu.

Lagi, Suarez Ajak Lautaro Martinez Gabung Barcelona

Luis Suarez mengaku sama sekali tak terganggu dengan isu kedatangan rumor kedatangan Lautaro Martinez. Sebaliknya, penyerang Uruguay tersebut justru mengajak pemain muda Argentina itu untuk bergabung ke Barcelona.

Sudah satu tahun terakhir ini Barcelona terus dikaitkan dengan beberapa nama untuk mengisi pos di lini depan mereka. Wajar saja, raksasa Catalan memang butuh penyerang anyar, mengingat Luis Suarez sudah semakin menua.

Memang, pemain Uruguay masih bisa diandalkan, tapi di satu sisi dia begitu rentan terhadap cedera, dan mungkin disebabkan oleh faktor usia.

Sejauh ini ada beberapa nama yang dikaitkan dengan Barcelona, tapi yang paling santer adalah penyerang muda Argentina, Lautaro Martinez. Striker 22 tahun itu tampil gemilang bersama Inter Milan musim ini, bahkan Luis Suarez bahkan mengakuinya.

“Dia adalah pemain yang hebat,” beber Suarez kepada Sport.

Menurut mantan pemain Liverpool, sangat wajar jika Barcelona berminat terhadap Lautaro Martinez, karena tampil gemilang di liga yang rumit seperti Serie A bukan perkara yang mudah.

“Dia sudah bermain di level yang hebat di Inter. Saya rasa tidak mudah bermain di Italia setelah ia pindah dari Argentina. Ia sudah menunjukkan kemampuannya di Liga yang rumit seperti Liga Italia.” Tandas sang pemain.

Lebih lanjut, Suarez mengaku sama sekali tidak terganggu dengan spekulasi-spekulasi transer yang belakangan ini terus mengaitkan timnya dengan Lautaro Martinez. Namun sebaliknya, El Pistolero justru siap membantu Lautaro untuk beradaptasi di Barcelona.

“Dia masih muda dan jika ia datang ke Barca, kami akan membantunya untuk beradaptasi dan membantunya agar ia bisa merasa nyaman di sini.” ujarnya.

Adapun, sampai saat ini, spekulasi yang mengaitkan Barcelona dengan Luis Suarez memang terus terdengar. Namun, masih belum menunjukkan progress yang positif. Pasalnya Inter Milan tidak akan mudahnya melepas sang pemain andalan.

Menurut kabar yang terdengar, Inter Milan hanya bersedia melepas Lautaro Martinez di angka 111 Juta Euro. Angka tersebut seharusnya terjangkau bagi Barcelona, namun faktanya kondisi keuangan klub sedang kacau karena pandemi Virus Corona.

Soal Masa Depannya, Ibrahimovic Akhirnya Buka Suara

Pemain Veteran Swedia, Zlatan Ibrahimovic akhirnya angkat bicara mengenai masa depannya di AC Milan yang belakangan ramai diperbincangkan. Mantan pemain Barcelona itu mengakui bahwa bisa saja musim ini jadi musim terakhirnya sebagai pemain.

Sebagia informasi, Zlatan Ibrahimovic saat ini memang sudah berusia 38 tahun, tidak muda lagi. Tapi dia masih diminati banyak klub, bahkan AC Milan saja merekrutnya pada Bursa transfer musim dingin Januari kemarin

Pada Periode keduanya bersama Rossoneri, Ibrahimovic telah mencetak lima gol dalam 11 laga Serie A Italia. Gol terbarunya dicetak ke gawang Juventus dinihari WIB tadi turut membantu Milan meraih kemenangan dengan skor akhir 4-2.

Tentu saja selepas pertandingan tersebut, mantan pemain Paris Saint-Germain sesumbar. Tapi lepas dari hasil akhir pertandingan, yang jadi pertanyaan para jurnalis adalah masa depan sang pemain.

Sebagai informasi, Ibra hanya terikat kontrak sampai akhir musim ini, dengan opsi perpanjangan satu musim ke depan.

Ibra mengaku bahwa dia belum mengambil keputusan, tapi bisa saja ini akan jadi musim terakhirnya sebagai pemain sepakbola.

“Kita akan melihat, kita akan melihat. Masih ada satu bulan untuk menikmati diriku sendiri, tetapi ada situasi aneh yang sedang terjadi dan kita tidak bisa mengendalikannya,”

“Saya tidak tahu apakah fans akan melihat saya secara langsung untuk terakhir kalinya. Bisa jadi, ya ini musim terakhir saya. Mengapa? Baca yang tersirat. Sungguh aneh bermain di balik pintu,” kata Ibrahimovic kepada DAZN, seperti dilansir Football Italia.

Lebih lanjut, sosok yang juga pernah membela Inter Milan dan Juventus ini mengaku sangat menikmati periode keduanya bersama dengan AC Milan.

“Saya benar-benar menikmati diri saya di Milan, ketika saya pergi ke Amerika, saya cedera, saya ingin merasa hidup. Saya berusia 38 tahun, saya tidak memiliki fisik yang saya miliki, tetapi saya pintar tentang hal itu. “

“Jika saya tidak membuat perbedaan, maka saya tidak menyukainya. Saya di sini bukan untuk menjadi maskot. Saya di sini untuk membantu rekan tim, klub, dan penggemar saya,” tutup Ibrahimovic.

Sempat Diincar MU, Leroy Sane Dilepas ke Bayern Munchen

Manchester City diklaim telah sepakat untuk melego Leroy Sane menuju Bayern Munchen pada bursa transfer musim panas ini. Disebutkan bahwa juara bertahan Bundesliga tersebut membayar 54,8 juta pounds demi mendapatkan servis pemain 24 tahun.

Musim ini bisa dikatakan jadi musim yang sulit bagi Winger Jerman, Dia mengalami cedera ACL pada Agustus 2019 lalu. Pada akhir bulan Februari 2020 kemarin, Leroy Sane pulih sepenuhnya, tapi tak lama berselang kompetisi ditangguhkan karena pandemi Covid-19.

Alhasil, Sane baru mencicipi pertandingan lagi saat City berhadapan dengan Burnley pada 23 Juni lalu. Itupun pemain Jerman hanya bermain sebagai pengganti selama kurang lebih 11 menit saja.

Masa depannya bersama dengan klub juga dipastikan tidak berlanjut lagi. Beberapa waktu lalu Guardiola mengkonfirmasi jika Leroy Sane sudah menolak tawaran kontrak baru dari klub.

Dipercaya bahwa hal tersebut tak lain karena Sane tergoda untuk pindah ke Bayern Munchen yang sudah menginginkan servisnya pada musim panas kemarin. Dikutip dari BBC Sport, Man City dan Bayern Munchen sudah sepakat untuk transfer Leroy Sane.

Kesepakatan tersebut bernilai sebesar 54,8 Juta Poundsterling, sudah termasuk bonus sebesar 10 Juta Poundsterling. Leroy Sane bakal segera bertolak ke Jerman. Dia akan menjalani tes medis dan merampungkan transfernya ke Bayern Munchen.

Dengan tercapainya kesepakatan ini, Leroy Sane dipastikan tak lagi jadi bagian dari Manchester City pada sisa kompetisi Liga Champions Eropa musim ini.

Adapun, performa gemilang sang Winger membuatnya sempat masuk dalam daftar bidikan Manchester United. Andai gagal mendaratkan Jadon Sancho yang harganya terlalu mahal, Setan Merah berencana merekrut mantan pemain Schalke tersebut.

Wacana tersebut juga sempat didukung oleh legenda klub, Dwight Yorke, karena menurutnya Sane akan sangat cocok dengan tim arahan Ole Gunnar Solskjaer.

“Selain Sancho, saya sangat menyukai Sane. Jika saya bisa mendatangkan siapa pun, maka saya akan mengambil Sane yang saat ini bermain di City.”

“Tim ini tidak memiliki winger berkaki kiri. Memang ada anak itu, si Greenwood yang tengah jadi pembicaraan belakangan ini, namun saya pribadi sangat menyukai Sane,” kata Dwight Yorke.

Barcelona Hanya Garang Di Kandang, Setien Pun Bingung

 

Jawaban yang cukup aneh diberikan pelatih Barcelona, Quique Setien terkait dengan fakta bahwa skuat asuhannya yang selalu tampil garang di markas sendiri, tapi memble saat bermain di kandang lawan.

Di musim 2019/20 ini, Barcelona memang sangat tangguh saat memainkan pertandingan di Camp Nou. Mereka bahkan mampu meraih kemenangan besar, tapi yang terjadi justru sebaliknya saat bermain di kandang lawan.

Contoh terbarunya adalah saat berhadapan dengan Sevilla akhir pekan kemarin. Bertandang ke Estadio Ramon Sanchez Pizjuan, raksasa Catalan gagal memetik poin penuh setelah hanya bermain imbang tanpa gol.

Sebenarnya, satu poin tak terlalu mengecewakan, tapi jelas terasa seperti kekalahan pada tahapan krusial musim seperti sekarang. Terlebih akibat dari hasil imbang tersebut, mereka kini tergusur dari puncak klasemen sementara.

Marca bahkan melansir fakta bahwa Barca belum menelan kekalahan pada lima pertandingan terakhir di kandang, tapi mereka tidak bisa konsisten saat bermain tandang. Tercatat Messi dkk hanya mencetak 22 gol dari 15 pertandingan tandang musim ini di ajang La Liga.

Menariknya, pelatih Quique Setien justru tidak bisa menjelaskan tentang hal tersebut, dia sendiri juga merasa kebinungungan.

“Itu sulit dijelaskan, saya tidak tahu mengapa. Pendekatan kami sama saja seperti saat bermain kandang. Mungkin lawan yang datang ke sini merasa lebih takut dan jadi lebih lemah.”

“Mungkin saat bermain tandang Anda tidak terlalu percaya diri seperti bermain di kandang,” Setien dikutip dari Marca.

Barcelona kini berada di peringkat ke-2 pada klasemen sementara La Liga Spanyol. Tapi Quique Setien masih yakin, dengan raihan poin yang sama dengan Real Madrid dan sisa 8 pertandingan musim ini, setidaknya masih ada harapan.

“Saya kira tidak ada perbedaan besar dengan Real Madrid perihal jadwal. Mereka harus melawan tim-tim sulit dan tangguh, seperti kami,”

“Kemarin mereka menang ketika bisa saja imbang, seperti yang kami lakukan di kandang Sevilla. Pada setiap pertandingan, segalanya mungkin. Selalu ada momen di mana lawan bisa melukai Anda. Kami semua bisa menjalani masa-masa sulit. Tidak ada yang pasti,” tandasnya.

Scott McTominay Akui Terinspirasi dari Cristiano Ronaldo

Belakangan ini, publik terlalu menantikan duet antara Bruno Fernandes dan Paul Pogba, padahal Manchester United memiliki beberapa pemain lain yang layak dinantikan aksi-aksinya. Sebut saja salah satunya, Scott McTominay.

Manchester United akan segera beraksi, Sabtu mendatang 20 Juni 2020, Pasukan Arahan Ole Gunnar Solskjaer akan berhadapan dengan Tottenham Hotspur. Laga bertajuk Matchdays ke-30 Premier League tersebut tentu tidak akan mudah bagi Setan Merah.

Tapi bagaimanapun, mereka membutuhkan kemenangan agar bisa mendapatkan tempat di empat besar pada akhir musim ini. Di samping itu, klub juga harus mempertahankan tren 11 kemenangan beruntun sebelum penangguhan Premier League pada Maret lalu.

Pogba telah kembali dari cedera dan yang bersangkutan bisa bertandem dengan bruno Fernandes di lini tengah Setan Merah. Tandem kedua pemain ini memang dinanti-nantikan banyak pihak, tapi tentu saja Tottenham Hotspur arahan Jose Mourinho akan sangat mengantisipasinya.

Tapi, Manchester United tak perlu khawatir karena mereka punya Scott McTominay. Gelandang Timnas Skotlandia tersebut mungkin bisa menjadi senjata rahasia Manchester United kala melawan Tottenham. Sejak musim kemarin, yang bersangkutan tampil cukup konsisten.

Selain karena statistik, Scott McTominay juga dianggap memiliki kondisi fisik seperti mantan bintang Manchester United, Cristiano Ronaldo. Bahkan, bek Luke Shaw juga mengakui bahwa gelandang 23 tahun tersebut juga memiliki kondisi fisik yang luar biasa.

Beberapa waktu yang lalu, Scott McTominay bahkan mengakui bahwa dirinya memang terinspirasi dari mega bintang Portugal.

“Anda melihat Ronaldo dan orang seperti ini – dan mental mereka ada di puncak tertatas. Anda tak bisa mendapatkan yang lebih baik dari itu. Bagi saya, melihat orang seperti itu, fisik yang ia punya, caranya mengaplikasikan sesuatu pada diri sendiri.”

“Saya melihat fotonya, dua hari lalu, membaca dan merevisi hal berbeda yang dia coba pelajari dalam hidupnya di luar lapangan. Orang-orang terlalu cepat merasa nyaman dengan hidup mereka,” ucap McTominay seperti yang dikutip dari Express.

Cristiano Ronaldo sendiri saat ini berkarir di Italia, bersama dengan raksasa Serie A, Juventus.

Bayern Munchen Percaya Diri Bisa Gaet Kai Havertz

Di tengah-tengah kencangnya rumor kepindahan Kai Havertz menuju Manchester United, muncul Bayern Munchen selaku peminat sang gelandang dan yakin bisa memenangkan perburuan tersebut.

Performa Kai Havertz bersama dengan Bayer Leverkusen dalam dua musim terakhir ini memang mengesankan. Bahkan, pada musim 2019/20 saja dia berhasil mencetak 20 gol di semua ajang, padahal yang bersangkutan bermain sebagai seorang gelandang.

Jadi, rasanya sangat wajar ketika spekulasi tentang masa depan Havertz muncul makin intensif di berbagia media belakangan ini. Beberapa raksasa Eropa mulai dikaitkan dengan pemain berusia 20 tahun tersebut.

Mulai dari Real Madrid, Liverpool, Chelsea dan Manchester United belakangan terus dikaitkan dengan sang gelandang. Bahkan, kencang beredar rumor yang mengklaim bahwa nama terakhir adalah tim yang paling dekat untuk mendapatkan servis Kai Havertz.

Di satu sisi, pihak Bayer Leverkusen mengakui bahwa mereka tidak akan bisa menahan kepergian Kai Havertz di bursa transfer mendatang. Bahkan menurut penuturan direkturnya, Rudi Voller, sang gelandang serba bisa itu akan segera gabung salah satu klub top dunia.

“Jika saya boleh jujur, saya punya harapan kecil bahwa ia bisa bertahan di klub kami setidaknya satu tahun lagi,” beber Voller kepada Sky Sports beberapa waktu lalu.

Namun memang tidak disebutkan kemana lebih condong sang pemain akan melanjutkan karirnya musim depan. Ada klaim yang menyebut bahwa Havertz tertarik bermain di Premier League, dan klub tujuannya adalah Manchester United.

Tapi, sebagaimana dilansir oleh The Independent, Bayern Munchen juga berminat akan jasa Kay Havertz pada musim panas mendatang.

Media Inggris tersebut juga mengklaim bahwa Bayern pede akan bisa membujuk Havertz agar tidak meninggalkan Bundesliga. Mereka juga disebut siap mengeluarkan dana besar untuk memboyongnya di akhir musim ini.

Di samping Kai Havertz, Die Roten bahkan diyakini juga menginginkan jasa Leroy Sane, dengan rencananya klub akan membeli kedua pemain tersebut secara bersamaan.

Media yang sama meyakini bahwa Bayern Munchen sangat percaya diri bisa mendapatkan jasa Kai Havertz, memenangkan persaingan dengan Manchester United.

Neville Sempat Ragu Premier League Bergulir Lagi, Begini Sebabnya

Kepastian bahwa Liga Primer Inggris akan digulirkan lagi mulai 17 Juni 2020 mendatang membuat legenda Manchester United, Gary Neville mengaku kaget. Pasalnya, dia sempat ragu bahwa kompetisi tersebut akan bergulir lagi.

Wabah Virus Corona memang telah mencapai Inggris, bahkan daratan Britania Raya cukup terdampak dengan kehadiran Virus Covid-19 ini. Tak ayal, pemerintah pun menghentikan segala aktvitas yang berpotensi menciptakan kerumunan, termasuk pertandingan sepakbola.

Alhasil, sejak 13 Maret 2020 lalu, Premier League resmi ditangguhkan sementara waktu. Sempat ada desakan agar liga dihentikan karena pandemi yang berkepanjangan. Namun di sisi lain ada juga pihak yang berharap sisa kompetisi musim ini tetap bisa dilanjutkan, karena menyisakan 8 laga saja.

Para pemangku kepentingan pun beberapa kali menggelar rapat Virtual terkait dengan kejelasan kelanjutan kompetisi Premier League. Rapat terakhir digelar pada Kamis lalu (28/05) waktu setempat. Dalam pertemuan tersebut, disepakati bahwa Liga akan digelar lagi mulai 17 Juni 2020.

Banyak yang tak menduga dengan keputusan ini, termasuk Legenda Manchester United Gary Neville. Dia sempat pesimis liga primer Inggris akan dilanjutkan lagi karena kurangnya komunikasi antara para pemimpin Negara mengenai pandemi yang sedang berlangsung.

“Pada fase awal, saya pikir Premier League akan kembali – saya 100 persen yakin.”

“Kemudian sekitar empat atau lima minggu lalu, kurangnya komunikasi dan kurangnya kepemimpinan saya merasa meragukan segalanya. Negara ini berada di puncaknya pada waktu itu,” ujarnya pada The Football Show.

Kemudian, setelah keputusan tersebut resmi diambil, Neville merasa bahwa para pemangku kepentingan telah berkaca pada bundesliga jerman.

“Saya masih, di benak saya, berharap dan berdoa segala sesuatunya berjalan dengan aman melalui proses. Kita belum keluar dari masa-masa sulit, tapi ini adalah momen besar.”

“Bundesliga telah membantu dalam hal memberikan kepercayaan kepada para pemain, manajer dan Premier League,” tuturnya.

Sebagai informasi, Bundesliga Jerman memang telah menggulirkan lagi kompetisi mereka sejak 16 Mei 2020 kemarin. Sejauh ini, liga jerman berlangsung lancar meski tanpa kehadiran penonton dan protokol kesehatan yang ketat.

Paul Pogba Tercatat Sebagai Pemain Terkaya Premier League Musim Ini

Premier League atau Liga Primer Inggris adalah salah satu liga top Eropa dalam dua dekade terakhir ini. Bahkan, beberapa mengklaim bahwa Premier League adalah liga terbaik di Benua Biru. Tak herna jika bayaran para pemain di sana terbilang sangat tinggi.

Yang jadi pertanyaan menarik, siapa pemain yang memiliki kekayaan paling banyak di ajang Liga Primer Inggris musim ini?

Sebagaimana dilansir oleh The Times, gelandang andalan Manchester United, Paul Pogba menjadi pemain dengan kekayaan tertinggi di Premier League musim ini. Pemain Prancis ini digaji 290 ribu pounds per minggu.

Selain itu, Pogba juga mendapatkan tambahan 31 juta pounds untuk kontrak 10 tahun dengan sponsor sejak 2016.

Sedangkan di urutan kedua masih ditempati oleh pemain Manchester United, sosok tersebut adalah penjaga gawang David De Gea. Pemain Spanyol ini menerima gaji sebesar 375 Ribu Poundsterling per pekan dari Setan Merah.

Sedangkan di urutan ke-3 ada bintang andalan Manchester City, Kevin De Bruyne. Sebagai satu di antara pemain terbaik Eropa, de Bruyne memiliki kekuatan finasial tak hanya dari gaji.

Pemain Timnas Belgia ini dikabarkan mendapatkan gaji 350 ribu pounds dari gaji dan menghasilkan 18,2 juta pounds dari sponsor. Jadi wajar jika yang bersangkutan berada di urutan ketiga dalam daftar pemain terkaya Premier League musim ini.

Begitupun dengan urutan ke-4, ada bintang Manchester City lainnya Raheem Sterling. Pemain Timnas Inggris tersebut mendapatkan gaji sebesar 300 Ribu Poundsterling per pekannya dari Citizen, jumlah gajinya bahkan lebih tinggi dari pemain senior sekelas Sergio Aguero.

Sedangkan bintang Chelsea, N’Golo Kante menduduki posisi kelima. The Time Melaporkan bahwa pemain Tim Nasional Prancis itu mendapatkan penghasilan sebesar 150 Ribu Poundsterling per pekannya dari Chelsea.

Menariknya, di urutan terbawah dalam daftar pemain terkaya Premier League yang dirilis The Times, justru ditempati Mohamed Salah. Bintang Mesir dikabarkan memiliki gaji sebesar 90 ribu pounds per pekan bersama Liverpool.

Jumlah tersebut dianggap kontras dengan kontribusi yang dia berikan kepada The Reds selama ini.